KPK Ungkap Dugaan Dana DSP BNPB Dipakai Beli Saham Rp30,98 Miliar
KPK menduga dana pengadaan BNPB yang bersumber dari DSP mengalir ke perusahaan terafiliasi Bima Setiawan dan digunakan membeli saham senilai Rp30,98 miliar.
Menu MBG di SMKN 1 Bulukerto, Wonogiri, diduga mengandung belatung. BGN menyebut temuan awal sebagai ulat sayur dan akan melakukan pengecekan. /Espos.
Harianjogja.com, WONOGIRI— Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 1 Bulukerto, Wonogiri, diduga mengandung belatung. Temuan yang beredar melalui video di media sosial tersebut kini ditindaklanjuti Satgas MBG Wonogiri bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan pihak terkait.
Wakil Bupati Wonogiri sekaligus Wakil Ketua Satgas MBG Wonogiri, Imron Rizkyarno, mengatakan pihaknya telah memantau informasi yang beredar dan berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah BGN Wonogiri untuk menelusuri kejadian tersebut.
Tim gabungan mendatangi SMKN 1 Bulukerto pada Selasa (20/10/2026). Tim terdiri atas Satgas MBG, Korwil BGN Wonogiri, Forkompimcam Bulukerto, serta puskesmas setempat.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi siswa setelah menerima makanan yang dibagikan pada Senin (19/10/2026). Tim juga berupaya memperoleh data mengenai kemungkinan adanya siswa yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu tersebut.
“Ini untuk mendapatkan data dari sekolah apakah ada yang keracunan atau tidak karena mungkin adanya belatung itu di satu ompreng dan mungkin tidak dimakan oleh siswa,” kata Imron saat diwawancarai awak media, Selasa (20/10/2026).
Video Menu MBG Diduga Berbelatung Viral
Dugaan adanya belatung pada menu MBG SMKN 1 Bulukerto mencuat setelah sebuah video berdurasi sekitar satu menit beredar di berbagai platform media sosial. Dalam video tersebut, sejumlah siswa memperlihatkan lauk berupa tumis sayur yang terlihat mengandung sejumlah hewan kecil berwarna putih dan bergerak.
Salah seorang siswa terdengar menyampaikan protes dalam video tersebut dengan mengatakan, “lah piye to MBG iki”.
Imron menjelaskan, informasi awal yang beredar di media sosial menyebut dapur penyedia makanan tersebut adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Geneng. Namun, berdasarkan hasil koordinasi Satgas MBG, penyedia makanan untuk sekolah itu adalah SPPG Bulurejo.
Satgas MBG Wonogiri masih menelusuri penyebab munculnya hewan yang diduga belatung pada makanan tersebut. Imron juga menyayangkan pihak sekolah maupun SPPG tidak segera melaporkan temuan itu kepada pihak terkait.
“Kami masih menyelidiki kenapa bisa ada dugaan seperti itu [menu MBG berbelatung]. Sekolah ataupun SPPG tidak melaporkan sampai berita itu sudah viral di media sosial,” katanya.
BGN Sebut Temuan Awal Berupa Ulat Sayur
Koordinator Wilayah BGN Wonogiri, Pandri Prabowo, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari SPPG Bulurejo selaku penyedia menu MBG yang dipersoalkan. Berdasarkan keterangan sementara kepala SPPG, hewan yang ditemukan pada makanan tersebut disebut sebagai ulat sayur yang sudah mati dan ikut termasak.
Meski demikian, BGN Wonogiri belum menganggap persoalan tersebut selesai. Pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan untuk memastikan jenis hewan yang ditemukan sekaligus menelusuri penyebabnya.
“Konfirmasi dari Kepala SPPG ulat sayur. Kita dalami dulu, iya [akan dicek lebih lanjut],” kata Pandri.
Menurut Pandri, temuan tersebut terdapat pada menu tumis sayur yang diterima salah satu siswa. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai temuan serupa pada ompreng makanan lainnya.
Berdasarkan pemantauan sementara, Pandri juga menyampaikan belum ada laporan dampak kesehatan yang dialami siswa setelah menerima menu MBG tersebut. Kendati demikian, pemeriksaan tetap dilakukan sebagai bagian dari evaluasi keamanan pangan dalam pelaksanaan program.
BGN Evaluasi Kebersihan dan Keamanan Pangan
BGN Wonogiri menekankan perlunya penguatan standar operasional prosedur (SOP) pada SPPG penyedia makanan. Penguatan tersebut mencakup kualitas bahan makanan, keamanan pangan, hingga kebersihan lingkungan dapur.
“Termasuk kualitas dan keamanan pangan. Termasuk kebersihan SPPG,” tambahnya.
Temuan pada menu MBG SMKN 1 Bulukerto menjadi perhatian karena makanan dalam program tersebut dikonsumsi oleh para siswa. Satgas MBG Wonogiri bersama BGN dan pihak terkait masih mendalami penyebab munculnya hewan pada tumis sayur serta mengevaluasi proses pengolahan makanan di SPPG Bulurejo.
Hasil pengecekan diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk mencegah kejadian serupa terulang dan menjaga kualitas serta keamanan makanan dalam pelaksanaan program MBG.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Espos
KPK menduga dana pengadaan BNPB yang bersumber dari DSP mengalir ke perusahaan terafiliasi Bima Setiawan dan digunakan membeli saham senilai Rp30,98 miliar.
Malioboro Coffee Night #6 digelar 29-31 Oktober 2026 dengan ribuan cangkir kopi gratis, Pasar Kopi Nusantara, dan ruang temu petani.
Dinsos Bantul menyiapkan pelibatan TNI-Polri dalam pendataan bansos melalui Perlinsos. Data yang telah diinput mencapai sekitar 4.500.
Sebanyak 53 korban Kapal Virgo belum ditemukan sejak tenggelam di Laut Jawa pada 13 September 2026. Perusahaan mengutamakan pencarian sebelum salvage.
Macan Tutul Jawa terekam kamera jebak di Cagar Alam Nusakambangan Barat. BKSDA memperkirakan populasinya di pulau itu sekitar 20 individu.
BGN mencatat siswa yang belajar dalam kondisi lapar turun menjadi 16% berkat MBG. Program ini menjangkau 57 juta penerima hingga September 2026.