Kebakaran Aspol Panularan Solo Hanguskan 12 Rumah Dinas

Newswire
Newswire Sabtu, 01 Agustus 2026 14:27 WIB
Kebakaran Aspol Panularan Solo Hanguskan 12 Rumah Dinas

Foto ilustrasi petugas pemadam kebakaran bekerja memadamkan api di lokasi kejadian kebakaran. - Freepik

Harianjogja.com, SOLO— Kebakaran melanda Asrama Polisi (Aspol) Panularan, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Peristiwa tersebut menghanguskan 12 rumah dinas, mengakibatkan 10 kepala keluarga (KK) terdampak, sementara dua rumah lainnya diketahui dalam keadaan kosong.

Api yang cepat membesar sempat memicu kepanikan penghuni asrama karena merembet ke bangunan lain yang berdiri berdekatan. Kepulan asap hitam membumbung tinggi dan terlihat dari sejumlah wilayah di Kota Solo.

Api Cepat Membesar, Enam Mobil Damkar Diterjunkan

Petugas pemadam kebakaran bersama personel Polri, PMI, BPBD, relawan, dan warga langsung bergerak memadamkan api sekaligus mengevakuasi penghuni Aspol.

Sebanyak enam unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi. Setelah berjibaku selama lebih dari dua jam, kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.20 WIB.

Diduga Berawal dari Obat Nyamuk Bakar

Berdasarkan keterangan penghuni Aspol, Purnawirawan Bambang Iswiyanto, api diduga pertama kali muncul dari rumah yang ditempatinya.

Sebelum kejadian, Bambang mengaku menyalakan obat nyamuk bakar yang diletakkan di atas karpet di bawah tempat tidur. Setelah itu, ia keluar rumah untuk mencuci sepeda motor.

Tak lama kemudian, ia melihat asap hitam keluar dari dalam rumah yang segera disusul kobaran api. Kondisi bangunan yang saling berdekatan membuat api dengan cepat menjalar hingga menghanguskan belasan rumah dinas.

Polisi Lakukan Olah TKP

Pada Jumat malam, Satreskrim Polresta Solo bersama Tim Inafis melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab pasti kebakaran.

Petugas juga memasang garis polisi di sekitar lokasi sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Polisi mengimbau masyarakat lebih waspada terhadap potensi kebakaran di lingkungan rumah, termasuk memastikan kompor, obat nyamuk bakar, maupun sumber api lainnya telah dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan.

Tidak Ada Korban Jiwa

Kapolresta Solo Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo bersama Wali Kota Solo Respati Ardi, Ketua DPRD Kota Solo Budi Prasetyo, dan Wakapolresta Solo AKBP Heru Eko Wibowo turut meninjau langsung lokasi kebakaran untuk memastikan proses penanganan berjalan dengan baik.

"Sebanyak 12 unit rumah terbakar. Ada 10 kepala keluarga yang terdampak, sedangkan dua rumah dalam kondisi kosong. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kerugian yang dialami berupa kerugian materiil, sedangkan penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan," kata Catur.

Menurutnya, prioritas petugas saat kejadian adalah menyelamatkan seluruh penghuni serta mencegah api meluas ke bangunan lain.

Selain membantu proses evakuasi warga, personel kepolisian juga mengamankan barang-barang milik penghuni yang masih dapat diselamatkan dan menjaga lokasi pascakebakaran.

Di lokasi yang sama, Wali Kota Solo Respati Ardi menyatakan Pemerintah Kota Solo segera melakukan asesmen bersama BPBD untuk menghitung tingkat kerusakan sekaligus menyiapkan langkah rehabilitasi bagi warga terdampak.

"Prioritas kami saat ini mengevakuasi lansia, anak-anak, dan warga terdampak ke lokasi pengungsian sementara seperti Loji Gandrung, SD Bumi, maupun tempat lain yang telah disiapkan. Setelah itu akan dilakukan asesmen sebagai dasar pembangunan kembali," ujar dia.

Pemerintah Kota Solo memastikan penanganan terhadap warga terdampak akan terus dilakukan sembari menunggu hasil penyelidikan penyebab kebakaran serta pendataan kerusakan yang dialami masing-masing keluarga.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Espos

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online