Kasus Suap Rejang Lebong Merembet ke Bengkulu, KPK Sita Rp4 Miliar
Kasus suap Rejang Lebong berkembang ke Kota Bengkulu. KPK menemukan uang tunai Rp4 miliar saat menggeledah rumah pejabat Pemkot Bengkulu.
Foto ilustrasi pemilahan sampah, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, BANYUMAS — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, optimistis provinsinya mampu mencapai target bebas sampah pada 2028, lebih cepat dari target nasional yang dipatok pada 2029. Keyakinan tersebut didukung penguatan sistem pengelolaan sampah terpadu yang kini terus dikembangkan di berbagai daerah.
Optimisme itu disampaikan Luthfi usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto meninjau TPST BLE Banyumas di Desa Wlahar Wetan, Kecamatan Kalibagor, Selasa siang.
Menurutnya, ketertarikan Presiden terhadap sistem pengelolaan sampah di Banyumas menjadi sinyal positif bahwa pendekatan dari hulu hingga hilir berbasis ekonomi sirkular yang diterapkan di Jawa Tengah sudah berada di jalur yang tepat.
“Ini bisa menjadi role model. Pengelolaan dilakukan dari hulu sampai hilir secara bersama-sama,” ujarnya.
Pemprov Jateng saat ini tengah mempercepat pengembangan teknologi pengolahan sampah berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) di sejumlah kabupaten/kota. Tercatat, sebanyak 13 daerah masih dalam tahap pengembangan fasilitas RDF, sementara tiga lainnya telah beroperasi.
Selain itu, pemerintah daerah juga memperkuat hilirisasi melalui kerja sama dengan empat pabrik semen sebagai offtaker atau pembeli hasil olahan sampah. Skema ini dinilai menjadi kekuatan utama dalam memastikan keberlanjutan sistem pengelolaan sampah berbasis industri.
Pengembangan sistem regional juga tengah disiapkan, khususnya untuk wilayah dengan timbulan sampah tinggi seperti Semarang Raya, Pekalongan Raya, dan Tegal Raya.
Luthfi menilai model yang diterapkan di Banyumas menjadi contoh konkret integrasi pengelolaan sampah modern, mulai dari pemilahan di tingkat rumah tangga hingga pemanfaatan akhir yang memiliki nilai ekonomi.
“Target nasional 2029 zero sampah, Jawa Tengah siap lebih cepat. Tahun 2028 kita optimistis bisa tercapai,” tegasnya.
Apresiasi juga datang dari Presiden Prabowo yang menilai capaian Jawa Tengah sudah cukup baik dan berpotensi menjadi rujukan bagi daerah lain.
Sementara itu, Kepala UPTD TPST BLE Banyumas, Edy Nugroho, menjelaskan bahwa sistem pengelolaan sampah di Banyumas telah menerapkan konsep waste to value, di mana sampah tidak lagi dianggap limbah, tetapi sumber ekonomi.
Saat ini, timbulan sampah di Banyumas mencapai sekitar 738,80 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 77,76 persen atau 574,52 ton telah berhasil dikelola, sementara sisanya masih dalam proses penanganan.
Pengolahan dilakukan secara berjenjang, mulai dari pemilahan di rumah tangga hingga pengolahan di fasilitas TPST menjadi bahan bakar alternatif seperti RDF yang dapat dimanfaatkan sektor industri.
Dengan pendekatan menyeluruh ini, Jawa Tengah semakin percaya diri untuk menjadi pelopor provinsi bebas sampah di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kasus suap Rejang Lebong berkembang ke Kota Bengkulu. KPK menemukan uang tunai Rp4 miliar saat menggeledah rumah pejabat Pemkot Bengkulu.
Ekonom menilai penunjukan Destry Damayanti sebagai Pjs. Gubernur BI mampu menjaga kepercayaan pasar selama masa transisi kepemimpinan.
BPBD Sleman mengirim empat tangki air bersih untuk 63 KK di Moyudan yang terdampak gangguan pasokan air selama musim kemarau.
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka dalam bentrokan di Menteng yang menewaskan satu orang dan melukai satu korban lainnya.
Profesi teknisi pelayanan darah masih belum banyak dikenal masyarakat. Padahal, tenaga inilah yang bertanggung jawab memastikan setiap kantong darah aman
BGN menutup 833 dapur SPPG pelaksana Program MBG karena melanggar SOP, mulai dari kasus keracunan hingga IPAL yang tidak memenuhi syarat.