Pekalongan Perkuat Transformasi Digital untuk Pangkas Birokrasi

Newswire
Newswire Senin, 29 Juni 2026 15:47 WIB
Pekalongan Perkuat Transformasi Digital untuk Pangkas Birokrasi

Pelayanan publik - ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, PEKALONGAN—Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan terus memperkuat transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan. Langkah terbaru dilakukan dengan meluncurkan tiga inovasi layanan digital yang ditujukan untuk mempercepat pelayanan publik, memperluas kolaborasi lintas sektor, serta meningkatkan efisiensi birokrasi.

Peluncuran tiga aplikasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Pekalongan dalam membangun sistem pemerintahan yang lebih modern, transparan, aman, dan responsif terhadap perkembangan teknologi. Digitalisasi dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk menjawab tuntutan pelayanan masyarakat yang semakin cepat dan terintegrasi.

Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid, mengatakan transformasi digital tidak lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan yang harus dijalankan oleh setiap institusi pemerintahan.

“Digitalisasi bukan lagi pilihan tetapi sebuah kebutuhan. Penyimpanan data tidak cukup hanya dalam bentuk fisik tetapi juga harus tersedia secara digital agar lebih aman dan mudah diakses sehingga benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya, Senin (29/6/2026).

Tiga aplikasi yang diluncurkan merupakan hasil pengembangan dari sejumlah bagian di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Pekalongan. Masing-masing dirancang untuk menjawab kebutuhan administrasi yang berbeda sekaligus mendukung percepatan layanan kepada masyarakat.

Aplikasi pertama adalah Tracking Informasi Naskah dan Tanda Tangan, yang dikembangkan oleh Bagian Hukum. Sistem ini memungkinkan pelacakan dokumen dinas dan proses penandatanganan secara digital sehingga mempercepat alur administrasi serta memudahkan pemantauan status dokumen.

Aplikasi kedua adalah Sinergi Layanan Kerja Sama Daerah Kota Pekalongan yang dikembangkan oleh Bagian Pemerintahan. Platform ini dirancang untuk mengintegrasikan proses administrasi kerja sama daerah sehingga koordinasi antarlembaga dapat berjalan lebih efektif dan terdokumentasi dengan baik.

Sementara itu, aplikasi ketiga bernama Sistem Informasi Usulan Perubahan Data Administrasi Religius Keagamaan Andal yang dikembangkan oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra). Sistem tersebut ditujukan untuk mendukung pengelolaan data administrasi keagamaan agar lebih tertib, akurat, dan mudah diakses.

Menurut Afzan, pemanfaatan teknologi digital tidak hanya berfungsi mempercepat proses birokrasi, tetapi juga meningkatkan keamanan data dan kualitas layanan publik secara menyeluruh. Dengan sistem yang terintegrasi, proses administrasi diharapkan menjadi lebih sederhana dan transparan.

Ia menambahkan, implementasi aplikasi tersebut telah mulai digunakan untuk mendukung berbagai kerja sama strategis, termasuk kolaborasi dengan Poltekkes Kemenkes Semarang.

Pemkot Pekalongan berharap kehadiran inovasi digital tersebut mampu menjadi pendorong peningkatan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat daya saing daerah di tengah percepatan transformasi teknologi yang terjadi di berbagai sektor.

“Kami berharap inovasi-inovasi ini dapat menjadi pemantik peningkatan kualitas pelayanan publik, memangkas birokrasi yang berbelit, sekaligus memperkuat daya saing daerah di tingkat nasional,” ujar Afzan.

Transformasi digital menjadi salah satu fokus berbagai pemerintah daerah di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Selain meningkatkan efisiensi kerja aparatur, digitalisasi juga dinilai mampu menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, akurat, dan mudah diakses oleh masyarakat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online