Tiga Desa di Temanggung Mulai Nikmati Proyek SPAM Rp3 Miliar

Newswire
Newswire Senin, 13 Juli 2026 18:47 WIB
Tiga Desa di Temanggung Mulai Nikmati Proyek SPAM Rp3 Miliar

Foto ilustrasi air mineral dalam kemasan atau air minum dalam kemasan. - Freepik

Harianjogja.com, TEMANGGUNG—Pemerintah Kabupaten Temanggung mulai merealisasikan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) senilai Rp3 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2026. Proyek ini ditujukan untuk meningkatkan akses air minum layak bagi masyarakat di tiga desa.

Sebanyak 769 sambungan rumah akan memperoleh layanan dari sistem tersebut. Wilayah yang menjadi sasaran pembangunan meliputi Desa Bandunggede di Kecamatan Kedu, Desa Gedongsari di Kecamatan Jumo, dan Desa Tuksari di Kecamatan Kledung.

Bupati Temanggung Agus Setyawan mengatakan pembangunan SPAM merupakan upaya pemerintah menyediakan layanan air bersih yang layak bagi kebutuhan rumah tangga masyarakat.

"Alhamdulillah, Pemkab Temanggung diberikan kepercayaan oleh pemerintah pusat melalui alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN 2026," kata Agus Setyawan.

Ia meminta seluruh pihak ikut mengawasi pelaksanaan proyek agar berjalan sesuai rencana dan menghasilkan infrastruktur yang berkualitas.

"Karena anggarannya cukup besar, mari kita awasi bersama-sama dengan baik agar tidak ada masalah di kemudian hari. Dikerjakan sebaik-baiknya, tepat mutu dan tepat waktu. Harapannya, sekali dibangun, fasilitas ini bisa terus bermanfaat sampai puluhan tahun ke depan," katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Temanggung, Hendi Nur Hidayat, menjelaskan pembangunan ditargetkan selesai pada 16 Oktober 2026. Setelah konstruksi rampung, pengelolaan fasilitas akan diserahkan kepada Kelompok Pengelola (KP) SPAM di masing-masing desa.

Menurut Hendi, proyek tersebut mencakup pembangunan sistem penyediaan air dari hulu hingga hilir, mulai dari bangunan penangkap mata air, pemasangan pompa, pembangunan bak penampungan berkapasitas besar, hingga jaringan pipa distribusi yang terhubung ke meteran air di rumah warga.

Selain pembangunan fisik, pemerintah juga akan memberikan pelatihan kepada Kelompok Pengelola SPAM agar mampu mengelola operasional sistem secara mandiri.

"Pasca-konstruksi, Kelompok Pengelola (KP) SPAM di masing-masing desa akan kami undang untuk diberikan pelatihan," katanya.

Pelatihan tersebut meliputi pengelolaan iuran warga untuk membiayai kebutuhan listrik pompa serta pemeliharaan jaringan apabila terjadi kerusakan.

"Prinsip utamanya adalah menjaga agar aliran air bersih ini terus berkelanjutan untuk warga, bukan untuk mencari keuntungan atau bisnis," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online