Dana Transfer Turun, DPRD Jogja Minta Anggaran 2027 Fokus Warga
DPRD Jogja meminta Pemkot memprioritaskan program masyarakat dalam anggaran 2027 menyusul penurunan dana transfer dari pemerintah pusat.
Ilustrasi. /Antaranews-Ridwan Triatmodjo
Harianjogja.com, SEMARANG—Polrestabes Semarang menyelidiki kematian Ayudiah Rivana Tridiandinata (19), atlet pencak silat kontingen Kota Semarang yang berlaga dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Ayudiah meninggal dunia saat menjalani perawatan di RS Primaya Semarang pada Rabu (28/10/2026), setelah sebelumnya dirujuk akibat mengalami patah jari tangan ketika bertanding.
Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang AKP Jumani mengatakan kepolisian telah melakukan sejumlah langkah untuk mengungkap kronologi kejadian dan menelusuri kemungkinan penyebab kematian atlet tersebut. Salah satunya dengan meminta klarifikasi dari pihak rumah sakit serta tenaga medis yang bertugas.
Menurut Jumani, keterangan dari pihak-pihak terkait diperlukan untuk menyusun rangkaian peristiwa secara utuh. Polisi juga ingin memastikan apakah terdapat unsur kesengajaan atau kelalaian dalam peristiwa tersebut.
"Karena peristiwa ini menyangkut nyawa seseorang, kami tetap melakukan penyelidikan, terlepas dari ada atau tidaknya permintaan keluarga," katanya.
Polisi Minta Keterangan Rumah Sakit dan Tenaga Medis
Jumani menegaskan penyelidikan dilakukan untuk memastikan penyebab kematian Ayudiah berdasarkan fakta yang diperoleh selama proses pemeriksaan. Kepolisian berupaya menangani perkara tersebut secara objektif dan berkeadilan tanpa terburu-buru menarik kesimpulan.
Ia mengatakan polisi juga telah menyarankan keluarga almarhumah untuk melakukan autopsi. Namun, keluarga menolak saran tersebut.
"Prinsip kami mengedepankan kehati-hatian, mengumpulkan keterangan dari semua pihak yang berkaitan, dan tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kematian sebelum proses penyelidikan selesai," katanya.
Dengan langkah tersebut, Polrestabes Semarang masih mengumpulkan informasi dari pihak-pihak yang berkaitan dengan perawatan Ayudiah. Hasil penyelidikan diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kronologi kejadian dan kemungkinan penyebab kematiannya.
Kronologi Atlet Silat Semarang Dirujuk ke Rumah Sakit
Ayudiah Rivana Tridiandinata merupakan atlet pencak silat kontingen Kota Semarang yang mengikuti Porprov Jawa Tengah 2026. Ia mengalami patah jari tangan saat bertanding pada Senin (26/10/2026).
Setelah mengalami cedera, Ayudiah dirujuk ke RS Primaya Semarang untuk mendapatkan perawatan medis. Rumah sakit tersebut berada tidak jauh dari arena pertandingan.
Pada Selasa (27/10/2026), Ayudiah menjalani operasi untuk menangani patah tulang jari yang dialaminya. Ia kemudian masih menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.
Namun, pada Rabu (28/10/2026), Ayudiah dikabarkan meninggal dunia saat akan dibangunkan di kamar perawatannya.
Peristiwa meninggalnya atlet berusia 19 tahun itu kini menjadi bagian dari penyelidikan Polrestabes Semarang. Kepolisian masih menelusuri kronologi dan mengumpulkan keterangan sebelum menyimpulkan penyebab kematian Ayudiah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
DPRD Jogja meminta Pemkot memprioritaskan program masyarakat dalam anggaran 2027 menyusul penurunan dana transfer dari pemerintah pusat.
adwal KRL Jogja-Solo Jumat, 30 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
Tiket konser Syahrini Rp35 juta menawarkan akses VIP, lounge khusus, sesi after-show, dan merchandise eksklusif. Kuotanya sekitar 40 orang.
Bakmi godog hangat dan suasana sawah menjadi daya tarik Sajian Kembang Turi di Turi, Sleman, untuk wisata kuliner keluarga saat musim hujan.
KAI menyiapkan extra seat diskon 50% untuk perjalanan kereta tertentu. Simak rencana penerapan, syarat pembelian, dan ketentuannya.
BPBD Gunungkidul mengajak komunitas keagamaan terlibat dalam mitigasi bencana, mulai dari kesiapsiagaan hingga pemulihan pascabencana.