Gelombang Panas Jerman Capai 41,3 Derajat, Rekor Baru Mengancam
Gelombang panas Jerman memicu suhu hingga 41,3 derajat Celsius. Otoritas memperingatkan risiko kesehatan dan gangguan transportasi.
Ilustrasi pemudik bersepeda motor melintas di ruas Jalan Raya Ajiarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. - Antara
Harianjogja.com, BANYUMAS—Arus kendaraan selama Lebaran 2026 di wilayah Banyumas terpantau lebih terkendali dibanding tahun sebelumnya, dengan kepadatan yang masih bisa mengalir meski volume kendaraan meningkat.
Kondisi ini terlihat sepanjang periode mudik hingga arus balik di wilayah Banyumas, Jawa Tengah, di mana rekayasa lalu lintas dan jalur alternatif mampu menekan kemacetan di sejumlah titik rawan.
Kepala Bidang Angkutan dan Keselamatan Dinas Perhubungan Banyumas, Mufti Hakim, menyebut manajemen lalu lintas yang disiapkan sejak awal menjadi faktor utama kelancaran arus kendaraan.
“Alhamdulillah kondisi arus Lebaran di Banyumas relatif aman dan nyaman karena kami sudah mempersiapkan sarana, prasarana, termasuk rekayasa lalu lintas dan pemasangan rambu di jalur alternatif,” ujarnya di Purwokerto, Jumat (27/3/2026).
Sejumlah langkah yang diterapkan meliputi rekayasa arus di titik rawan kemacetan, pemasangan rambu penunjuk arah, serta optimalisasi jalur alternatif untuk mengurai kepadatan.
Hasilnya, arus kendaraan cenderung landai dan tetap bergerak, meski sempat terjadi lonjakan volume. Kemacetan yang muncul pun dinilai tidak separah Lebaran tahun sebelumnya.
“Kalaupun ada kemacetan, masih bisa mengalir dan tidak terlalu padat seperti pada masa Lebaran 2025,” katanya.
Kepadatan sempat terjadi di Ajibarang saat arus balik, dipicu perlintasan arus dan hambatan samping. Namun kondisi tersebut bersifat sementara dan dapat segera diantisipasi petugas di lapangan.
Pengawasan lalu lintas juga diperkuat melalui sistem Area Traffic Control System (ATCS) dan kamera CCTV, sehingga potensi gangguan bisa ditangani lebih cepat.
Selama masa Lebaran, seluruh personel Dinas Perhubungan Banyumas, khususnya di bidang lalu lintas dan keselamatan, diterjunkan penuh untuk menjaga kelancaran arus kendaraan.
Efektivitas pengaturan lalu lintas juga terbantu oleh penggunaan jalur alternatif serta peralihan sebagian kendaraan ke jalan tol di wilayah lain.
Ke depan, evaluasi akan difokuskan pada titik-titik yang masih mengalami kepadatan, terutama di Ajibarang, agar pengaturan arus pada Lebaran berikutnya bisa lebih optimal.
Dalam kesempatan terpisah, seorang pemudik asal Purwokerto yang hendak kembali ke Jakarta menggunakan sepeda motor, Ilham, merasakan langsung kelancaran arus tahun ini.
Ia menilai kondisi lalu lintas Lebaran 2026 lebih baik dibanding tahun sebelumnya dan mengapresiasi kerja petugas di lapangan.
“Terima kasih buat bapak-bapak dari Kepolisian, Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan, dan semua pihak yang telah mengatur kelancaran arus Lebaran,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gelombang panas Jerman memicu suhu hingga 41,3 derajat Celsius. Otoritas memperingatkan risiko kesehatan dan gangguan transportasi.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.