Oknum Brimob Jadi Mata-Mata Narkoba Diciduk, Diboyong ke Jakarta
Oknum Brimob Dedy Wiratama dibawa ke Jakarta terkait kasus narkoba Gang Langgar, diduga jadi mata-mata sindikat beromzet ratusan juta.
Pengerjaan perbaikan jalan di Jawa Tengah. ANTARA/HO-Pemprov Jateng
Harianjogja.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa perbaikan jalan di wilayahnya tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Ia menekankan pentingnya kualitas dalam setiap pengerjaan infrastruktur agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Menurut Luthfi, pekerjaan jalan harus dilakukan secara profesional dengan standar yang jelas, bukan sekadar tambal sulam tanpa perencanaan matang. Ia juga meminta seluruh jajaran teknis, baik dari balai maupun dinas terkait, untuk lebih peka terhadap kondisi jalan di lapangan.
“Begitu ada jalan berlubang atau mengalami kerusakan berat, harus langsung masuk skala prioritas penanganan,” tegasnya di Semarang, Jumat (5/6/2026).
Ia menilai, percepatan pembangunan infrastruktur tidak hanya bergantung pada anggaran daerah, tetapi juga dukungan dari pemerintah pusat. Oleh karena itu, seluruh jajaran diminta aktif mengawal usulan bantuan ke kementerian hingga DPR RI agar proyek strategis bisa segera terealisasi.
Selain itu, Luthfi juga menyoroti pentingnya respons cepat terhadap keluhan masyarakat. Ia menilai, berbagai aduan yang viral di media sosial harus dijadikan bahan evaluasi agar pemerintah semakin adaptif dan responsif.
“Masukan dari masyarakat adalah bagian penting dari kolaborasi. Ini harus dijadikan dorongan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ujarnya.
Pada tahun anggaran 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan berbagai proyek peningkatan dan rehabilitasi jalan di sejumlah titik strategis. Beberapa ruas yang menjadi prioritas antara lain Wiradesa–Kajen, Jepara–Keling, Kudus–Colo, hingga Demak–Godong.
Selain itu, sejumlah proyek rehabilitasi juga menyasar jalur padat seperti Pati–Tayu, Jepara–Kudus, hingga Karanganyar–Tawangmangu–Kalisoro. Tidak hanya jalan, pembangunan dan perbaikan jembatan juga menjadi perhatian, termasuk penggantian Jembatan Dengkeng di Klaten yang menghubungkan wilayah menuju DIY.
Secara keseluruhan, Pemprov Jateng juga akan melakukan pemeliharaan rutin jalan provinsi sepanjang 2.414,59 kilometer yang tersebar di 173 ruas, serta perawatan jembatan dengan total panjang mencapai 26.445,77 meter.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah pun menargetkan kualitas infrastruktur yang lebih baik guna menunjang sektor penting seperti pendidikan, kesehatan, hingga distribusi kebutuhan pokok masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Oknum Brimob Dedy Wiratama dibawa ke Jakarta terkait kasus narkoba Gang Langgar, diduga jadi mata-mata sindikat beromzet ratusan juta.
Kulonprogo bersiap sambut libur sekolah 2026, Pantai Glagah diprediksi jadi destinasi favorit wisatawan.
Puluhan kain tradisional dari berbagai daerah di Indonesia kini berkumpul dalam satu ruang di Gedung Saraswati Museum Sonobudoyo, Jogja.
KPK menyidik dugaan korupsi notifikasi SMS dan WhatsApp di BRI dan Telkom, kerugian negara hampir Rp2 triliun.
Kecelakaan di Jalan Wonosari Bantul tewaskan pejalan kaki lansia, polisi selidiki penyebab dan temukan barang bukti.
KPK geledah rumah Silmy Karim terkait kasus pemerasan izin tinggal WNA senilai Rp145,5 miliar, buru bukti baru.