Pascagempa NTT, 17 Ruas Jalan dan 14 Jembatan Kembali Fungsional
Menteri PU memastikan jalan dan jembatan nasional pascagempa NTT telah kembali fungsional. Infrastruktur bangunan dan air turut diverifikasi.
Pengerjaan perbaikan jalan di Jawa Tengah. ANTARA/HO-Pemprov Jateng
Harianjogja.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa perbaikan jalan di wilayahnya tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Ia menekankan pentingnya kualitas dalam setiap pengerjaan infrastruktur agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Menurut Luthfi, pekerjaan jalan harus dilakukan secara profesional dengan standar yang jelas, bukan sekadar tambal sulam tanpa perencanaan matang. Ia juga meminta seluruh jajaran teknis, baik dari balai maupun dinas terkait, untuk lebih peka terhadap kondisi jalan di lapangan.
“Begitu ada jalan berlubang atau mengalami kerusakan berat, harus langsung masuk skala prioritas penanganan,” tegasnya di Semarang, Jumat (5/6/2026).
Ia menilai, percepatan pembangunan infrastruktur tidak hanya bergantung pada anggaran daerah, tetapi juga dukungan dari pemerintah pusat. Oleh karena itu, seluruh jajaran diminta aktif mengawal usulan bantuan ke kementerian hingga DPR RI agar proyek strategis bisa segera terealisasi.
Selain itu, Luthfi juga menyoroti pentingnya respons cepat terhadap keluhan masyarakat. Ia menilai, berbagai aduan yang viral di media sosial harus dijadikan bahan evaluasi agar pemerintah semakin adaptif dan responsif.
“Masukan dari masyarakat adalah bagian penting dari kolaborasi. Ini harus dijadikan dorongan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ujarnya.
Pada tahun anggaran 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan berbagai proyek peningkatan dan rehabilitasi jalan di sejumlah titik strategis. Beberapa ruas yang menjadi prioritas antara lain Wiradesa–Kajen, Jepara–Keling, Kudus–Colo, hingga Demak–Godong.
Selain itu, sejumlah proyek rehabilitasi juga menyasar jalur padat seperti Pati–Tayu, Jepara–Kudus, hingga Karanganyar–Tawangmangu–Kalisoro. Tidak hanya jalan, pembangunan dan perbaikan jembatan juga menjadi perhatian, termasuk penggantian Jembatan Dengkeng di Klaten yang menghubungkan wilayah menuju DIY.
Secara keseluruhan, Pemprov Jateng juga akan melakukan pemeliharaan rutin jalan provinsi sepanjang 2.414,59 kilometer yang tersebar di 173 ruas, serta perawatan jembatan dengan total panjang mencapai 26.445,77 meter.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah pun menargetkan kualitas infrastruktur yang lebih baik guna menunjang sektor penting seperti pendidikan, kesehatan, hingga distribusi kebutuhan pokok masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Menteri PU memastikan jalan dan jembatan nasional pascagempa NTT telah kembali fungsional. Infrastruktur bangunan dan air turut diverifikasi.
Pakar Turki menilai pipa minyak melalui Suriah sulit menggantikan Selat Hormuz karena biaya tinggi, keamanan, dan minimnya investor.
Harga emas Pegadaian hari ini, Sabtu 5 September 2026, mencakup Antam, UBS, dan Galeri 24 lengkap dengan harga buyback.
Kemlu memastikan dampak kabut asap karhutla lintas negara ditangani melalui kerja sama ASEAN dan koordinasi dengan negara tetangga.
Prabowo meminta penertiban kawasan hutan dilakukan tegas, profesional, transparan, dan akuntabel. Hasil penanganan diumumkan September 2026.
China menangkap 52 warga Singapura di Guangxi terkait dugaan skema piramida. Investigasi masih berlangsung dan Singapura meminta informasi.