Badai Dahsyat di Prancis, 13.000 Rumah Masih Alami Pemadaman Listrik
Badai dahsyat di Prancis menyebabkan 13.000 rumah masih mengalami pemadaman listrik, merusak permukiman, dan mengganggu transportasi.
Foto ilustrasi bantuan sosial (bansos), dibuat menggunakan Artificial Intelligence/AI.
Harianjogja.com, PEKALONGAN—Pemerintah Kota Pekalongan mencatat sebanyak 11.090 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) masih berada pada kategori desil 1 hingga desil 4 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan ekonomi terendah hingga rentan miskin.
Pemerintah pun mendorong penerima bantuan yang kondisi ekonominya telah membaik untuk melakukan graduasi mandiri agar bantuan sosial dapat dialihkan kepada warga yang lebih membutuhkan.
Sekretaris Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P2KB) Kota Pekalongan, Nur Agustina, mengatakan graduasi mandiri menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kemandirian masyarakat sekaligus memperluas jangkauan penerima bantuan sosial yang benar-benar memenuhi kriteria.
"Kami mendorong masyarakat yang sudah merasa mampu atau masuk desil di atas 4 untuk mengajukan graduasi mandiri," katanya, Minggu.
Menurut Nur Agustina, langkah tersebut bertujuan memberikan kesempatan kepada masyarakat lain yang masih berada dalam kondisi ekonomi lebih rentan untuk memperoleh manfaat Program Keluarga Harapan.
Ia menjelaskan besaran bantuan PKH pada tahun ini masih sama seperti tahun sebelumnya. Bantuan disalurkan langsung ke rekening penerima yang memenuhi persyaratan, seperti memiliki anak usia sekolah, ibu hamil, maupun anggota keluarga penyandang disabilitas.
"Oleh karena itu, kami meminta masyarakat yang kondisi ekonominya telah membaik diharapkan secara sukarela mengundurkan diri dari kepesertaan PKH agar bantuan dapat dialihkan pada warga yang kondisinya lebih membutuhkan," katanya.
Selain menyalurkan bantuan sosial, Dinsos-P2KB Kota Pekalongan juga menjalankan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) sebagai upaya meningkatkan kemandirian ekonomi para penerima manfaat.
Melalui program tersebut, penerima manfaat yang telah memiliki usaha memperoleh bantuan modal senilai Rp5 juta dalam bentuk barang sebagai stimulan untuk mendukung pengembangan usahanya. Program ini diharapkan dapat membantu penerima PKH meningkatkan taraf ekonomi hingga tidak lagi bergantung pada bantuan sosial.
"Harapannya, penerima manfaat bisa mengembangkan usahanya hingga mampu mandiri sejalan dengan semangat bantuan sementara, berdaya selamanya," kata Nur Agustina.
Masyarakat dapat mengetahui status desil dan kepesertaan bantuan sosial secara mandiri melalui aplikasi resmi Cek Bansos milik Kementerian Sosial. Berikut langkah-langkahnya:
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Badai dahsyat di Prancis menyebabkan 13.000 rumah masih mengalami pemadaman listrik, merusak permukiman, dan mengganggu transportasi.
Hotman Paris Hutapea resmi ditunjuk menjadi kuasa hukum Febrie Adriansyah di tengah berlanjutnya proses hukum yang ditangani Kejaksaan Agung.
Lima pemain Timnas Spanyol yang pernah berfoto dengan Lionel Messi saat kecil kini akan menghadapi sang legenda pada final Piala Dunia 2026.
650 mobil baru dalam 6 bulan! China banjiri pasar otomotif, BYD sebut "gila", Ford peringatkan AS tak bisa halangi selamanya.
PSIM Jogja menggelar medical check-up bagi pemain jelang Liga 1 musim 2026/2027. Pemeriksaan meliputi cek jantung, darah, hingga riwayat cedera dan kesehatan.
Gelombang panas Tokyo memaksa pegawai negeri pakai celana pendek ke kantor! Gubernur Yuriko Koike izinkan sebagai bagian dari kampanye Cool Biz. Simak pro-kontr