10 Destinasi Honeymoon Terpopuler 2027, Bali Masuk Daftar
Yunani menjadi destinasi honeymoon terpopuler 2027, mengungguli Bali dan Maladewa. Simak daftar 10 destinasi pilihan dunia
Ilustrasi hoaks. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kepolisian Daerah Jawa Tengah menegaskan bahwa kabar viral mengenai teror “pocong begal” yang beredar di media sosial di sejumlah wilayah dipastikan merupakan informasi hoaks. Tidak ditemukan satu pun kejadian sebagaimana yang ramai dibicarakan di berbagai platform digital.
Unggahan tersebut sebelumnya menyebar di beberapa daerah seperti Grobogan, Kendal, Magelang, hingga Cilacap. Setelah dilakukan penelusuran melalui patroli siber, polisi menemukan bahwa konten yang beredar merupakan pengulangan video atau foto lama yang kemudian diberi narasi dan lokasi berbeda.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Artanto menegaskan bahwa hasil pengecekan di lapangan tidak menunjukkan adanya peristiwa seperti yang dinarasikan dalam unggahan viral tersebut. Situasi di wilayah yang disebut tetap aman, tertib, dan kondusif.
Meski telah dipastikan hoaks, kepolisian tetap melakukan langkah antisipatif dengan meningkatkan patroli malam di sejumlah titik rawan. Fokus pengamanan dilakukan di kawasan permukiman, jalan sepi, serta wilayah yang minim penerangan.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga rasa aman masyarakat sekaligus memastikan tidak ada gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang dipicu oleh kepanikan akibat informasi palsu.
Imbauan agar warga tidak terpancing hoaks
Polda Jawa Tengah juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Warga diminta tetap tenang dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri jika menemukan situasi yang dianggap mencurigakan.
“Kami imbau masyarakat tidak main hakim sendiri. Utamakan keselamatan dan segera melapor ke layanan 110,” ujar Artanto dikutip dari Antara.
Polisi juga terus menelusuri akun-akun media sosial yang diduga menyebarkan konten tersebut. Aparat menegaskan akan menindak tegas jika ditemukan unsur kesengajaan dalam penyebaran hoaks yang menimbulkan keresahan publik.
Fenomena ini kembali menunjukkan cepatnya penyebaran informasi palsu di media sosial yang dapat memicu kepanikan di masyarakat. Karena itu, warga diimbau untuk selalu memverifikasi informasi sebelum mempercayai atau membagikannya ke orang lain.
Dengan meningkatnya literasi digital dan kehati-hatian dalam menerima informasi, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari kepanikan akibat kabar tidak benar yang beredar di ruang digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Yunani menjadi destinasi honeymoon terpopuler 2027, mengungguli Bali dan Maladewa. Simak daftar 10 destinasi pilihan dunia
Donald Trump mengkritik keputusan Nobel Perdamaian 2026 yang diberikan kepada Navi Pillay dan menyebut keputusan itu mencoreng Norwegia.
Alex Rins meminta maaf setelah mengacungkan jari tengah kepada marshal di MotoGP Mandalika 2026. Insiden terjadi saat sesi Practice menyisakan dua menit.
Astra membangun amphitheater di Desa Sejahtera Astra Kemiren, Banyuwangi, untuk melestarikan budaya Osing sekaligus mendorong pengembangan wisata dan ekonomi ma
DPRD Kota Jogja mendorong promosi dan event rutin di berbagai destinasi, termasuk kampung wisata, agar pengunjung tertarik tinggal lebih lama.
Michael Smith dipenjara 18 bulan setelah menggunakan lagu AI dan ribuan akun bot untuk memanipulasi pemutaran musik serta meraup jutaan dolar royalti.