Wali Kota Magelang Ingatkan Warga Waspadai Kebakaran Permukiman

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jum'at, 02 Oktober 2026 20:37 WIB
Wali Kota Magelang Ingatkan Warga Waspadai Kebakaran Permukiman

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di Kampung Wates RT 007/RW 002, Kelurahan Wates, Kecamatan Magelang Utara, Kamis (1/10/2026)./Istimewa-Pemkot Magelang

Harianjogja.com, KOTA MAGELANG— Wali Kota Magelang Damar Prasetyono meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat. Warga diminta memastikan kompor, instalasi listrik, dan berbagai peralatan rumah tangga dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah maupun beristirahat.

Imbauan tersebut disampaikan di tengah kondisi cuaca panas yang diprediksi berlangsung cukup lama. Kepadatan bangunan dan aktivitas rumah tangga juga dinilai dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.

“Keluar rumah itu harus dipastikan semua lampu dimatikan, kompor listrik, kompor gas, air, semua harus dipastikan aman,” kata Damar seusai menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di Kampung Wates RT 007/RW 002, Kelurahan Wates, Kecamatan Magelang Utara, Kamis (1/10/2026).

Kebiasaan Warga Perlu Diperhatikan

Damar mengatakan sebagian kebakaran yang terjadi di lingkungan permukiman disebabkan oleh kelalaian manusia. Karena itu, pencegahan kebakaran tidak cukup hanya dengan menyiapkan peralatan pemadam, tetapi juga membutuhkan kebiasaan warga yang aman saat menggunakan listrik dan peralatan rumah tangga.

Ia mencontohkan penggunaan kabel listrik yang tidak standar dan terlalu banyak colokan pada satu sumber listrik. Kebiasaan merokok sambil tertidur juga dapat memicu panas berlebih yang kemudian berujung pada kebakaran.

“Jangan sampai kita teledor atau lengah. Apalagi ini musim panas sudah cukup lama, sehingga masyarakat perlu waspada,” ujarnya.

Damar meminta lurah, camat, pendamping pemerintah, serta unsur masyarakat ikut menyampaikan edukasi mengenai pencegahan kebakaran kepada warga. Sosialisasi akan dilakukan melalui lingkungan RT dan RW serta pos-pos keamanan di kawasan permukiman.

Menurut Damar, keberadaan alat pemadam api ringan (APAR) juga belum cukup untuk menghadapi risiko kebakaran. Kesiapsiagaan masyarakat perlu diperkuat agar kebakaran dapat dicegah atau ditangani sejak awal.

“Secara peralatan oke, tapi kesiapsiagaan juga harus oke,” katanya.

Kebakaran Melanda Dua Rumah di Wates

Imbauan tersebut disampaikan Damar setelah kebakaran melanda rumah milik Oesman Raliby dan Muhammad Khusen Darojat Pranoto di Kampung Wates pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang Puji Hartono secara terpisah menjelaskan kedua korban mendapatkan bantuan dari PMI Kota Magelang, Baznas, dan Dinas Sosial.

PMI Kota Magelang menyerahkan Rp20 juta kepada Oesman Raliby dalam bentuk dana hibah. Sementara Muhammad Khusen Darojat Pranoto menerima Rp3 juta dari Bulan Dana PMI.

Baznas Kota Magelang juga memberikan bantuan senilai Rp7,5 juta kepada Oesman Raliby.

Adapun Dinas Sosial Kota Magelang telah menyalurkan sejumlah bantuan berupa selimut, kasur, paket keluarga, makanan siap saji, peralatan dapur, sandang anak, lauk-pauk siap saji, dan tenda gulung.

"Bantuan tersebut diserahkan sebagai bagian dari penanganan dampak kebakaran yang menimpa kedua keluarga," imbuhnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online