BNPB Salurkan 27.000 Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan di Banyum

Newswire
Newswire Senin, 03 Agustus 2026 09:47 WIB
BNPB Salurkan 27.000 Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan di Banyum

Petugas BPBD Kabupaten Banyumas mendistribusikan bantuan air bersih untuk warga terdampak kekeringan di Kelurahan Sokanegara, Kecamatan Purwokerto Timur, Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (6/7/2026). ANTARA/HO-BPBD Banyumas\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA— Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan sedikitnya 27.000 liter air bersih untuk membantu warga terdampak kekeringan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Distribusi dilakukan menggunakan lima truk sebagai upaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak musim kemarau.

Penyaluran bantuan dilakukan secara simultan oleh BPBD Kabupaten Banyumas hingga Sabtu (1/8/2026) malam dengan melibatkan pemerintah desa serta relawan di sejumlah wilayah terdampak.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan pemerintah daerah bergerak cepat untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

"BPBD bersama pemerintah desa dan relawan bergerak cepat memenuhi kebutuhan dasar air bersih bagi warga terdampak," kata dia.

Menurut Abdul Muhari, penurunan curah hujan menyebabkan sejumlah sumber air milik warga mengering sehingga masyarakat mengalami kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.

Bantuan Menjangkau Permukiman dan Pondok Pesantren

Berdasarkan laporan Direktorat Pengendalian Operasi BNPB, distribusi air bersih mencakup sejumlah wilayah di Kabupaten Banyumas.

Sebanyak 4.000 liter air bersih yang bersumber dari Perumda Pabuwaran disalurkan ke Grumbul Tembelang, Desa Sudimara, Kecamatan Cilongok.

Selain itu, 8.000 liter air bersih didistribusikan ke Pondok Pesantren Hidayatul Kholil dan Pondok Pesantren An Najah di Desa Rancamaya, Kecamatan Cilongok.

Tim BPBD juga menyalurkan masing-masing 5.000 liter air bersih ke Desa Langgongsari dan Desa Cipete di Kecamatan Cilongok, serta Desa Jingkang, Kecamatan Ajibarang.

BNPB Minta Daerah Terus Pantau Ketersediaan Air

BNPB mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah beserta seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan dampak kekeringan di Banyumas.

"BNPB mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kekeringan," kata dia.

Abdul Muhari juga mengingatkan pemerintah daerah agar terus memantau kondisi ketersediaan air, mengoptimalkan titik distribusi bantuan, serta mengedukasi masyarakat untuk menghemat penggunaan air selama musim kemarau.

Kementerian PU Tangani Ratusan Titik Kekeringan

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melaporkan hingga akhir Juli 2026 telah menangani 294 titik kekeringan akibat El Nino di berbagai wilayah Indonesia.

Jumlah tersebut terdiri atas 180 titik kekeringan di daerah irigasi atau sawah dan 114 titik di kawasan permukiman.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan sebanyak 202 titik atau 68,7 persen telah selesai ditangani, sedangkan 92 titik lainnya masih dalam proses penanganan.

"Yang kita kejar sekarang adalah sebanyak-banyaknya mendapatkan sumber air bawah tanah dan mengalirkannya ke sawah-sawah terdekat. Kita harus menjaga agar produktivitas petani tidak turun meskipun dalam kondisi kekeringan," kata Dody di Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Menurutnya, upaya tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan air irigasi, memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, sekaligus mempertahankan produktivitas pertanian nasional di tengah musim kemarau yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online