Ketua Dekranasda Jateng Kagumi Batik Pekalongan dan Industri Kreatif

Sunartono
Sunartono Rabu, 10 Juni 2026 08:07 WIB
Ketua Dekranasda Jateng Kagumi Batik Pekalongan dan Industri Kreatif

Ketua Dekranasda Jateng Nawal Arafah Yasin mengapresiasi batik Pekalongan dan pengembangan industri kreatif yang dinilai layak menjadi contoh daerah lain. /pekalongankota.

Harianjogja.com, PEKALONGAN—Pengelolaan kerajinan daerah dan pengembangan industri kreatif berbasis budaya di Kota Pekalongan mendapat apresiasi dari Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin. Menurutnya, keberhasilan Pekalongan dalam mengembangkan sektor kerajinan, khususnya batik, layak menjadi contoh bagi daerah lain di Jawa Tengah.

Apresiasi tersebut disampaikan saat Nawal bersama para Ketua Dekranasda kabupaten/kota se-Jawa Tengah mengunjungi Showroom Dekranasda Kota Pekalongan pada Senin (8/6/2026). Kunjungan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antardaerah sekaligus melihat secara langsung perkembangan produk kerajinan unggulan yang dihasilkan para pelaku usaha lokal.

Dalam kesempatan tersebut, Nawal mengaku terkesan dengan beragam produk yang dipamerkan, terutama batik yang selama ini menjadi identitas budaya sekaligus ikon Kota Pekalongan.

“Luar biasa. Saya merasa takjub melihat bagaimana Pemerintah Kota Pekalongan bersama Dekranasda mampu mengelola dan mengembangkan sektor kerajinan daerah dengan sangat baik. Ini merupakan prestasi yang patut diapresiasi karena tidak hanya menjadi kebanggaan Kota Pekalongan, tetapi juga menjadi aset dan kebanggaan bagi Jawa Tengah,” ungkapnya dilansir dari laman resmi Pemerintah Kota Pekalongan, Rabu (10/6/2026).

Menurut Nawal, batik memiliki nilai lebih dari sekadar produk kerajinan. Batik telah menjadi identitas budaya yang melekat kuat pada Kota Pekalongan dan berperan sebagai salah satu representasi Jawa Tengah di tingkat nasional maupun internasional.

Selain mengunjungi showroom, rombongan juga melakukan kunjungan ke Museum Batik Pekalongan untuk melihat lebih dekat perjalanan sejarah batik yang berkembang di daerah tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta diajak mengenal proses membatik secara langsung, mulai dari teknik membatik cap hingga membatik tulis. Pengalaman tersebut dinilai memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai proses kreatif di balik lahirnya karya batik yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Pekalongan.

“Saya mendapatkan pengalaman yang sangat berkesan. Tidak hanya melihat hasil karya para perajin, tetapi juga belajar secara langsung proses membatik. Ini pengalaman yang sangat keren dan memberikan pemahaman bahwa pelestarian budaya harus dilakukan secara nyata melalui edukasi dan keterlibatan masyarakat,” tuturnya.

Nawal menambahkan, konsep pengembangan kerajinan yang diterapkan Kota Pekalongan menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, Dekranasda, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan industri kreatif berbasis budaya. Model pengembangan tersebut dinilai mampu mengoptimalkan potensi kerajinan lokal sekaligus memperkuat daya saing produk daerah.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Pekalongan, Inggit Soraya, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan Dekranasda Provinsi Jawa Tengah terhadap pengembangan kerajinan di Kota Pekalongan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan Ibu Ketua Dekranasda Jawa Tengah. Kehadiran beliau bersama para Ketua Dekranasda kabupaten/kota se-Jawa Tengah menjadi kehormatan sekaligus penyemangat bagi kami untuk terus berinovasi dalam mengembangkan potensi kerajinan Kota Pekalongan,” ujar Inggit.

Menurut Inggit, kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan lebih luas berbagai produk unggulan hasil karya perajin lokal sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi antardaerah dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh rombongan yang telah berkenan mengunjungi Showroom Dekranasda Kota Pekalongan dan melihat secara langsung beragam produk unggulan karya para perajin lokal.

Lebih lanjut, Inggit berharap rencana pembangunan showroom Dekranasda yang baru dapat segera direalisasikan guna mendukung promosi produk kerajinan daerah secara lebih optimal.

“Kami berharap showroom Dekranasda Kota Pekalongan yang baru dapat segera dibangun. Nantinya fasilitas tersebut diharapkan mampu menampilkan lebih banyak hasil karya para pembatik, pengrajin aksesori, kriya, fesyen, dan berbagai produk unggulan lainnya sehingga menjadi etalase kebanggaan Kota Pekalongan,” katanya.

Keberadaan showroom baru diharapkan mampu membuka ruang promosi yang lebih representatif bagi pelaku usaha kerajinan, sekaligus memperluas akses pasar bagi produk-produk unggulan daerah. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Kota Pekalongan untuk mempertahankan predikat sebagai Kota Batik Dunia melalui inovasi, pelestarian budaya, dan pemberdayaan pelaku ekonomi kreatif agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Melalui kolaborasi yang terus diperkuat antara Dekranasda Provinsi Jawa Tengah dan Dekranasda kabupaten/kota, pengembangan batik serta berbagai produk kerajinan daerah diharapkan tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga memberikan kontribusi ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat dan memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu pusat industri kreatif berbasis budaya di Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online