Aksi Teatrikal Warnai Peringatan 30 Tahun Kudatuli di Kantor PDIP
PDIP memperingati 30 tahun Kudatuli dengan aksi teatrikal, ritual adat, dan pembacaan puisi di Gedung DPP PDIP di Jakarta.
Tanaman mangrove - ist/Freepik
Harianjogja.com, PEKALONGAN—Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, resmi meluncurkan kawasan hutan percontohan mangrove (Arboretum Mangrove) sebagai bagian dari upaya konservasi lingkungan dan perlindungan kawasan pesisir.
Wali Kota Pekalongan, Aszan Arslan Djunaid, mengatakan arboretum tersebut akan difungsikan sebagai pusat edukasi lingkungan bagi masyarakat, akademisi, dan kalangan pendidikan.
“Arboretum tersebut akan dikembangkan dengan 12 jenis mangrove sebagai sarana pembelajaran dan konservasi lingkungan pesisir,” kata Aszan, Senin (8/6/2026).
Menurut dia, penanaman mangrove menjadi langkah strategis untuk memulihkan kawasan pesisir yang terdampak abrasi dan kenaikan muka air laut.
Selain pengembangan Arboretum Mangrove, Pemkot Pekalongan juga berencana melanjutkan rehabilitasi kawasan mangrove di sejumlah titik pesisir lainnya, termasuk kawasan Pantai Sari Kandang Panjang yang sebelumnya dikenal sebagai Pusat Informasi Mangrove (PIM).
Upaya rehabilitasi tersebut akan didukung pembangunan breakwater atau pemecah gelombang guna mengurangi dampak abrasi sekaligus mendorong terbentuknya sedimentasi baru yang dapat dimanfaatkan untuk penanaman mangrove.
Aszan berharap keberadaan Arboretum Mangrove mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan pesisir agar tetap bersih, sehat, aman, nyaman, dan lestari bagi generasi mendatang.
Ajak Masyarakat Kelola Sampah dari Sumbernya
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekalongan, Joko Purnomo, mengajak masyarakat untuk lebih aktif menjaga kebersihan lingkungan melalui kegiatan kerja bakti secara rutin di tingkat RT, RW, kelurahan, maupun organisasi perangkat daerah.
Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung pelestarian lingkungan, terutama di tengah persoalan pengelolaan sampah yang masih menjadi tantangan nasional.
“Di tengah kondisi darurat sampah yang dihadapi Indonesia, kami mengimbau masyarakat melakukan pemilahan sampah dari sumbernya agar memiliki nilai ekonomi dan dapat mendukung pembangunan di lingkungan masing-masing,” kata Joko.
Ia menambahkan, kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah dapat membantu mengurangi beban tempat pembuangan akhir sekaligus menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui pengelolaan sampah yang lebih baik.
Peluncuran Arboretum Mangrove diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus memperkuat edukasi lingkungan bagi masyarakat Kota Pekalongan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PDIP memperingati 30 tahun Kudatuli dengan aksi teatrikal, ritual adat, dan pembacaan puisi di Gedung DPP PDIP di Jakarta.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.
Samsung Galaxy Watch Ultra2 hadir dengan fitur kesehatan berbasis AI untuk trail running, diving, dan pemantauan kebugaran harian.