Macan Kumbang Masuk Permukiman di Batang, BKSDA Tambah Kamera Trap

Newswire
Newswire Jum'at, 14 Agustus 2026 12:07 WIB
Macan Kumbang Masuk Permukiman di Batang, BKSDA Tambah Kamera Trap

Macan Tutul Jawa / Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Menlhk

Harianjogja.com, BATANG—Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah (Jateng) mempertimbangkan penambahan kamera trap untuk memantau keberadaan macan kumbang yang turun ke kawasan permukiman Dukuh Ngasinan, Desa Gunungsari, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang.

Kamera trap sebelumnya pernah dipasang di kawasan tersebut. Namun, perangkat itu kemudian hilang sehingga BKSDA Jateng perlu mempertimbangkan kembali pemasangan kamera pengawas untuk memantau aktivitas satwa liar.

Kepala BKSDA Jateng Dyah Sulistyari mengatakan keberadaan macan kumbang justru menjadi indikator bahwa kondisi hutan Gunung Prau masih baik. Predator puncak tersebut masih memiliki habitat untuk hidup di kawasan hutan.

"Itu pertanda kondisi hutan gunung Prau masih bagus, masih ada habitat bagi macan liar," kata Dyah di kantornya, Kamis (13/8/2026).

Owa Jawa Juga Masih Ditemukan di Gunung Prau

Selain macan kumbang, kawasan hutan Gunung Prau juga masih menjadi habitat Owa Jawa. Namun, Dyah tidak mengungkapkan jumlah Owa Jawa yang masih eksis di kawasan tersebut.

"Sedangkan kalau ke timur lagi di Ungaran, sudah enggak ada [Owa Jawa]," imbuhnya.

Menurut BKSDA Jateng, keberadaan macan tutul maupun macan kumbang di kawasan hutan merupakan kabar baik. Predator puncak tersebut menunjukkan hutan masih terjaga dan mampu mendukung kehidupan satwa liar.

BKSDA Pertimbangkan Pemasangan Rambu-Rambu

Kemunculan macan kumbang di Dukuh Ngasinan juga mendorong BKSDA Jateng mempertimbangkan pemasangan rambu-rambu di sekitar lereng pegunungan.

Langkah tersebut khususnya dipertimbangkan untuk kawasan seperti Dukuh Ngasinan, Batang, yang berada di sekitar habitat satwa liar.

"Tetapi pemasangan perlu kordinasi dengan Perhutani dan pemerintah setempat. Karena secara kawasan, itu bukan kawasan konservasi," ucapnya.

Selain rambu-rambu, BKSDA Jateng mempertimbangkan kembali pemasangan kamera trap. Rencana tersebut akan dilakukan dengan menggandeng lembaga swadaya masyarakat (LSM).

"Kamera trap nanti kerjasama LSM. Karena cukup terbatas sekarang. Tetapi yang rutin pasang itu di Nusakambangan, Swakamarga, dan Lawu. Terakhir Bawang pasang, tapi hilang. Jadi kalau pasang lagi, masyarakat bantu keamanannya, karena ini juga untuk menjaga satwa liar," tuturnya.

Macan Kumbang Sempat Memangsa Ternak Warga

Sebelumnya, seekor macan kumbang turun ke permukiman warga di Dukuh Ngasinan, Desa Gunungsari, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (12/8/2026) pagi.

Satwa dilindungi tersebut sempat memangsa ternak warga sebelum akhirnya dievakuasi oleh tim gabungan. Macan kumbang berwarna hitam itu dilaporkan masuk ke area permukiman dan memangsa ayam serta marmut milik warga sekitar pukul 05.30 WIB.

Personel Polsek bersama Koramil, Trantib, Perhutani, relawan, BKSDA Jateng, dan warga sekitar kemudian menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

Tiga Laporan Kemunculan Macan Sepanjang 2026

Kemunculan macan kumbang di Batang terjadi setelah BKSDA Jateng menerima tiga laporan kemunculan macan sepanjang Januari-Juli 2026.

Laporan tersebut muncul di tengah musim kemarau ketika satwa berpotensi mencari pakan lebih jauh hingga mendekati permukiman. Kendati demikian, BKSDA Jateng enggan mengungkap daerah asal tiga laporan kemunculan macan tersebut.

Dyah membenarkan bahwa selama musim kemarau terdapat sejumlah laporan gangguan satwa. Selain monyet ekor panjang, masyarakat juga melaporkan penampakan macan di sekitar permukiman.

"Jadi tidak hanya macan, ada monyet ekor panjang juga. Tetapi beberapa [aduan] sudah penanganan," kata Dyah.

Menurut Dyah, laporan kemunculan satwa tersebut tidak serta-merta menunjukkan kondisi habitat yang buruk. Sebaliknya, masih ditemukannya macan tutul maupun macan kumbang di kawasan hutan menunjukkan predator puncak tersebut masih dapat bertahan di habitatnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Solopos

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online