DPRD Temanggung Soroti Fenomena LGBT, Pengawasan Anak Diperketat

Newswire
Newswire Sabtu, 13 Juni 2026 11:37 WIB
DPRD Temanggung Soroti Fenomena LGBT, Pengawasan Anak Diperketat

Foto ilustrasi anak-anak bermain ponsel, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Harianjogja.com, TEMANGGUNG—Fenomena konten media sosial yang dinilai berpotensi memengaruhi perilaku anak dan pelajar menjadi perhatian DPRD Temanggung. Pengawasan anak di era digital dinilai perlu diperkuat melalui keterlibatan keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial untuk mencegah berbagai risiko yang mengancam tumbuh kembang generasi muda.

Perhatian tersebut muncul setelah DPRD Temanggung mencermati keberadaan sejumlah komunitas dan aktivitas di platform digital yang dianggap menyasar kalangan usia sekolah. Temuan itu mendorong perlunya peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap aktivitas anak di ruang maya yang semakin mudah diakses.

"Kita semua bisa merasakan, belakangan ini di berbagai platform media sosial muncul fenomena yang mengarah ke LGBT. Mirisnya, tidak sedikit yang berasal dari kalangan anak dan pelajar. Bahkan kami memantau di salah satu platform terdapat grup-grup komunitas yang terindikasi menyimpang, termasuk di Kabupaten Temanggung," katanya.

Menurutnya, derasnya arus informasi di media sosial menjadi salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap munculnya fenomena tersebut. Selain akses yang semakin terbuka, pengawasan dari lingkungan terdekat anak dinilai masih perlu diperkuat agar perkembangan perilaku mereka dapat terpantau secara lebih optimal.

Ia menjelaskan bahwa tanggung jawab pengawasan tidak hanya berada di pundak orang tua. Keluarga, lingkungan tempat tinggal, teman pergaulan, hingga institusi pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter sekaligus memastikan anak mendapatkan pendampingan yang memadai sesuai nilai dan norma yang berlaku.

Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin cepat, ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya fokus pada satu isu tertentu. Berbagai ancaman lain terhadap anak, termasuk kekerasan dan pelecehan seksual, menurutnya juga memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak.

"Tidak hanya LGBT, tetapi jangan mengesampingkan juga predator kekerasan dan pelecehan seksual yang menyasar anak. Kita bisa melihat berbagai kasus yang muncul akhir-akhir ini. Karena itu, kami meminta seluruh pihak lebih peka terhadap perkembangan dan perilaku anak masing-masing. Ini sangat berbahaya dan dapat menimbulkan efek berantai," katanya.

Karena itu, ia mendorong seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap aktivitas anak, baik ketika berinteraksi secara langsung maupun saat menggunakan media sosial. Pengawasan yang dilakukan secara kolaboratif dinilai penting untuk meminimalkan risiko anak menjadi korban kekerasan, pelecehan seksual, maupun berbagai pengaruh negatif lainnya yang berkembang di lingkungan pergaulan dan ruang

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online