Luapan Kali Pepe Rendam Kampung Sruni Solo Seusai Hujan Deras
Hujan deras memicu luapan Kali Pepe dan merendam Kampung Sruni, Kadipiro, Solo. Genangan setinggi 20–30 cm terjadi akibat kiriman air dari Boyolali.
Foto ilustrasi bayi kembar. - ist
Harianjogja.com, SOLO—Pemerintah Kota Solo bergerak menindaklanjuti dua kasus penemuan bayi yang terjadi di lokasi berbeda dalam satu hari, Sabtu (4/7/2026). Peristiwa tersebut menyita perhatian karena satu bayi ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan satu bayi lainnya berhasil diselamatkan setelah ditemukan di atas Kereta Api Sancaka.
Wali Kota Solo Respati Ardi menyatakan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengawal penanganan kedua kasus tersebut, mulai dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), kepolisian, hingga Wakil Wali Kota Solo.
"Kita segera tindaklanjuti. Tadi saya sudah berkomunikasi dengan PPA, kepolisian dan Mbak Wawali, akan mengawal itu. Ada dua [bayi] ini tentunya serius sekali," ungkap Respati kepada wartawan usai menghadiri rapat paripurna DPRD Solo, Senin (6/7/2026).
Respati Soroti Pentingnya Edukasi bagi Generasi Muda
Menurut Respati, dua kasus yang terjadi dalam waktu berdekatan menjadi pengingat perlunya memperkuat edukasi kepada generasi muda. Ia menilai keluarga, sekolah, dan lingkungan memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan kepada anak-anak maupun remaja.
"Ini makanya kita penting edukasi mulai dari sekolah, terkait penyimpangan seksual, kebebasan ini perlu kita awasi lagi," kata dia.
Bayi yang Selamat Dapat Pendampingan
Sementara itu, Polresta Solo bersama Pemerintah Kota Solo mengunjungi bayi yang ditemukan di atas KA Sancaka dan kini menjalani perawatan di RS Bhayangkara Tk. IV Solo pada Senin.
Kunjungan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani, Karumkit Bhayangkara Tk. IV Solo Kompol dr. Arif Tria Novianto, Sp.THT-BKL, FICS, Kasat Res PPA dan PPO Polresta Solo Kompol Ratna, serta Kapolsek Banjarsari Kompol Harno.
Polresta Solo Pastikan Perlindungan bagi Bayi
Kapolresta Solo Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo melalui Kasi Humas AKP Lingga Ramadhani menegaskan kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam memberikan perlindungan kepada anak.
Menurutnya, pendampingan dilakukan melalui Sat PPA dengan melibatkan pemerintah daerah, rumah sakit, serta instansi terkait agar seluruh hak bayi dapat terpenuhi.
"Polresta Surakarta berkomitmen memberikan perlindungan maksimal terhadap anak. Melalui Sat PPA, kami terus melakukan pendampingan, berkoordinasi dengan pemerintah daerah, rumah sakit, serta instansi terkait agar seluruh hak-hak bayi ini dapat terpenuhi dengan baik, baik dari sisi kesehatan maupun perlindungan hukumnya," ujar AKP Lingga.
Dua Penemuan Bayi Terjadi pada Hari yang Sama
Peristiwa pertama terjadi pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 07.20 WIB. Seorang bayi ditemukan dalam kondisi selamat di toilet KA Sancaka relasi Yogyakarta–Surabaya Gubeng.
Setelah ditemukan, bayi tersebut segera memperoleh penanganan medis di Pos Kesehatan Stasiun Solo Balapan. Tim medis Klinik Mediska KAI Solo kemudian melakukan observasi dan menyatakan kondisi bayi sehat serta stabil sebelum penanganan selanjutnya dikoordinasikan dengan Polsek Banjarsari.
Pada hari yang sama sekitar pukul 16.00 WIB, bayi lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di selokan Jalan Pisang II, Kelurahan Kerten, Kecamatan Laweyan, Solo.
Pemerintah Kota Solo bersama kepolisian kini terus mengawal penanganan kedua kasus tersebut sesuai kewenangan masing-masing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Espos
Ketua Banggar DPR Said Abdullah menolak usulan kenaikan gaji kepala daerah. Menurutnya, pemerintah perlu memprioritaskan stabilitas fiskal negara.
Zulhas menegaskan pasar karbon nasional harus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan sekaligus menjaga kelestarian hutan Indonesia.
OJK menyebut scam digital mengancam kepercayaan publik. Hingga Juni 2026, IASC menerima lebih dari 608.000 laporan dengan Rp674 miliar berhasil diamankan.
Tim SAR Gabungan menemukan bocah yang terseret ombak di Pantai Gua Cemara dalam kondisi meninggal dunia di Pantai Bugel, sekitar 13 kilometer dari lokasi kejadi
Kemendikdasmen menyampaikan masukan kepada BGN untuk memperbaiki tata kelola Program Makan Bergizi Gratis, termasuk distribusi dan sasaran penerima.