20 SPPG Temanggung Jadi Perhatian, Pengelolaan IPAL Dibenahi

Newswire
Newswire Selasa, 13 Oktober 2026 23:07 WIB
20 SPPG Temanggung Jadi Perhatian, Pengelolaan IPAL Dibenahi

Foto ilustrasi dapur Makan Bergizi Gratis, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Harianjogja.com, TEMANGGUNG—Sebanyak 20 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menjadi perhatian Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) karena masih menghadapi persoalan dalam pengoperasian instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Pembenahan dilakukan untuk mencegah pencemaran lingkungan sekaligus memastikan limbah operasional dapur program MBG dikelola sesuai ketentuan pemerintah.

Ketua Satgas MBG yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Temanggung, Tri Winarno, mengatakan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus memenuhi ketentuan terkait keamanan pangan, kesehatan makanan, dan perlindungan lingkungan.

“Pelaksanaan MBG di Temanggung itu harus sesuai koridor yang berlaku, baik dari sisi makanan, kesehatan makanan, maupun dari sisi lingkungan hidupnya. Termasuk persoalan sampah, karena kegiatan operasional beberapa SPPG turut menyumbang timbulan sampah,” katanya di Temanggung, Selasa.

Dari total 88 SPPG yang beroperasi di Kabupaten Temanggung, sebanyak 20 unit masih menjadi perhatian dalam pengelolaan IPAL. Persoalan ini perlu segera ditangani karena limbah dari aktivitas dapur yang tidak diolah dengan baik berpotensi mencemari lingkungan, khususnya jika dibuang langsung ke sungai.

Pengelolaan Limbah Perlu Pendampingan Teknis

Tri menjelaskan pembangunan IPAL di sejumlah SPPG belum disertai pendampingan teknis dari Dinas Lingkungan Hidup. Karena itu, pembinaan dan perbaikan sistem pengolahan limbah diperlukan agar fasilitas tersebut memenuhi standar teknis yang ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup.

Pengelolaan air limbah domestik harus melalui sejumlah tahapan. Proses tersebut meliputi pemisahan minyak dan lemak, ekualisasi, pengolahan biologis, pemisahan padatan, disinfeksi, hingga penampungan air hasil olahan.

Tahapan itu penting untuk memastikan limbah dari kegiatan operasional SPPG tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Tanpa pengolahan yang tepat, limbah dapur berpotensi menjadi sumber pencemaran, terutama ketika dialirkan langsung ke badan air.

Melalui pembenahan fasilitas dan pendampingan teknis, Satgas MBG Temanggung berharap seluruh SPPG dapat meningkatkan kualitas pengelolaan limbah sesuai ketentuan yang berlaku.

Air hasil pengolahan yang dialirkan ke sungai, saluran drainase, maupun saluran irigasi juga diharapkan memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan. Dengan demikian, risiko pencemaran lingkungan akibat aktivitas dapur program MBG dapat diminimalkan.

Selain memperbaiki sistem IPAL, pengelola SPPG diminta memperhatikan penanganan sampah dan limbah secara menyeluruh. Pengelolaan lingkungan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan program MBG berjalan dengan aman, sehat, dan berwawasan lingkungan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online