Daftar 15 Universitas Terbaik di Jawa Tengah, Undip Ada di Peringkat Teratas
15 universitas terbaik di Jawa Tengah versi Webometrics September 2026. Undip menjadi kampus dengan peringkat tertinggi di Jawa Tengah.
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo menyapa keluarga pasien penderita kelainan kaki bawaan lahir atau Congenital Talipes Equinovarus (CTEV) di RS Bhayangkara Semarang, Kamis (10/9/2026). (Antara/HO-Humas Polda Jateng)\r\n
Harianjogja.com, SEMARANG— Polda Jawa Tengah melacak keberadaan 88 anak dengan kelainan kaki bawaan lahir atau Congenital Talipes Equinovarus (CTEV) di berbagai wilayah di Jawa Tengah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan anak-anak tersebut memperoleh penanganan sesuai dengan kebutuhan medis masing-masing.
Kabid Dokkes Polda Jawa Tengah Kombes Pol Agung Hadi Wijanarko mengatakan temuan 88 anak tersebut merupakan hasil pendataan yang dilakukan bhabinkamtibmas serta seksi kedokteran kesehatan di masing-masing polres.
Menurut Agung, pendataan menjadi langkah awal untuk memastikan anak-anak dengan CTEV mendapatkan penanganan yang sesuai. Terlebih, penanganan CTEV perlu dilakukan sedini mungkin agar hasil terapi dapat lebih maksimal.
"Penanganan CTEV harus dilakukan sesegera mungkin agar hasilnya semakin maksimal," katanya.
Peran Orang Tua Penting dalam Terapi CTEV
Selain penanganan medis, Agung mengatakan peran orang tua sangat penting dalam proses terapi CTEV. Keberhasilan pengobatan membutuhkan konsistensi orang tua dalam mengikuti arahan serta menjalankan perawatan.
Melalui kolaborasi berbagai pihak, masyarakat dapat mengikuti program penanganan CTEV secara gratis. Program tersebut diharapkan tidak menjadi hambatan bagi pasien untuk memperoleh perawatan, terutama bagi anak yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Sementara itu, tujuh anak dengan kelainan CTEV saat ini mendapat penanganan dan pemantauan medis di RS Bhayangkara Semarang.
Ketujuh pasien tersebut berasal dari Kota Salatiga, Surakarta, Kabupaten Kendal, Demak, dan Semarang. Penanganan diberikan berdasarkan kondisi masing-masing pasien.
Tindakan medis yang dilakukan meliputi pemeriksaan dan kontrol terapi, pemasangan gips lanjutan bagi pasien yang sedang menjalani tahapan koreksi kaki, hingga tindak lanjut bagi pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Apa Itu CTEV?
CTEV merupakan kelainan bentuk kaki bawaan yang menyebabkan satu atau kedua telapak kaki bayi tampak melengkung ke dalam dan ke bawah. Kondisi tersebut dapat membuat anak mengalami kesulitan berdiri atau berjalan apabila tidak mendapatkan penanganan sejak dini.
Meski tampak mengkhawatirkan, CTEV dapat diatasi melalui pengobatan yang tepat. Sebagian besar anak dengan kondisi tersebut dapat tumbuh dan beraktivitas secara normal setelah mendapatkan penanganan yang sesuai.
Congenital Talipes Equinovarus (clubfoot) merupakan salah satu kelainan bawaan yang sudah terbentuk sejak bayi masih berada di dalam kandungan. Kelainan tersebut dapat terjadi pada satu kaki maupun kedua kaki sekaligus.
CTEV tidak disebabkan oleh kesalahan orang tua selama masa kehamilan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
15 universitas terbaik di Jawa Tengah versi Webometrics September 2026. Undip menjadi kampus dengan peringkat tertinggi di Jawa Tengah.
Polda Jambi menangkap delapan pelaku perdagangan BBM ilegal dan mengamankan 22,8 ton minyak bumi, bensin olahan, serta solar.
Sembilan alumni Gen Z Batik Preneur Sleman didorong menguji produk ke pasar dan mengembangkan usaha setelah mengikuti pelatihan.
Pameran buku di Jogja semakin marak, tetapi penjualan belum tentu meningkat. Penyelenggara menyebut pengunjung terbagi dan daya beli menurun.
Kementerian PU membangun lapangan sepak bola standar internasional di 25 Sekolah Rakyat lengkap dengan jogging track dan fasilitas olahraga.
Pemkot Jogja diminta mencermati sungai dan bantaran rawan banjir serta memastikan talut dan sedimentasi ditangani sebelum musim hujan.