Biosferun 2026 Lintasi 3 Kabupaten di 2 Provinsi, Ini Jadwal dan Rutenya

Newswire
Newswire Kamis, 01 Oktober 2026 19:37 WIB
Biosferun 2026 Lintasi 3 Kabupaten di 2 Provinsi, Ini Jadwal dan Rutenya

Jersey Biosferun 2026 diperagakan oleh model. /Istimewa.

Harianjogja.com, KULONPROGO— Ajang lari lintas alam Biosferun 2026 kembali digelar pada 18 Oktober 2026. Memasuki penyelenggaraan kelima, event trail run ini menawarkan pengalaman berbeda karena rutenya menembus tiga kabupaten di dua provinsi.

Rute Biosferun 2026 melintasi Kabupaten Kulonprogo di DIY serta Kabupaten Magelang dan Kabupaten Purworejo di Jawa Tengah. Peserta kategori 15K dan 30K bahkan akan merasakan langsung perpindahan wilayah antarprovinsi sepanjang lintasan.

Ketua Pelaksana Biosferun 2026, Ricky Haris Fadillah, mengatakan penyelenggaraan event tersebut tidak hanya diarahkan sebagai kompetisi lari. Biosferun juga menjadi ruang perjumpaan antara manusia, alam, dan budaya lokal sekaligus melibatkan potensi ekonomi masyarakat sekitar.

"Biosferun ini melewati tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Kulonprogo di DIY, serta Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Magelang di Jawa Tengah. Jadi mencakup dua provinsi. Kami ingin event ini memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar, termasuk melibatkan para seniman lokal," ujar Ricky, Kamis (1/10/2026).

Biosferun 2026 kembali digelar oleh Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BOB) untuk kali kelima. Plt Direktur BOB Yusuf Hartanto mengatakan konsistensi penyelenggaraan event tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk mengenalkan potensi pariwisata kawasan Borobudur dan sekitarnya secara berkesinambungan.

"Kami dari Badan Pelaksana Otorita Borobudur dengan bangga akan melaksanakan Biosferun 2026 yang kelima. Ini kegiatannya terus sustainable, menunjukkan komitmen kami untuk melaksanakan Biosferun 2026 ini berkesinambungan, tidak putus," ujarnya.

Meski masih menggunakan area yang sama, rute Biosferun diperbarui setiap tahun. Penyelenggara menilai karakter lintasannya memiliki keunikan tersendiri dibandingkan event trail run lainnya.

Biosferun menggambarkan karakter Perbukitan Menoreh yang disebut memiliki keistimewaan dan menjadi bagian penting dari pengalaman peserta selama berlari maupun berjalan kaki.

"Biosferun 2026 ini sangat unik dan sangat menantang, beda rasanya dengan trail run yang lain. Tagline-nya Menoreh Ora Sepele, ini sesuatu yang legend dan harus kita nikmati bersama," jelasnya.

Libatkan UMKM hingga Kesenian Lokal

Selain menghadirkan lintasan alam, penyelenggara juga menyiapkan unsur budaya di sepanjang rute. Beragam atraksi seperti kesenian angklung hingga Tari Merak akan hadir untuk menyambut para pelari.

Ricky mengatakan keterlibatan masyarakat tidak hanya melalui kesenian. Potensi UMKM dan penginapan di sekitar kawasan juga dirangkul agar penyelenggaraan Biosferun memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

Dengan rute yang melewati tiga wilayah administratif, event tersebut sekaligus menjadi sarana promosi pariwisata kawasan Borobudur Highland. BOB berharap publikasi dan promosi mengenai potensi kawasan tersebut dapat semakin luas melalui penyelenggaraan Biosferun.

Masuk Kalender UTMB dan ITRA

Kualitas Biosferun 2026 juga terus dikembangkan. Event tersebut telah masuk dalam kalender internasional seperti Ultra-Trail World Tour (UTMB) Index dan International Trail Running Association (ITRA).

Dari sisi rute, peserta akan melewati Kabupaten Kulonprogo, kemudian menuju Kabupaten Magelang dan berakhir di Kabupaten Purworejo. Lintasan tiga kabupaten tersebut menjadi salah satu karakter utama Biosferun 2026.

"Dua kabupaten kita lewati, bahkan tiga kabupaten. Ini rekor, kita lewat di Kabupaten Kulon Progo, muter Kabupaten Magelang, dan terakhir di Kabupaten Purworejo. Tiga kabupaten kita lewati, sesuatu yang luar biasa," tambahnya.

Peserta Diminta Siapkan Kondisi Fisik

Race Director Biosferun 2026, Roostian Gamananda, mengingatkan peserta agar mempersiapkan kondisi fisik sebelum menghadapi rute perbukitan Menoreh. Karakter lintasan trail membutuhkan stamina yang prima sekaligus kepatuhan terhadap ketentuan keselamatan.

"Para pelari harus menghormati rute, jarak, hingga faktor cuaca di lapangan. Kunci utama keselamatan ada pada kesadaran diri masing-masing, termasuk kecukupan istirahat sebelum start dan kelengkapan mandatory gear yang wajib dibawa," tegas Roostian.

Penyelenggara telah menyiapkan tim medis dan rescue serta sistem penanganan darurat di sepanjang jalur yang dinilai rawan. Langkah tersebut disiapkan untuk mendukung keselamatan peserta selama Biosferun 2026 berlangsung.

Melalui penyelenggaraan Biosferun 2026, BOB juga mengajak insan media dan masyarakat untuk mendukung serta ikut menggemakan event tahunan tersebut sebagai bagian dari promosi kawasan Borobudur Highland.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online