Karhutla Meluas, Jalur Pendakian Lima Gunung di Jateng Ditutup

M. Faisal Nur Ikhsan
M. Faisal Nur Ikhsan Sabtu, 24 Oktober 2026 07:37 WIB
Karhutla Meluas, Jalur Pendakian Lima Gunung di Jateng Ditutup

Foto ilustrasi mendaki gunung, dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGPT

Harianjogja.com, SEMARANG—Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menutup sementara jalur pendakian di lima gunung untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas. Kebijakan ini menyusul insiden kebakaran di kawasan Gunung Lawu, Gunung Sumbing, dan Gunung Pakuwaja.

Penutupan tersebut mencakup jalur pendakian Gunung Lawu, Gunung Merbabu, Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, dan Gunung Slamet. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di kawasan pegunungan agar menghindari penggunaan api.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menyebut dugaan awal penyebab kebakaran di Gunung Lawu dan Gunung Sumbing adalah kelalaian manusia.

"Kejadian kebakaran di Gunung Lawu dan Sumbing diduga karena human error. Dugaan awal, ya. Karenanya, aktivitas kegiatan di gunung ini, baik itu petani maupun pendaki, harapannya bisa diminimalisir untuk tidak menggunakan api di atas," kata Bergas, dikutip pada Sabtu (24/10/2026).

Penutupan Didasarkan pada Instruksi DLHK Jateng

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah, Heru Djatmika, membenarkan bahwa pihaknya telah menerbitkan instruksi untuk mencegah kebakaran susulan di kawasan pegunungan.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat DLHK Provinsi Jawa Tengah Nomor S/500.4/891/2026 tertanggal Rabu (21/10/2026) tentang Penutupan Sementara Jalur Pendakian Gunung dan Penyiapan Lahan Tanpa Bakar.

Heru menjelaskan, penutupan jalur pendakian dilakukan sebagai tindak lanjut penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan. Status tersebut ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/237 Tahun 2026.

Pemerintah provinsi juga berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Jawa Tengah untuk membatasi aktivitas di kawasan pegunungan selama penanganan kebakaran berlangsung.

"Kejadian kebakaran di Gunung Lawu dan Gunung Sumbing sebagaimana yang disampaikan Bapak Kapolda indikasinya karena human error. Mengingat kejadian itu, kami berkoordinasi dengan Polda Jateng untuk menutup semua jalur pendakian yang ada di Jawa Tengah. Demikian kami maksudkan untuk mengeliminasi apabila hal-hal yang tidak diinginkan," tegas Heru.

Pemadaman Karhutla Dilakukan dari Darat dan Udara

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten dan kota terkait masih melakukan pemadaman di sejumlah titik kebakaran. Penanganan karhutla di Gunung Lawu dilakukan melalui jalur darat dan udara untuk mengantisipasi meluasnya area terdampak.

Jarak titik kebakaran di Gunung Lawu dilaporkan tinggal sekitar 5 kilometer dari permukiman warga. Berdasarkan laporan pemantauan, sedikitnya 230 hektare kawasan hutan di lereng gunung tersebut telah terbakar.

Kerusakan terparah dilaporkan berada di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu. Pemerintah daerah terus mengupayakan penanganan untuk membatasi penyebaran api.

Sementara itu, pemadaman di Gunung Sumbing juga mendapat dukungan armada udara. Satu unit helikopter dikerahkan untuk membantu mengatasi kebakaran setelah sebelumnya bertugas memadamkan api di Gunung Lawu.

Upaya pemadaman menggunakan metode water bombing atau penjatuhan air dari udara juga direncanakan dilakukan di Gunung Sumbing dalam waktu dekat.

Status Bencana Ditingkatkan, Warga Diimbau Tak Membakar Lahan

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan status kebencanaan di wilayah terdampak telah ditingkatkan untuk mempercepat penyaluran bantuan logistik dan dukungan operasional.

"Bupati sudah koordinasi dengan kita. Sudah ditingkatkan menjadi tanggap bencana. Juga ada dua helikopter dari TNI yang nanti dioperasionalkan oleh BNPB," kata Luthfi pada Selasa (20/10/2026).

Selain penanganan darurat, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya pencegahan kebakaran melalui perubahan praktik pembukaan lahan. Masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di sekitar kawasan pegunungan diimbau tidak membakar semak belukar untuk membuka lahan pertanian.

"Harapan saya, saya mengimbau kepada masyarakat agar upaya pencegahan kebakaran itu harus kita maksimalkan," ujarnya.

Penutupan jalur pendakian dan pembatasan aktivitas yang berpotensi memicu api diharapkan dapat mengurangi risiko kebakaran susulan selama kondisi darurat karhutla masih berlangsung.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online