Ratusan Orang Keracunan Menu MBG di Batang, Bertumbangan Saat Dibawa ke RS

Sunartono
Sunartono Kamis, 24 September 2026 06:37 WIB
Ratusan Orang Keracunan Menu MBG di Batang, Bertumbangan Saat Dibawa ke RS

Korban keracunan massal akibat menu MBG saat dibawa ke rumah sakit. /Pekalongan Info.

Harianjogja.com, BATANG—Sebanyak 276 atau ratusan orang mengalami keracunan massa seusai menyantap menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah kecamatan Bawang, Batang, Jawa Tengah. Para penerima manfaat bertumbangan saat jelang sore hari hingga akhirnya dibawa ke rumah sakit.

Kasus tersebut terjadi setelah paket makanan MBG yang dikonsumsi pada Selasa (22/9/2026) siang mulai menimbulkan keluhan kesehatan pada Rabu sore. Korban yang terdiri dari pelajar hingga wali murid dilaporkan mengalami mual, pusing, hingga sakit perut.

Menu MBG yang disalurkan SPPG Bawang tersebut terdiri dari olahan nasi, telur saus bolognaise, orak-arik sayur, tahu mendoan, serta buah anggur.

Makanan tidak hanya disantap oleh para murid di sekolah. Sebagian paket juga dibawa pulang dan dikonsumsi oleh anggota keluarga di rumah.

Ratusan Korban Ditangani di Sejumlah Fasilitas Kesehatan

Jumlah pasien yang terus bertambah membuat sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Batang sempat kewalahan. Penanganan kemudian disebar ke sejumlah titik layanan kesehatan.

Fasilitas kesehatan yang menangani para korban antara lain Puskesmas Bawang, Puskesmas Limpung, Puskesmas Subah, RS Baitus Syifa Limpung, hingga RSUD Batang.

Di tengah penanganan korban, Pemkab Batang juga mengambil langkah untuk menelusuri penyebab kejadian tersebut. Dinas Kesehatan telah diterjunkan untuk mengamankan dan menguji sampel sisa makanan di laboratorium.

Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya menjadi salah satu dasar untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut. Hingga kini, penyebab dugaan keracunan masih menunggu hasil uji laboratorium.

Pemkab Batang Perketat Pengawasan SPPG

Pemerintah Kabupaten Batang meminta seluruh pengelola SPPG memperketat Standar Operasional Prosedur (SOP), terutama dalam proses pengolahan dan penyajian makanan.

Wakil Bupati Batang sekaligus Ketua Satgas MBG Daerah, Suyono, menegaskan keselamatan pangan harus menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan masyarakat yang menerima makanan dalam program MBG.

"SOP harus benar-benar diterapkan, karena berkaitan tentang makan. Kalau ada salah dari masak atau yang bersifat tidak sehat akan menimbulkan keracunan," tegas Suyono pada Rabu (23/9/2026) malam.

Menurut Suyono, pelaksanaan program MBG sebagai program pemerintah harus diimbangi dengan pengawasan ketat. Proses pengolahan pangan juga harus dilakukan secara higienis.

Selain pemeriksaan sampel makanan, Pemkab Batang berencana memanggil koordinator wilayah serta pengelola SPPG Bawang. Pemanggilan tersebut dilakukan untuk meminta pertanggungjawaban sekaligus menelusuri secara menyeluruh rantai pengolahan hingga proses distribusi makanan.

SPPG Bawang Bisa Ditutup Jika Lalai

Pemkab Batang menyiapkan sanksi apabila hasil penelusuran menemukan adanya unsur kelalaian dalam pengelolaan makanan. Sanksi tersebut bahkan dapat berupa penutupan SPPG Bawang.

Suyono memastikan tindakan tegas akan diberikan apabila pengelola terbukti tidak menjalankan tanggung jawabnya. "Bisa ditutup kalau benar-benar nanti tidak ada pertanggungjawaban," ujarnya.

Untuk saat ini, pemerintah daerah masih menunggu hasil uji laboratorium. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi bagian penting dalam penelusuran kasus dugaan keracunan MBG yang hingga Rabu (23/9/2026) malam telah berdampak terhadap 276 orang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online