Gerhana Matahari Total 2026: Momen untuk Mengungkap Misteri Korona
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 melintasi Greenland, Islandia, Spanyol. Ilmuwan manfaatkan momen langka ini untuk teliti korona Matahari. Tidak terlihat
Foto ilustrasi daging sapi. - Freepik
Harianjogja.com, BATANG—Harga daging sapi di pasar tradisional Kabupaten Batang, tercatat mengalami kenaikan dan mulai dirasakan langsung oleh pedagang maupun pelaku usaha olahan sejak pertengahan Juni 2026. Kondisi ini membuat aktivitas jual beli di lapangan ikut melambat karena pembeli menyesuaikan jumlah belanja mereka.
Kenaikan tersebut terjadi sejak 15 Juni 2026 dengan selisih sekitar Rp3 ribu per kilogram, yang dipicu oleh meningkatnya harga sapi hidup di tingkat hulu. Dampaknya tidak hanya pada harga jual di pasar, tetapi juga pada pola distribusi dan stok yang kini lebih ketat dibandingkan sebelumnya.
Salah satu pedagang, Ida, membenarkan bahwa perubahan harga ini sudah berlangsung beberapa pekan terakhir dan mulai memengaruhi jumlah pembeli yang datang ke lapak dagangannya.
“Sebelumnya Rp137 ribu terus naik jadi Rp140 ribu per kilogram. Dampaknya selain pembeli berkurang, jumlah stok terpaksa dikurangi karena takut tidak habis,” katanya, dikutip dari laman resmi Pemkab Batang, Senin (22/6/2026).
Penyesuaian harga tersebut juga berdampak pada manajemen stok harian pedagang. Jika sebelumnya suplai daging yang disediakan cukup besar, kini banyak pedagang memilih menurunkan volume stok untuk menghindari kerugian akibat barang tidak terjual.
Ida menyebutkan, pengurangan stok mencapai sekitar 30 persen dibandingkan kondisi normal sebelum kenaikan harga terjadi.
“Biasanya sedia daging itu 75 kilogram, sekarang terpaksa harus dikurangi jadi 40 kilogram, soalnya pembeli mengurangi jumlah pembelian,” jelasnya.
Dampak lanjutan dari kenaikan harga ini juga dirasakan oleh pelaku usaha olahan daging, termasuk pengusaha bakso yang sangat bergantung pada kestabilan harga bahan baku. Perubahan harga sedikit saja dapat memengaruhi komposisi produksi harian.
Salah satu pengusaha bakso, Sarkuwat, menyayangkan kenaikan harga daging sapi karena akan berdampak pada kualitas bakso karena memerlukan takaran yang tepat demi menjaga kualitas olahannya.
Ia mengaku harus melakukan penyesuaian takaran produksi agar biaya tetap terkendali, meskipun harga jual ke konsumen belum bisa diubah.
“Ya belinya tetap 1 kilogram setiap hari, cuma nanti porsi baksonya yang dikurangi. Harganya tetap, biar konsumen tidak kabur,” ungkapnya.
Bagi pelaku usaha seperti Sarkuwat, stabilitas harga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha harian, terutama di tengah persaingan usaha kuliner yang ketat dan sensitif terhadap perubahan harga bahan baku.
“Pinginnya ya harganya normal lagi, biar nggak kesusahan,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 melintasi Greenland, Islandia, Spanyol. Ilmuwan manfaatkan momen langka ini untuk teliti korona Matahari. Tidak terlihat
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 8 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000.
Meta dijatuhi denda baru Rp10,12 triliun terkait dampak Instagram dan Facebook terhadap kesehatan mental anak. Total sanksi kini mencapai Rp16,8 triliun.
Nissan NX7, SUV PHEV baru di China, hadir dengan baterai 40,95 kWh, jangkauan listrik 225 km, mesin 1.500 cc, dan konsumsi 4,82 l/100 km. Saingi produsen lokal.
Microsoft memperingatkan serangan siber CaptiveCrunch yang menyasar pengguna WiFi hotel melalui pop-up palsu. Peretas dapat mencuri data, merekam aktivitas, hin
Badan Gizi Nasional membuka tiga jalur pengaduan melalui PO box untuk pegawai, mitra, dan masyarakat guna memperkuat transparansi serta pengawasan Program Makan