Venezuela Konfirmasi 3 Kematian akibat Hantavirus di Anzoategui
Venezuela mengonfirmasi tiga kematian akibat hantavirus di Anzoategui. Pemerintah menyatakan belum ada bukti penularan virus antarmanusia.
Ilustrasi cek kesehatan./freepik
Harianjogja.com, DEMAK—Layanan cek kesehatan gratis (CKG) di Demak, Jawa Tengah, terus diperluas dengan pola jemput bola, sehingga makin banyak warga bisa mengakses pemeriksaan tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan.
Hingga pertengahan April 2026, capaian layanan sudah menjangkau lebih dari 200 ribu warga dari berbagai kelompok usia, menunjukkan peningkatan akses kesehatan di tingkat masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Demak, Ali Maimun, menyebut pendekatan ini tidak hanya mengejar jumlah peserta, tetapi juga kualitas kesehatan warga.
“Target kami tidak hanya pada tingginya angka kehadiran, tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Demak,” ujarnya.
Data hingga 14 April 2026 mencatat sebanyak 201.196 warga atau 29,17 persen dari target 689.719 jiwa telah memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Capaian tersebut terdiri atas 5.586 bayi baru lahir, 27.271 anak prasekolah, 34.269 anak usia sekolah, 109.201 orang dewasa, serta 24.269 lansia.
Menjangkau Hingga Tingkat Desa
Untuk memperluas jangkauan, tenaga kesehatan aktif mendatangi langsung masyarakat di desa, sekolah, tempat ibadah, hingga pusat keramaian.
Pendekatan ini menyasar warga dengan keterbatasan akses, seperti lansia, anak-anak, serta masyarakat dengan mobilitas terbatas.
Selain kunjungan langsung, layanan Cek Kesehatan Gratis juga dilakukan melalui pendekatan komunitas dan kunjungan rumah.
Program Cek Kesehatan Gratis turut diintegrasikan dengan kegiatan lain seperti posyandu, posbindu penyakit tidak menular (PTM), PKK, serta Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK).
Dinkes juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah desa, kecamatan, hingga dunia pendidikan.
Peran kader kesehatan di 243 desa menjadi kunci dalam menjangkau masyarakat, terutama dalam edukasi, pendataan, serta mengajak warga mengikuti layanan.
Sosialisasi dilakukan melalui berbagai kanal, baik secara langsung maupun digital seperti media sosial, spanduk, dan pengumuman di tingkat desa.
Di sisi lain, fasilitas kesehatan seperti puskesmas terus diperkuat untuk menjaga kualitas layanan di tengah meningkatnya jumlah peserta.
Persiapan dilakukan mulai dari tenaga kesehatan, peralatan, hingga sistem pencatatan dan pelaporan agar layanan tetap optimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Venezuela mengonfirmasi tiga kematian akibat hantavirus di Anzoategui. Pemerintah menyatakan belum ada bukti penularan virus antarmanusia.
Revisi Permenaker outsourcing diklaim rampung. Pekerja alih daya nantinya hanya diperbolehkan untuk empat jenis pekerjaan penunjang.
Kepala BGN Sudaryono meminta masyarakat melaporkan oknum yang mengatasnamakan dirinya untuk menekan petugas Program Makan Bergizi Gratis.
Pemkab Magelang mengingatkan kepala desa agar transparan mengelola dana desa dan peduli terhadap kenakalan remaja menjelang Pilkades Serentak 2026.
Konsumsi Pertalite meningkat pada Juli 2026. Pemerintah disarankan menyiapkan tambahan kuota BBM subsidi sebesar 1,5 hingga 2 juta kL.
Layanan jemput bola e-KTP di Kulonprogo mempermudah penyandang disabilitas mengakses layanan administrasi dan program pemerintah.