Pilkades Serentak 2026 di Magelang, Bupati Ingatkan Calon Jaga Persaudaraan

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Kamis, 22 Oktober 2026 15:47 WIB
Pilkades Serentak 2026 di Magelang, Bupati Ingatkan Calon Jaga Persaudaraan

Penandatanganan kesepakatan Deklarasi Damai Pilkades Serentak Kabupaten Magelang Tahun 2026 di Command Center Room (CCR) Kabupaten Magelang, Rabu (21/10/2026)./Istimewa-Dokumen Pemkab Magelang

Harianjogja.com, MAGELANG—Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, mengajak para calon kepala desa, panitia, dan masyarakat menjaga persaudaraan selama pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026. Perbedaan pilihan diharapkan tidak memecah belah warga, tetapi tetap menjadi bagian dari proses demokrasi yang menjunjung kerukunan.

Pesan tersebut disampaikan dalam Deklarasi Damai Pilkades Serentak Kabupaten Magelang Tahun 2026 di Command Center Room (CCR) Kabupaten Magelang, Rabu (21/10/2026). Kegiatan berlangsung secara hibrida dan diikuti peserta yang hadir langsung di CCR maupun perwakilan dari 49 desa penyelenggara Pilkades melalui Zoom.

Mengusung tema “Beda Pilihan Tetap Seduluran, Pilkades Damai, Desa Aman, Masyarakat Nyaman”, deklarasi tersebut menjadi komitmen bersama untuk mewujudkan Pilkades yang aman, tertib, jujur, adil, dan demokratis.

Calon Kades Diminta Berkompetisi secara Sehat

Grengseng menegaskan keberhasilan Pilkades tidak hanya ditentukan oleh terlaksananya pemungutan suara. Seluruh pihak juga memiliki tanggung jawab menjaga keamanan, ketertiban, dan keutuhan masyarakat selama setiap tahapan pemilihan.

Menurutnya, seluruh calon kepala desa merupakan putra-putri terbaik di desa masing-masing yang memiliki tanggung jawab membangun dan memajukan masyarakat. Karena itu, persaingan ant calon perlu dijalankan dengan kedewasaan, integritas, dan sikap kenegarawanan.

“Silakan menyampaikan visi, gagasan, dan program kerja untuk memajukan desa. Berkompetisilah dengan sehat. Jangan merendahkan calon yang lain dan merasa lebih dari calon yang lain,” tegasnya.

Bupati juga mengingatkan para calon beserta pendukungnya agar tidak melakukan kampanye negatif, menyebarkan ujaran kebencian, melakukan intimidasi, menjalankan politik uang, memprovokasi masyarakat, maupun melakukan tindakan lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

Seluruh tahapan Pilkades harus dijalankan sesuai aturan dengan memberikan pelayanan yang setara kepada semua calon dan menjaga netralitas. Apabila muncul persoalan, penyelesaiannya perlu mengikuti jalur serta mekanisme yang telah ditetapkan, bukan berdasarkan emosi atau keputusan tergesa-gesa.

Panitia dan Aparat Diminta Antisipasi Kerawanan

Selain mengingatkan para calon, Grengseng meminta camat, kepala desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta unsur terkait memperkuat koordinasi dan melakukan deteksi dini terhadap potensi kerawanan.

Persiapan pengamanan perlu dilakukan secara optimal, terutama menjelang dan selama tahapan kampanye, masa tenang, pemungutan suara, hingga penetapan hasil Pilkades.

“Lebih baik kita mencegah dari awal daripada harus memulihkan konflik dari keadaan yang sebelumnya masih aman,” ujarnya.

Menurut Grengseng, upaya pencegahan sejak dini diperlukan agar perbedaan pilihan tidak berkembang menjadi konflik yang mengganggu kehidupan masyarakat.

Kepala Desa Terpilih Harus Merangkul Semua Warga

Grengseng menekankan jabatan kepala desa merupakan amanah untuk melayani masyarakat, bukan sarana mempertajam perbedaan pilihan politik. Kepala desa yang terpilih nantinya diharapkan mampu merangkul seluruh elemen masyarakat dan melaksanakan pembangunan tanpa membedakan pilihan politik warga.

Ia mengingatkan Pilkades merupakan proses demokrasi yang akan kembali berlangsung pada periode berikutnya. Karena itu, menjaga hubungan baik antarmasyarakat dinilai lebih penting daripada mempertahankan perselisihan akibat perbedaan pilihan.

“Pilkades bukan sebuah bentuk demokrasi yang memecah belah, tetapi menjadi sarana merangkul semua pihak dan seluruh potensi yang ada di desa untuk mewujudkan pemimpin yang memiliki legitimasi dan dukungan kuat dalam mewujudkan harapan masyarakat,” ungkapnya.

Bupati berharap pesan perdamaian yang disampaikan melalui deklarasi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Komitmen tersebut diharapkan diteruskan hingga tingkat dusun, rukun tetangga (RT), lingkungan keluarga, dan seluruh lapisan masyarakat.

Deklarasi Diikuti Peserta dari 49 Desa

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Magelang, Margono, menyampaikan deklarasi damai diselenggarakan untuk membangun komitmen bersama dalam mendukung Pilkades yang aman, tertib, lancar, demokratis, jujur, dan adil.

Kegiatan itu juga bertujuan mendorong calon kepala desa beserta pendukungnya menaati peraturan dan menjaga etika selama tahapan Pilkades. Selain itu, deklarasi diarahkan untuk mencegah provokasi dan penyebaran informasi yang tidak benar serta memperkuat netralitas panitia, BPD, dan aparatur pemerintah desa.

Deklarasi diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang, camat beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dari 16 kecamatan, serta kepala desa, ketua BPD, ketua panitia, dan calon kepala desa dari 49 desa penyelenggara Pilkades serentak.

Dalam kegiatan tersebut, deklarasi damai dibacakan oleh perwakilan kepala desa dan diikuti seluruh calon kepala desa. Peserta mengikuti kegiatan secara langsung di CCR maupun secara daring dari desa masing-masing.

Melalui deklarasi ini, seluruh pihak diharapkan menghormati hak masyarakat untuk menentukan pilihan secara bebas dan bertanggung jawab, menolak intimidasi serta politik uang, dan menerima hasil Pilkades sesuai mekanisme yang sah.

Dengan semangat “Beda Pilihan Tetap Seduluran”, Pilkades Serentak Kabupaten Magelang 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat demokrasi di tingkat desa sekaligus menjaga persatuan dan kerukunan masyarakat demi keberlanjutan pembangunan desa.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online