2.945 Titik Panas Terdeteksi di Sumatra, Asap Ganggu Pekanbaru
BMKG mendeteksi 2.945 titik panas di Sumatra, dengan 491 titik berada di Riau. Asap karhutla mengganggu jarak pandang Pekanbaru.
Sejumlah anak membuat lukisan di tengah pameran lukisan anak-anak bertajuk \"Ruang Khayal Anak #1\" di Loka Budaya Kota Magelang, Minggu (23/8/2026). Antara/Hari Atmoko\r\n
Harianjogja.com, MAGELANG— Sekitar 30 anak usia taman kanak-kanak hingga sekolah dasar menunjukkan bakat dan imajinasi mereka melalui pameran lukisan bertajuk Ruang Khayal Anak #1. Pameran yang berlangsung di Loka Budaya Kota Magelang, Jawa Tengah, itu menampilkan sekitar 46 karya hingga 27 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menuangkan imajinasi melalui karya seni. Pameran diselenggarakan oleh komunitas seni rupa "Kelompok Yangitu Kota Magelang".
"Karya-karya yang dipamerkan menjadi wujud anak-anak menggali kreativitas dan mengembangkan bakat berkesenian, mereka mengungkapkan imajinasi masing-masing secara murni melalui karya lukisan," kata seorang anggota panitia penyelenggara pameran itu dari komunitas seni rupa "Kelompok Yangitu Kota Magelang" Wahudi di Magelang, Minggu.
Puluhan Karya Dipajang di Loka Budaya
Pameran Ruang Khayal Anak #1 dibuka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang Nurwiyono Slamet Nugroho pada Sabtu (22/8). Pembukaan juga dimeriahkan pementasan tarian oleh para penari Sanggar Tari Raras Pertiwi Magelang.
Sekitar 46 karya anak dipajang di ruang pameran Loka Budaya Kota Magelang yang berada di kawasan alun-alun setempat. Sejumlah anak bahkan memamerkan lebih dari satu karya.
Karya-karya tersebut berupa lukisan di atas kanvas maupun kertas berukuran A3 menggunakan cat akrilik. Anak-anak mengerjakan lukisan di rumah masing-masing selama sekitar sebulan terakhir sebelum karya mereka dibawa untuk dipamerkan di Loka Budaya.
Melukis Jadi Ruang Menguji Kepercayaan Diri
Wahudi menekankan pentingnya pengembangan kreativitas, bakat, dan imajinasi anak melalui seni lukis. Menurut dia, aktivitas tersebut menjadi bagian dari pembentukan karakter sekaligus proses pendidikan, termasuk berkaitan dengan pengembangan otak kanan.
Selain kreativitas, proses berkarya juga berkaitan dengan keberanian dan ketangguhan anak dalam membangun kepercayaan diri. Setiap tahapan, mulai dari memulai hingga menyelesaikan sebuah lukisan, menjadi proses yang dapat menguji keyakinan anak terhadap kemampuannya.
"Proses memulai melukis hingga menyelesaikan karya adalah jalan menguji kepercayaan diri," ujar dia didampingi seorang anggota kelompok itu, Tomi.
Untuk memberi kesempatan lebih luas kepada pengunjung, terutama anak-anak, panitia juga menyediakan area khusus di bagian lain ruang pameran. Tempat tersebut diberi nama "Laboratorium Ruang Khayal" dan dapat digunakan untuk membuat karya lukis atau menggoreskan kanvas di atas media lukisan.
Disdikbud Magelang Apresiasi Pameran Anak
Kepala Disdikbud Kota Magelang Nurwiyono Slamet Nugroho memberikan apresiasi atas inisiasi sejumlah pelukis dalam "Kelompok Yangitu Kota Magelang" yang menyelenggarakan pameran khusus bagi anak-anak setempat.
Menurut Nurwiyono, pameran tersebut memiliki arti penting dalam proses pendidikan, terutama untuk mendukung pembentukan karakter anak sejak dini. Karya seni juga dinilai dapat memberikan nilai inspirasi bagi masyarakat, termasuk kalangan anak.
Sementara itu, Ketua "Kelompok Yangitu Kota Magelang" Kaji Habeb mengatakan aktivitas menggambar dan melukis membantu anak mengenali diri, mengembangkan kreativitas, serta membangun keberanian untuk menyampaikan gagasan melalui bahasa visual.
"Pameran ini menjadi media apresiasi terhadap karya seni anak-anak sekaligus sebagai ruang edukasi yang mendorong tumbuhnya karakter kreatif, percaya diri, dan inovatif," katanya.
Kaji Habeb berharap kegiatan tersebut dapat berkembang menjadi peristiwa budaya yang mempertemukan anak, orang tua, pendidik, dan masyarakat dalam suasana yang apresiatif dan inspiratif.
Sebagai bagian dari rangkaian pameran Ruang Khayal Anak #1, pihaknya juga akan menyelenggarakan lokakarya melukis untuk kalangan anak pada Kamis (27/8).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BMKG mendeteksi 2.945 titik panas di Sumatra, dengan 491 titik berada di Riau. Asap karhutla mengganggu jarak pandang Pekanbaru.
Softex bersama Indomaret menghadirkan program Posyandu Remaja Softex dan Indomaret, sebuah inisiatif CSR yang akan menjangkau lebih dari 2.000 remaja putri
Jet tempur Sukhoi TNI AU tergelincir di Bandara Sultan Hasanuddin. Simak sejarah pembelian 11 unit Sukhoi SU-35 dari Rusia.
Pemerintah menyiapkan pemulihan Desa Adat Sade setelah kebakaran menghanguskan 167 bangunan dan benda warisan budaya Suku Sasak.
Film Laut Bercerita melibatkan dua fotografer khusus untuk menghidupkan detail visual tragedi penghilangan aktivis 1998.
Portal UGM AI Tech4Disaster telah menghimpun sekitar 1.400 laporan warga untuk membantu pemetaan kebutuhan logistik pascabencana NTT.