Karhutla Riau Meluas, 26 Ton Garam Disemai untuk Picu Hujan
Karhutla Riau mencapai 16.264 hektare. Pemprov Riau menyemai 26 ton garam lewat OMC dan mengerahkan enam helikopter.
Petugas Damkar Kota Semarang saat memadamkan rumah yang kebakaran di Kelurahan Srondol, Wetan, Kecamatan Banyumanik. Kamis (27/8/2026) /Dok-Damkar Semarang.
Harianjogja.com, SEMARANG— Kabar duka kembali datang dari keluarga Reyzhi Rezki Utama dan Novita Hariyanti setelah kakak balita berinisial N, korban kebakaran rumah di Jalan Cendana Timur No. 8, RT 009/RW 007, Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, meninggal dunia, Minggu (30/8/2026) pagi.
Balita berinisial AMU yang masih berusia tiga tahun tersebut meninggal setelah hampir tiga hari menjalani perawatan medis akibat luka bakar cukup parah. Sebelumnya, adiknya, N yang baru berusia enam bulan, lebih dulu meninggal dunia di Rumah Sakit Hermina Banyumanik pada Kamis (27/8/2026) malam.
Kepergian AMU dibenarkan Kapolsek Banyumanik Kompol Hengky Prasetyo. Menurut dia, AMU sempat dipindahkan dari Rumah Sakit Hermina Banyumanik ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
"Iya, AMU sudah meninggal dunia untuk jamnya saya kurang tau. Tapi sudah dimakamkam tadi pukul 10.00 WIB, makamnya disamping adiknya," ujar Kompol Hengky saat dihubungi Espos.
Dua Balita Korban Kebakaran Dimakamkan Bersama
Dengan meninggalnya AMU, dua balita yang menjadi korban kebakaran rumah di Banyumanik kini telah meninggal dunia. Keduanya merupakan kakak beradik yang berada di dalam rumah ketika kebakaran terjadi.
AMU menjalani perawatan selama hampir tiga hari karena mengalami luka bakar yang cukup parah di tubuhnya. Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazahnya dimakamkan pada Minggu (30/8/2026) pukul 10.00 WIB di lokasi pemakaman yang sama dengan adiknya.
Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, membenarkan AMU telah dimakamkan bersama adiknya di tempat pemakaman umum (TPU) Makam Kedung Winong, Kecamatan Gajahmungkur.
"Sudah dimakamkan jam 10.00 WIB. Di TPU yang sama dengan adiknya," tandas Tantri.
Satu Korban Masih Dirawat Intensif
Selain dua balita tersebut, kebakaran rumah di Jalan Cendana Timur juga menyebabkan seorang asisten rumah tangga mengalami luka bakar. Korban bernama Nurjannah, 50, hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. Kariadi.
Saat kebakaran terjadi, dua balita laki-laki dan Nurjannah berada di dalam rumah. Ketiganya menjadi korban dan mengalami luka bakar cukup serius.
Kondisi tersebut membuat penanganan terhadap para korban harus dilakukan di rumah sakit. AMU sebelumnya mendapat perawatan di Rumah Sakit Hermina Banyumanik sebelum kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang.
Kebakaran Diduga Dipicu Kebocoran Gas
Kebakaran rumah di Jalan Cendana Timur, Banyumanik, Kota Semarang, sebelumnya diduga dipicu kebocoran gas. Dugaan tersebut muncul setelah warga sekitar mendengar suara ledakan dari arah dapur sebelum api membesar dan menghanguskan bangunan rumah.
Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, mengatakan informasi mengenai suara ledakan tersebut berasal dari tetangga korban yang berada di sekitar lokasi.
"Dari informasi yang saya terima dari tetangga ada suara ledakan di dapur. Tadi saya melihat di lokasi kemungkinan penyebabnya kebocoran tabung gas. Karena tembok atau dindingnya sampai pecah," tutur Tantri Pradono.
Meski demikian, dugaan kebocoran tabung gas tersebut belum dapat dinyatakan sebagai penyebab pasti kebakaran. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan dari Tim Labfor dan Tim Inafis Polrestabes Semarang.
Kompol Hengky mengatakan proses penyelidikan masih dilakukan untuk mengetahui penyebab kebakaran secara pasti. Polisi tidak ingin langsung menyimpulkan sumber api sebelum hasil pemeriksaan laboratorium dan olah tempat kejadian perkara (TKP) selesai.
"Masih kami selidiki, kemungkinan bisa [kebocoran gas] tapi kita tidak bisa langsung menyimpulkan karena Labfor dan Inafis masih menyelidiki. Kami masih menunggu laporannya," ungkapnya.
Polisi Masih Menunggu Hasil Labfor dan Inafis
Tim Labfor dan Tim Inafis Polrestabes Semarang telah melakukan olah TKP di rumah yang terbakar. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran yang menewaskan dua balita tersebut.
Hingga kini, polisi masih menunggu laporan hasil pemeriksaan. Karena itu, dugaan kebocoran gas yang sebelumnya muncul dari informasi warga maupun kondisi di lokasi belum menjadi kesimpulan resmi penyebab kebakaran.
Di sisi lain, peristiwa tersebut menjadi perhatian karena terjadi saat musim kemarau. Hengky mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran rumah.
Ia meminta masyarakat tidak membakar sampah sembarangan, tidak meninggalkan kompor dalam keadaan menyala, serta rutin memeriksa kondisi instalasi listrik. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah terjadinya kebakaran.
Dengan meninggalnya AMU pada Minggu (30/8/2026), dua balita yang menjadi korban kebakaran rumah di Jalan Cendana Timur, Banyumanik, Kota Semarang, telah meninggal dunia. Sementara itu, Nurjannah masih menjalani perawatan intensif dan polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Espos
Karhutla Riau mencapai 16.264 hektare. Pemprov Riau menyemai 26 ton garam lewat OMC dan mengerahkan enam helikopter.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengajak eks anggota JI bergabung Garda Satya NKRI dalam silaturahmi akbar di Solo yang dihadiri 6.500 orang.
Enam pembalap Indonesia menghadapi tanjakan panjang dan turunan teknis pada road race Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.
Sebanyak 4.136 judul puisi dari 1.687 pengirim meramaikan Sayembara Puisi Festival Sastra Yogyakarta 2026 di Kota Jogja.
Awan panas guguran Merapi sejauh 2.000 meter memicu vegetasi terbakar. TNGM memastikan api tidak berkembang dan telah padam.
Guru PJOK asal Bojonegoro Ahmad Zaki lari sekitar lima jam demi menghadiri Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.