Bulog Tambah 150.000 Ton Jagung SPHP, Peternak Bisa Beli Rp5.500 per Kg
Bulog menambah 150.000 ton jagung SPHP dengan harga Rp5.000/kg di gudang untuk membantu peternak mikro menekan biaya pakan.
Foto ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. - Magnific
Harianjogja.com, KARANGANYAR—Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, masih berlangsung pada Rabu (21/10/2026). Kobaran api berukuran besar terpantau membakar jurang di sisi selatan bawah Puncak Puroso dan menjalar ke arah Segorogunung serta Tambak.
Relawan Paguyuban Giri Lawu (PGL) Cemoro Sewu, Zainudin, mengatakan hasil pemantauan pada Rabu pagi menunjukkan sejumlah titik api masih aktif di lereng gunung tersebut.
“Dari pagi tadi, untuk titik api yang besar itu masih di bawah Puncak Puroso. Api mengarah ke Segorogunung dan Tambak. Untuk titik api yang kecil berada di Gegerboyo,” kata Zainudin saat menyampaikan perkembangan karhutla Gunung Lawu seperti dilansir Solopos, Rabu.
Menurut Zainudin, pergerakan api dipengaruhi tiupan angin yang mengarah ke barat. Perubahan arah dan kecepatan angin menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi pergerakan kobaran api menuju kawasan permukiman dan jalur penting.
Untuk mengantisipasi perkembangan kebakaran, PGL Cemoro Sewu menyiagakan lima personel relawan di titik strategis Hargodalem. Mereka bertugas memantau kondisi kebakaran secara langsung atau real-time.
Luas Karhutla Gunung Lawu Capai 490 Hektare
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Sugiharjo, menyampaikan luas area terdampak karhutla hingga Selasa (20/10/2026) diperkirakan mencapai 490 hektare. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan estimasi sebelumnya yang mencapai 100 hektare.
Untuk menangani kebakaran, tim gabungan yang terdiri atas BPBD, TNI, Polri, dan ratusan relawan dikerahkan ke kawasan terdampak. Relawan yang terlibat berasal dari PGL, AGL, Cetho, Tambak, Segorogunung, Basarnas, serta unsur SAR Soloraya lainnya.
Upaya pemadaman dilakukan melalui sejumlah metode, mulai dari pengeboman air atau water bombing menggunakan helikopter hingga pembuatan jalur penyekatan secara manual di darat.
Namun, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Cuaca ekstrem, kabut tebal, dan angin kencang menghambat efektivitas pemadaman dari udara.
Kabut Tebal Hambat Pemadaman Lewat Helikopter
Pada Selasa (20/10/2026), petugas menjadwalkan empat sortie atau penerbangan untuk pengeboman air. Namun, karena kawasan terdampak tertutup kabut tebal, hanya dua penerbangan yang dapat dilaksanakan.
Kondisi tersebut membuat penanganan kebakaran harus terus mengandalkan upaya di jalur darat. Petugas dan relawan mempercepat pembuatan ilaran atau sekat api manual untuk membatasi penjalaran kebakaran.
Dalam pelaksanaannya, keselamatan personel tetap menjadi prioritas. Pembuatan sekat api dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan dan situasi kebakaran di kawasan lereng Gunung Lawu.
Sekat Api Diperkuat untuk Lindungi Hutan dan Fasilitas Warga
Saat ini, tim gabungan memprioritaskan penguatan jalur penyekatan untuk mencegah api menjalar lebih jauh. Upaya tersebut ditujukan untuk melindungi tutupan hutan alam, kawasan objek wisata penting, serta jaringan pipa saluran air bersih milik warga setempat.
Pergerakan api menuju Segorogunung dan Tambak menjadi salah satu perkembangan yang dipantau relawan di lapangan. Sementara itu, titik api kecil juga terpantau di kawasan Gegerboyo.
Dengan luas kebakaran yang diperkirakan mencapai 490 hektare dan kondisi cuaca yang menghambat pemadaman udara, upaya penanganan terus dilakukan melalui koordinasi tim gabungan serta pembuatan sekat api di jalur darat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Bulog menambah 150.000 ton jagung SPHP dengan harga Rp5.000/kg di gudang untuk membantu peternak mikro menekan biaya pakan.
Prabowo menyebut Indonesia berada dalam kondisi survival dan menegaskan kepentingan nasional serta rakyat menjadi prioritas pemerintah.
Peta NASA menunjukkan sebaran karbon monoksida di Indonesia pada 13–15 Oktober 2026. BMKG mengingatkan data satelit tidak langsung menggambarkan kualitas udara
Bupati Sleman Harda Kiswaya melantik 63 pejabat pimpinan tinggi pratama dan administrator. Pejabat diminta memegang falsafah Golong Gilig dan mengutamakan pelay
Pemkab Kulonprogo dan Kemendag melatih 60 UMKM agar mampu menembus pasar ekspor. Program pendampingan intensif disiapkan selama delapan bulan.
Ketua DPRD Jogja FX Wisnu Sabdono Putro berharap persoalan sampah tuntas pada 2027. PSEL Piyungan dirancang mengolah 1.000 ton sampah per hari.