China Bersiap Pimpin BRICS 2027, Xi Jinping Ajukan 4 Usulan
China siap mengambil alih keketuaan BRICS pada 2027. Xi Jinping mengajukan empat usulan untuk memperkuat kerja sama Selatan Global.
Ilustrasi lintasan lari stadion/magnific
Harianjogja.com, PURWOKERTO— Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mendorong penguatan pembinaan atlet melalui rencana perbaikan lintasan lari di Stadion Gelanggang Olahraga (GOR) Satria, Purwokerto. Lintasan yang belum pernah diganti sejak stadion dibangun pada era 1990-an itu saat ini masih berupa tanah dan belum memenuhi standar nasional.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Sarana Prasarana Olahraga GOR Satria Purwokerto Ade Bahtiar mengatakan kondisi lintasan menjadi salah satu fasilitas yang perlu segera dibenahi. Perbaikan diharapkan dapat menyediakan sarana latihan yang lebih aman dan representatif bagi atlet.
"Usulan tersebut telah dimasukkan dalam rencana anggaran induk pada APBD Tahun 2027, semoga bisa terealisasi," ujar Ade di Purwokerto, Minggu.
Perbaikan Lintasan Diusulkan Rp7 Miliar
Ade menjelaskan pihaknya telah mengusulkan anggaran 2027 untuk memperbaiki rumput stadion sekaligus lintasan lari. Lintasan tersebut nantinya direncanakan menggunakan material tartan yang menyerupai lintasan karet.
Berdasarkan perhitungan rencana anggaran biaya (RAB), kebutuhan perbaikan rumput dan lintasan lari diperkirakan mencapai Rp11 miliar. Dari total anggaran tersebut, sekitar Rp4 miliar dialokasikan untuk rumput stadion dan Rp7 miliar untuk lintasan lari.
Rencana pembenahan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas fasilitas olahraga di Stadion Satria. Dengan lintasan yang sesuai standar, atlet diharapkan memiliki ruang latihan yang lebih aman, terutama untuk cabang olahraga lari dan atletik.
Menurut Ade, fasilitas yang lebih layak juga dapat mendukung peningkatan prestasi atlet Kabupaten Banyumas. Prestasi tersebut diharapkan dapat meningkat baik di tingkat daerah maupun nasional.
Lintasan Tanah Berisiko bagi Atlet
Kondisi lintasan yang masih berupa tanah tidak hanya membuat Stadion Satria belum memenuhi standar nasional, tetapi juga dinilai berisiko bagi atlet.
Ade mengatakan salah seorang atlet cabang olahraga lari dilaporkan terjatuh hingga mengalami cedera ketika menjalani persiapan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kabupaten pada Agustus 2026.
“Selain berisiko bagi atlet, lintasan tanah menyebabkan debu saat musim kemarau. Ketika ada kegiatan besar, petugas bahkan harus melakukan penyiraman menggunakan armada pemadam kebakaran untuk mengurangi debu," tutur Ade.
Masalah debu menjadi persoalan tersendiri ketika Stadion Satria digunakan untuk kegiatan besar. Petugas bahkan harus melakukan penyiraman dengan armada pemadam kebakaran untuk mengurangi debu yang muncul dari lintasan tanah.
Kondisi tersebut berbeda dengan sejumlah stadion di Jawa Tengah yang telah menggunakan material tartan. Ade menyebut lintasan lari di stadion sejumlah daerah, seperti Semarang, Solo, Kudus, Jepara, Kebumen, Cilacap, dan Batang, telah menggunakan material tersebut.
Bisa Buka Peluang Jadi Tuan Rumah Kejuaraan
Ade menilai belum terpenuhinya standar nasional menjadi salah satu kendala bagi Banyumas untuk menjadi tuan rumah pertandingan atletik tingkat provinsi maupun nasional.
Dengan pembenahan hingga mencapai level nasional, Stadion Satria dinilai memiliki peluang lebih besar untuk digunakan dalam berbagai kegiatan atletik.
"Kalau diperbaiki dengan level nasional, itu jelas akan meningkatkan minat untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan atletik ketika nasional," kata dia.
Perbaikan lintasan juga dinilai berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi daerah. Menurut Ade, Stadion Satria yang memiliki fasilitas lebih layak dapat digunakan untuk lebih banyak kejuaraan olahraga sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Selain mendukung kegiatan olahraga prestasi, keberadaan lintasan yang lebih baik diyakini dapat meningkatkan animo masyarakat untuk berolahraga.
“Dengan perbaikan tersebut, Stadion Satria diharapkan dapat menjadi fasilitas latihan yang lebih aman dan memadai bagi atlet sekaligus mendukung pembinaan atlet Banyumas untuk berprestasi di tingkat daerah hingga nasional,” kata Ade.
Rencana perbaikan lintasan dan rumput Stadion Satria kini telah masuk dalam rencana anggaran induk APBD Tahun 2027. Pemkab Banyumas berharap usulan tersebut dapat terealisasi sehingga pembenahan fasilitas olahraga yang dibangun sejak era 1990-an itu dapat segera dilakukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
China siap mengambil alih keketuaan BRICS pada 2027. Xi Jinping mengajukan empat usulan untuk memperkuat kerja sama Selatan Global.
Warga Wirobrajan didorong mengolah sampah plastik menjadi kerajinan bernilai ekonomi. Bank Sampah Wira Peni kini memiliki 90 anggota.
Tiga ASN Jayawijaya tewas ditembak KKB. Jusuf Kalla mendorong operasi aparat diiringi pendekatan persuasif dan damai.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY mengingatkan masyarakat agar mewaspadai tawaran pinjaman online (pinjol) ilegal, investasi bodong, hingga judi online.
BPPTKG mencatat 47 guguran lava dan ratusan gempa Gunung Merapi sepekan. Status tetap Siaga, warga diminta waspada lahar dan APG.
Iran mengajukan tujuh syarat kepada AS untuk membuka Selat Hormuz yang menjadi jalur utama pasokan energi ke pasar global.