Jaga Debit Mata Air, Sumur Resapan di Temanggung Diperbanyak

Newswire
Newswire Minggu, 02 Agustus 2026 12:07 WIB
Jaga Debit Mata Air, Sumur Resapan di Temanggung Diperbanyak

Foto ilustrasi pipa air bersih dari sumber air. - Freepik

Harianjogja.com, TEMANGGUNG— Perumda Air Minum Tirta Agung Kabupaten Temanggung memperluas pembangunan sumur resapan di sekitar sumber mata air sebagai upaya menjaga cadangan air tanah di tengah kondisi lingkungan yang semakin memengaruhi ketersediaan sumber air.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Agung Temanggung Rinto Adhi Utomo mengatakan langkah konservasi tersebut dilakukan dengan membangun sumur resapan di sekitar sumber air, selain tetap melaksanakan program reboisasi.

"Selain melakukan reboisasi, perusahaan juga mengembangkan pembangunan sumur resapan di sekitar sumber air sebagai langkah menjaga cadangan air tanah," kata Rinto di Temanggung, Minggu.

Menurut Rinto, pembangunan sumur resapan diharapkan mampu meningkatkan daya serap air hujan ke dalam tanah sehingga keberlangsungan mata air tetap terjaga.

Ia menjelaskan beberapa tahun lalu PDAM telah membangun sekitar 30 sumur resapan di Desa Pandemulyo. Program tersebut kemudian mendapat dukungan dari Coca-Cola Foundation yang membantu pembangunan sekitar 800 sumur resapan di wilayah Desa Pandemulyo.

"Beberapa tahun lalu kami telah membangun sekitar 30 sumur resapan di Desa Pandemulyo. Alhamdulillah, program tersebut mendapat perhatian dari Coca-Cola Foundation yang kemudian mendukung pembangunan sekitar 800 sumur resapan di wilayah Pandemulyo. Seluruh pembangunan tersebut ditargetkan selesai tahun ini," katanya.

Program konservasi air kini berlanjut di Desa Tlahap. PDAM bekerja sama dengan pemerintah desa untuk menentukan titik-titik yang dinilai paling efektif sebagai lokasi pembangunan sumur resapan.

Salah satu kawasan yang menjadi prioritas berada di sekitar Mata Air Sidangdang yang memiliki debit air cukup besar.

Sebelum pembangunan dilakukan, PDAM terlebih dahulu melaksanakan kajian untuk menentukan daerah tangkapan air sehingga sumur resapan dibangun di lokasi yang memberikan manfaat paling optimal bagi keberlanjutan sumber air.

Rinto menuturkan pelayanan air bersih melalui jaringan PDAM hingga saat ini belum menjangkau seluruh wilayah di Kabupaten Temanggung. Kecamatan Candiroto, Tretep, Wonoboyo, dan Bejen masih belum terlayani karena keterbatasan sumber mata air yang memenuhi syarat.

Meski demikian, kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah tersebut telah dibantu melalui Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang dikelola Kementerian Pekerjaan Umum.

PDAM juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait agar pengembangan jaringan PDAM dan Pamsimas tidak saling tumpang tindih sehingga pembangunan infrastruktur menjadi lebih efektif dan efisien.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online