Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Kondisi atap ruang kelas II SDN 2 Sribit ambruk, Jumat (3/4/2026). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
Harianjogja.com, KLATEN — Insiden ambruknya atap ruang kelas terjadi di SDN 2 Sribit, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Kamis (2/4/2026) siang. Beruntung, tidak ada korban jiwa karena seluruh siswa telah meninggalkan sekolah saat peristiwa berlangsung.
Ruang kelas II menjadi titik kerusakan terparah. Material atap berupa genteng dan rangka kayu runtuh ke dalam ruangan, bahkan berdampak pada ruang kelas I dan perpustakaan yang berada di sisi kanan dan kiri.
Kepala SDN 2 Sribit, Sri Rejeki, menjelaskan kejadian berlangsung sekitar pukul 12.20 WIB, sesaat setelah kegiatan belajar mengajar selesai.
“Kami mendengar suara krek-krek lalu tiba-tiba bruk. Kami panik dan langsung melihat ternyata ruang kelas II ambruk,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Jumat (3/4/2026).
Ia menyebut aktivitas belajar hari itu berakhir sekitar pukul 12.10 WIB, sementara siswa kelas II sudah lebih dulu pulang pada pukul 10.30 WIB.
Guru Sedang Rapat Saat Kejadian
Saat insiden terjadi, para guru masih berada di sekolah dan tengah mengikuti rapat di ruang guru untuk membahas persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Menurut Sri Rejeki, kondisi cuaca sebelum kejadian tidak menunjukkan tanda-tanda ekstrem. “Sebenarnya kemarin hanya ada sedikit angin dan cuaca panas,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa perbaikan terakhir atap sekolah dilakukan pada 2005 dan hanya bersifat tambal sulam serta penggantian genting.
KBM Dialihkan, Siswa Belajar dari Rumah
SDN 2 Sribit memiliki 32 siswa yang tersebar di enam tingkat kelas. Untuk sementara, siswa kelas I dan II diminta belajar dari rumah pada Sabtu (5/4/2026), sementara kelas lainnya tetap masuk.
Mulai Senin (6/4/2026), seluruh siswa dijadwalkan kembali belajar di sekolah dengan skema pembagian ruang sementara. Kelas II akan menempati ruang kelas V, kelas IV menggunakan ruang guru, kelas V dipindahkan ke ruang kepala sekolah, dan kelas I menggunakan ruang kelas IV.
BPBD Lakukan Asesmen
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten telah melakukan peninjauan lokasi pada Jumat.
Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Syahruna, menyatakan kerusakan paling parah terjadi di ruang kelas II yang atapnya roboh total.
“Untuk kelas II atap roboh total. Kelas I kuda-kuda sudah melengkung dan di perpustakaan beberapa reng juga rusak,” ujarnya.
Pihak BPBD memastikan tidak ada korban dalam kejadian ini dan telah berkoordinasi dengan sekolah serta Dinas Pendidikan agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meskipun fasilitas mengalami kerusakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Jadwal Samsat Bantul Oktober 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, Samsat Keliling, Jempol Si Panda, SABITA hingga Samsat On Sunday.
Sebanyak 17 Taman Budaya dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Jogja dalam Temu Karya Taman Budaya Se-Indonesia XXV 2026.
Warga huntap Merapi di Kepuharjo dan Umbulharjo menerima SHM. Sultan HB X meminta sertifikat dijaga dan tidak mudah dilepas.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 30 September 2026 tersedia 12 perjalanan. Cek jam berangkat dari Palur hingga tiba di Jogja.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.