Bansos September 2026 Belum Cair Padahal Terdaftar? Ini Penyebabnya
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Potret titik tanggung Sungai Plumbon jebol yang mengakibatkan pemukiman Mangkang Kulon kebanjiran. Kamis (30/4/2026) (Istimewa)
Harianjogja.com, SEMARANG — Dua titik tanggul Sungai Plumbon di Kecamatan Tugu, Kota Semarang, kembali jebol pada Kamis (30/4/2026) sore. Peristiwa ini mengakibatkan permukiman warga di Kelurahan Mangkang Kulon dan Mangunharjo terendam banjir akibat limpasan air sungai yang meluap setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Camat Tugu, Muhammad Mirzaq Effendi, mengungkapkan titik tanggul yang jebol berada di RT 01 RW 01 Mangkang Kulon serta RW 04 Mangunharjo. Namun, dampak paling parah dirasakan warga Mangkang Kulon karena panjang tanggul yang jebol mencapai sekitar 50 meter.
“Dekat jembatan panggung di Mangkang Kulon tanggul jebol sekitar pukul 16.30 WIB,” ujar Mirzaq saat dikonfirmasi, Kamis.
Ia menjelaskan, jebolnya tanggul dipicu oleh dua faktor utama, yakni kondisi bangunan yang sudah tua serta meningkatnya debit air Sungai Plumbon akibat kiriman dari wilayah hulu. Sebelumnya, hujan deras mengguyur kawasan Mangkang sejak pukul 14.30 WIB, yang kemudian menyebabkan volume air meningkat drastis.
Akibat kejadian ini, air meluap ke sejumlah titik, mulai dari permukiman warga, rumah ibadah, hingga area persawahan. Hingga kini, pihak kecamatan masih melakukan pendataan jumlah rumah dan warga terdampak, serta menyiapkan langkah penanganan darurat bersama instansi terkait.
Di wilayah Mangunharjo, tanggul yang jebol dilaporkan tidak sepanjang di Mangkang Kulon. Meski begitu, warga tetap diminta meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi banjir susulan masih cukup tinggi, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Tanggul Kerap Jebol, Warga Resah
Peristiwa ini bukan kali pertama terjadi. Dalam beberapa bulan terakhir, tanggul Sungai Plumbon tercatat berulang kali mengalami kerusakan hingga jebol. Insiden serupa terakhir terjadi pada 3 Maret 2026 yang juga berdampak pada warga Mangkang Kulon.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat. Mereka berharap adanya penanganan serius dan permanen dari pemerintah, mengingat tanggul yang ada dinilai sudah tidak layak dan rentan rusak saat debit air meningkat.
Pihak Kecamatan Tugu bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) saat ini mulai melakukan langkah awal berupa pembersihan bantaran sungai, termasuk penebangan akar-akar pohon yang dinilai turut memperlemah struktur tanggul akibat sedimentasi.
“Salah satu faktor tanggul jebol adalah akar pohon di bantaran sungai. Saat ini kami bersama BBWS mulai melakukan pembersihan dan pemetaan titik rawan,” kata Mirzaq.
Meski langkah awal telah dilakukan, hingga kini warga menilai belum ada solusi konkret untuk memperkuat tanggul di titik-titik kritis. Tanpa penanganan menyeluruh, kejadian serupa dikhawatirkan akan terus berulang setiap musim hujan tiba.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.
iPhone 18 Pro 1TB dan 2TB dilaporkan memakai QLC, sedangkan 256GB dan 512GB menggunakan TLC. Simak hasil uji performanya.