JPU Sebut Pengaturan Kuota Haji Tambahan Lewat Satu Pintu
Jaksa KPK mengungkap pengisian kuota haji tambahan 2023-2024 dilakukan melalui satu pintu lewat Fuad Hasan Masyhur. Fakta itu terungkap dalam sidang dakwaan man
Ilustrasi peserta mengikuti UTBK. /Istimewa.
Harianjogja.com, MAGELANG—Panitia pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Pusat UTBK Universitas Tidar menemukan dugaan kecurangan yang dilakukan seorang peserta dengan menggunakan alat bantu dengar elektronik. Kasus ini terjadi pada pelaksanaan UTBK sesi ke-16, Selasa (28/4/2026) sore, dan menjadi perhatian serius dalam pengawasan ujian berbasis komputer.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Untidar, Suyitno, mengungkapkan peserta tersebut kedapatan membawa sejumlah perangkat komunikasi ilegal saat ujian berlangsung. Temuan ini bermula dari kecurigaan pengawas terhadap perilaku peserta yang dinilai tidak wajar di dalam ruang ujian.
"Pengawas lokasi merasa ada sesuatu yang tidak umum atau janggal pada perilaku peserta tersebut sehingga yang bersangkutan mulai menjadi pusat perhatian pengawas," katanya.
Peserta tersebut diketahui beberapa kali menyentuh bagian telinga dan terus memantau posisi pengawas di dalam ruangan. Perilaku ini kemudian dilaporkan kepada penanggung jawab lokasi yang saat itu tengah melakukan monitoring rutin untuk memastikan pelaksanaan UTBK berjalan sesuai prosedur.
Setelah menerima laporan, penanggung jawab lokasi melakukan pengamatan lebih mendalam terhadap peserta yang dicurigai. Dari pemeriksaan awal, ditemukan sebuah alat bantu dengar yang terpasang di telinga peserta.
Saat dikonfirmasi, peserta mengaku dalam kondisi sehat dan bukan penyandang disabilitas rungu. Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim teknis panitia UTBK.
Hasil pemeriksaan lanjutan mengungkap adanya perangkat tambahan berupa telepon seluler dan sebuah kotak elektronik berbentuk chip. Perangkat tersebut disamarkan menggunakan sampul menyerupai kartu akses hotel sebagai bentuk kamuflase untuk menghindari deteksi.
Meski ditemukan indikasi kecurangan, panitia tetap melanjutkan prosedur ujian dengan mengedepankan aspek kemanusiaan. Ujian sempat dihentikan sementara untuk keperluan pemeriksaan sebelum akhirnya peserta diperbolehkan melanjutkan sisa waktu ujian setelah seluruh perangkat disita.
Usai pelaksanaan ujian, panitia menggelar pertemuan tertutup yang melibatkan penanggung jawab lokasi, koordinator pelaksana, tim monitoring dan evaluasi, serta koordinator teknologi informasi dan komunikasi. Dalam forum tersebut, disusun berita acara kecurangan sebagai dasar pelaporan lebih lanjut.
Peserta yang bersangkutan juga telah mengakui bahwa seluruh barang bukti yang ditemukan merupakan miliknya. Saat ini, pihak Universitas Tidar telah melaporkan kasus dugaan kecurangan UTBK ini kepada panitia tingkat nasional untuk penanganan lebih lanjut.
"Seluruh informasi dan barang bukti sudah kami kumpulkan. Untuk tindak lanjut atau sanksi terhadap peserta, kami masih menunggu arahan dan keputusan dari panitia pusat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jaksa KPK mengungkap pengisian kuota haji tambahan 2023-2024 dilakukan melalui satu pintu lewat Fuad Hasan Masyhur. Fakta itu terungkap dalam sidang dakwaan man
Minat kuliah lulusan SMA dan SMK di DIY naik menjadi 46%, tetapi 30% calon mahasiswa berasal dari keluarga rentan secara ekonomi.
Gladi kotor HUT ke-81 RI digelar di Istana Merdeka. Sebanyak 81 pesawat dan helikopter mengikuti latihan demo udara.
Akun MyPertamina terblokir? Simak penyebab dan cara memulihkan akun, QR Code Subsidi Tepat, hingga layanan Pertamina 135.
Pembangunan gerai dan gudang KDMP di Gunungkidul mencapai 30 titik. Namun, muncul persoalan biaya listrik, air, dan persaingan usaha warga.
Prediksi PSG vs Aston Villa di Piala Super Eropa 2026, lengkap dengan head to head, susunan pemain, dan peluang kedua tim.