Gempa M4,9 Sukabumi, KAI Pastikan Jalur Daop 2 Bandung Aman
KAI memastikan seluruh perjalanan kereta di Daop 2 Bandung tetap aman usai gempa M4,9 Sukabumi. KA Siliwangi sempat terlambat 19 menit.
Logo Nahdlatul Ulama (NU)
Harianjogja.com, MAGELANG—Sebanyak 22 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di Jawa Tengah menyatakan dukungan kepada Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf untuk maju sebagai Calon Ketua Umum (Caketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada muktamar mendatang.
Dukungan tersebut disampaikan melalui sebuah maklumat yang memuat aspirasi para pengurus cabang dan masyayikh agar PBNU dipimpin sosok yang mampu merangkul seluruh elemen organisasi dan menguatkan khidmah kepada umat.
Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan di Magelang, Sabtu malam, dengan menghadirkan para pengurus PCNU, kiai, serta unsur organisasi alumni pesantren di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Ketua PCNU Kabupaten Semarang KH Ahmad Fauzan, yang mewakili PCNU se-Jawa Tengah, mengatakan organisasi membutuhkan kepemimpinan yang mampu menjadi perekat seluruh kekuatan NU di tengah dinamika internal.
"Kami memandang perlu hadir kepemimpinan yang mampu menjadi aras persatuan, merangkul seluruh kader dan kekuatan NU tanpa membeda latar belakang, serta mengembalikan orientasi organisasi sepenuhnya untuk khidmah kepada umat dan jam’iyah,” kata Ketua PCNU Kabupaten Semarang KH Ahmad Fauzan mewakili PCNU Jawa Tengah, di Magelang, Sabtu malam.
Dorong PBNU Fokus pada Pelayanan Umat
Dalam maklumat tersebut, para pengurus cabang menilai PBNU perlu kembali memusatkan perhatian pada pelayanan kepada warga NU melalui berbagai bidang strategis.
Mereka berharap kepemimpinan mendatang mampu menjaga organisasi tetap kondusif dan tidak terjebak dalam konflik internal, sehingga fokus pada penguatan pendidikan, pesantren, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, kaderisasi, hingga penguatan organisasi di tingkat cabang dan ranting.
Selain itu, maklumat juga menegaskan pentingnya kepemimpinan yang tetap berpegang pada prinsip Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah, Qanun Asasi, serta nilai dan tradisi para muasis Nahdlatul Ulama.
Dinilai Memiliki Akar Kuat di Tradisi Pesantren
Para pengurus PCNU menilai Gus Yusuf memiliki rekam jejak yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Selain berasal dari lingkungan pesantren, ia juga dinilai memiliki pengalaman organisasi serta kemampuan menjembatani berbagai kelompok di tubuh NU.
Atas dukungan tersebut, Gus Yusuf menyampaikan apresiasi kepada para kiai dan pengurus cabang yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.
“Saya matur nuwun atas kepercayaan dan dawuh para kiai serta sahabat-sahabat PCNU. Bagi saya, ini bukan soal jabatan, tetapi soal khidmah. Jika para masyayikh dan jam’iyah memang menghendaki dan memberi amanah, Insya Allah, saya siap menjalankannya dengan sebaik-baiknya. Yang terpenting, NU harus kembali guyub, solid, dan fokus melayani umat,” katanya.
Sebut Muktamar Harus Jadi Momentum Persatuan
Gus Yusuf juga berharap pelaksanaan Muktamar NU menjadi momentum memperkuat persatuan seluruh warga Nahdlatul Ulama.
Menurutnya, siapa pun yang nantinya memperoleh amanah memimpin PBNU harus mampu menjaga kekompakan organisasi dan menghadirkan manfaat nyata bagi umat.
“NU ini pesantren besar kita bersama. Muktamar harus menjadi jalan untuk menyatukan, bukan memisahkan. Siapa pun yang diberi amanah, tugas utamanya adalah membuat NU semakin guyub dan menghadirkan manfaat yang benar-benar dirasakan oleh umat,” katanya.
Deklarasi dukungan kepada Gus Yusuf turut dihadiri Himpunan Alumni Santri Lirboyo, IMAP Itiihadul Mutakhorijin Al-Falah Ploso, Alumni Asrama Perguruan Islam Tegalrojo, serta para kiai sepuh NU dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Adapun 22 PCNU yang menyatakan dukungan berasal dari Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Purworejo, Temanggung, Wonosobo, Sukoharjo, Boyolali, Karanganyar, Sragen, Cilacap, Salatiga, Demak, Kudus, Kendal, Kabupaten Semarang, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Pemalang, Batang, Kabupaten Pekalongan, Wonogiri, dan Kota Surakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KAI memastikan seluruh perjalanan kereta di Daop 2 Bandung tetap aman usai gempa M4,9 Sukabumi. KA Siliwangi sempat terlambat 19 menit.
LPPOM mengingatkan Kolesom Jumbo dengan kandungan alkohol 19,7% tergolong khamr jika informasi tersebut benar dan tidak memenuhi ketentuan halal.
Harga oli kendaraan naik pada Juli 2026. Simak daftar terbaru Pertamina Fastron, Enduro, Shell Helix, dan Shell Advance beserta penyebabnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 20 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Jogja hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 dengan 15 perjalanan setiap hari.
Industri mobil China meluncurkan sekitar 650 model baru dalam enam bulan pertama 2026. Persaingan makin ketat hingga BYD menyebut kondisinya "benar-benar gila".
Dompet Dhuafa meraih penghargaan Pionir Filantropi Modern & Keadilan Sosial pada JBBA 2026 berkat pengelolaan dana ziswaf yang modern dan transparan.