Viral Kerusuhan Hajatan di Sragen, Korban Resmi Lapor Polisi
Kerusuhan hajatan di Sragen viral di media sosial. Korban bersama tim musik resmi melaporkan dugaan penganiayaan ke Polres Sragen.
Para sukarelawan Muhammadiyah Sragen berada di atap madrasah untuk membongkar struktur atap di MTsM 4 Sambungmacan, Sragen, Sabtu (16/5/2026). /Espos.
Harianjogja.com, SRAGEN—Ratusan warga Muhammadiyah bersama masyarakat Dukuh Bulu Boto, Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, bergotong royong membongkar struktur atap bangunan MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan yang ambruk beberapa waktu lalu, Sabtu (16/5/2026).
Kerja bakti tersebut difokuskan pada pembongkaran atap tiga ruang kelas yang terdampak, yakni ruang kelas VII, VIII, dan IX. Warga secara bersama-sama menurunkan genting, kayu usuk, reng, hingga bagian struktur atap lainnya demi mempercepat proses rehabilitasi bangunan sekolah.
Sedikitnya sekitar 200 orang terlibat dalam kegiatan gotong royong tersebut. Mereka berasal dari berbagai unsur Muhammadiyah, mulai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Lazismu, hingga sejumlah lembaga lain di bawah Muhammadiyah, serta warga sekitar lokasi sekolah.
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sambungmacan, Agus Anwar Rosyidi, mengatakan pembongkaran dilakukan secara swadaya dan bergotong royong sebagai langkah awal rehabilitasi bangunan sekolah yang rusak.
"Rencana rehab memang hanya struktur atapnya dulu. Untuk pekerjaan rehab atap akan dimulai dalam waktu secepatnya," jelas dia.
Menurut Agus, keterlibatan ratusan warga menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan. Proses pembongkaran sudah dimulai sejak Sabtu pagi agar penanganan bangunan bisa segera dilakukan.
Sementara itu, Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sragen, Wawan Suranto, mengungkapkan pihaknya telah menggelar rapat koordinasi untuk menindaklanjuti kerusakan bangunan sekolah tersebut.
Ia menyebut terdapat rencana bantuan dari pemerintah pusat untuk rehabilitasi bangunan MTsM 4 Sambungmacan. Namun, kepastian bantuan tersebut masih menunggu informasi lanjutan pada pekan depan.
Wawan menjelaskan proses pembongkaran sementara dilakukan setelah mendapatkan izin dari Wakil Gubernur Jawa Tengah serta Polres Sragen. Meski demikian, garis polisi atau police line tetap dipasang dan tidak diperbolehkan dilepas selama proses berlangsung.
"Tadi ada utusan dari pusat yang juga meminta supaya struktur atap dibongkar dulu, supaya tidak menjadi trauma berkepanjangan bagi siswa yang ada di MTsM," jelas dia.
Pembongkaran tersebut juga dilakukan untuk menjaga keamanan lingkungan sekolah sekaligus mengantisipasi risiko kerusakan lanjutan pada bangunan yang terdampak ambruk. Pihak Muhammadiyah berharap proses rehabilitasi dapat segera berjalan agar aktivitas belajar siswa kembali normal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Espos
Kerusuhan hajatan di Sragen viral di media sosial. Korban bersama tim musik resmi melaporkan dugaan penganiayaan ke Polres Sragen.
Kopdes Merah Putih akan beroperasi setiap hari, tetapi tidak 24 jam. Agrinas menyiapkan sistem shift untuk mendukung operasional koperasi.
Studi Canva menemukan 98% profesional Indonesia menggunakan AI untuk presentasi, dari mencari ide hingga latihan sebelum tampil.
MK mengabulkan sebagian permohonan uji materi soal informasi kandungan gula, garam dan lemak pada kemasan makanan dan minuman.
DPRD Kulonprogo menyoroti rotasi jabatan di Pemkab dan meminta pejabat baru membuktikan kinerja serta meningkatkan pelayanan masyarakat.
Pelindo menargetkan penataan 17 entitas melalui merger, konsolidasi, divestasi dan likuidasi hingga jumlah entitas menjadi 21