Mitra MBG di Pekalongan Diminta Utamakan Produk Pangan Lokal

Newswire
Newswire Minggu, 04 Oktober 2026 14:57 WIB
Mitra MBG di Pekalongan Diminta Utamakan Produk Pangan Lokal

Ilustrasi, Petugas membawa ompreng MBG sebelum dibagikan kepada siswa di kompleks Madrasah Ibtidayyah Negeri (MIN) 11 Aceh Barat Desa Kuta Padang, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Senin (21/9/2026)./Antara-Syifa Yulinnas

Harianjogja.com, PEKALONGAN— Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, meminta seluruh mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memperkuat koordinasi dan memastikan pelaksanaan program sesuai standar operasional prosedur (SOP), keamanan pangan, serta meningkatkan penggunaan produk lokal.

Pelaksana Tugas Bupati Pekalongan Sukirman mengatakan koordinasi diperlukan untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang muncul selama pelaksanaan MBG sekaligus mencari penyelesaiannya secara bersama.

"Kami menilai evaluasi tidak cukup dilakukan secara internal tetapi perlu melibatkan seluruh unsur yang menjalankan program di lapangan. Selain itu, kami meminta peluang pengadaan bahan pangan dari pelaku usaha lokal terus diperbesar," katanya.

Mitra MBG Diminta Patuh SOP

Sukirman menekankan setiap mitra MBG harus menjalankan program sesuai SOP yang telah ditetapkan. Evaluasi secara berkala juga diperlukan agar setiap temuan di lapangan dapat segera diperbaiki.

Pemkab Pekalongan telah memberikan teguran kepada sejumlah mitra yang dinilai belum memenuhi ketentuan. Bahkan, terdapat mitra yang sempat dikenai penangguhan.

"Alhamdulillah Kabupaten Pekalongan relatif tidak terlalu banyak persoalan yang terkait dengan misalnya keracunan dan seterusnya. Akan tetapi SOP beberapa dari para mitra MBG ini memang beberapa kali kita tegur dan bahkan ada yang kita suspend," katanya.

Selain memastikan makanan yang diberikan memenuhi standar keamanan dan gizi, Pemkab Pekalongan ingin pelaksanaan MBG turut memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat setempat.

Sukirman menyebut sejumlah komoditas seperti ikan, ayam, telur, beras, dan bahan pangan lainnya berpotensi dipasok dari pelaku usaha di daerah setempat.

Produk Lokal untuk Kebutuhan MBG

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi mengatakan pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari tindak lanjut arahan rapat koordinasi pengamanan pangan Program MBG di tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah persoalan dibahas, mulai dari penerapan SOP, jam operasional SPPG, mutu dan keamanan bahan baku, hingga upaya meningkatkan penggunaan produk pangan yang berasal dari Kabupaten Pekalongan.

"Ini penting seperti peternak, petani, nelayan, kemudian sayur-mayur. Ini harus benar-benar dijaga mutu kualitasnya sekaligus bersumber dari lokal Kabupaten Pekalongan," katanya.

Dengan demikian, Pemkab Pekalongan meminta pelaksanaan MBG tidak hanya memperhatikan pemenuhan standar keamanan dan gizi makanan, tetapi juga memperbesar peluang pelaku usaha lokal untuk memasok kebutuhan pangan program tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online