Menaker Sebut Ekonomi Sirkuler Berpotensi Buka 4,4 Juta Lapangan Kerja
Menaker Yassierli menyebut ekonomi sirkuler berpotensi menciptakan 4,4 juta lapangan kerja dan menambah PDB Rp638 triliun hingga 2030.
Kekeringan - Ilustrasi StockCake
Harianjogja.com, BANJARNEGARA— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, telah menyalurkan 3.198.600 liter air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan selama musim kemarau. Bantuan tersebut telah diterima 5.466 keluarga atau 18.172 jiwa yang tersebar di sejumlah wilayah.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjarnegara Aji Piluroso mengatakan distribusi air bersih dilakukan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mengalami keterbatasan sumber air.
"Penyaluran terus kami lakukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi wilayah yang terdampak kekeringan," katanya di Banjarnegara, Minggu (9/8/2026).
Berdasarkan rekapitulasi BPBD Banjarnegara hingga Sabtu (8/8/2026), bantuan air bersih tersebut telah disalurkan sebanyak 742 ritase. Distribusi menjangkau 21 desa dan enam kelurahan yang tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Banjarnegara.
Bantuan air bersih tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Banjarnegara. Penyaluran dilakukan berdasarkan kondisi wilayah dan kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.
113.000 Liter Disalurkan dalam Sehari
Aji mengatakan distribusi bantuan kembali dilakukan pada Sabtu (8/8/2026) ke sejumlah wilayah yang mengalami keterbatasan air bersih.
Wilayah yang mendapatkan bantuan antara lain Desa Somawangi dan Desa Jalatunda di Kecamatan Mandiraja, Desa Karangjambe di Kecamatan Wanadadi, serta Desa Rakitan di Kecamatan Madukara.
Penyaluran juga dilakukan ke Kelurahan Sokanandi dan Kelurahan Kuta Banjarnegara di Kecamatan Banjarnegara serta Kelurahan Rejasa di Kecamatan Madukara.
"Pada pengiriman 8 Agustus kami menyalurkan sebanyak 19 ritase dengan total 113.000 liter air bersih," ujarnya.
Untuk mendukung proses distribusi tersebut, BPBD Banjarnegara mengerahkan sejumlah kendaraan. Armada yang digunakan terdiri atas tiga unit kendaraan tangki BPBD Banjarnegara, tiga unit kendaraan bak terbuka BPBD, satu unit kendaraan tangki PMI Banjarnegara, serta dua unit kendaraan pemadam kebakaran.
Pengerahan sejumlah armada tersebut dilakukan agar bantuan dapat menjangkau masyarakat di berbagai wilayah yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Distribusi Disesuaikan Kondisi Kekeringan
BPBD Banjarnegara akan terus memantau perkembangan kondisi kekeringan di wilayah setempat. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui kebutuhan masyarakat sekaligus menentukan wilayah yang menjadi prioritas dalam pendistribusian bantuan.
Aji mengatakan distribusi air bersih akan terus dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan bantuan akibat terbatasnya sumber air selama musim kemarau.
"Penyaluran akan terus dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan bantuan air bersih," katanya.
Menurut Aji, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, khususnya warga yang berada di wilayah dengan sumber air yang mulai mengering akibat kondisi kemarau.
Penyaluran air bersih menjadi salah satu langkah penanganan BPBD untuk mengurangi dampak kekeringan. Dengan distribusi yang dilakukan secara bertahap dan berdasarkan kebutuhan, masyarakat di wilayah terdampak diharapkan tetap dapat memperoleh akses air untuk kebutuhan dasar selama musim kemarau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Menaker Yassierli menyebut ekonomi sirkuler berpotensi menciptakan 4,4 juta lapangan kerja dan menambah PDB Rp638 triliun hingga 2030.
JJLS Gunungkidul-Bantul ditargetkan dibuka untuk umum pada 2027. Kelok 23 akan dilengkapi rest area, gardu pandang, dan patung ikonik.
Ketua DPD PSI Kota Jogja, Heri Nugroho, menyesalkan penurunan foto Wapres Gibran di Ruang Banggar DPRD DIY dan meminta aparat menindaklanjuti.
Mentan Andi Amran Sulaiman memastikan stok beras nasional aman. Bulog mencatat cadangan 4,5 juta ton dan serapan gabah lebih dari 4,4 juta ton.
Sejumlah tokoh nasional dan pimpinan ormas menyampaikan lima tuntutan dalam Aksi Rakyat Bela Indonesia di Jakarta, Minggu (8/11/2026).
Dishub DIY mengembangkan Sigap Aset untuk memantau perlengkapan jalan. Data 2026 mencatat kekurangan 27.590 unit dari total kebutuhan.