Advertisement
Harga MinyaKita di Temanggung Tembus Rp18.000 Jelang 2026
Pedagang menata Minyakita di Bandung, Jawa Barat. Bisnis.com - Rachman
Advertisement
Harianjogja.com, TEMANGGUNG—Harga minyak goreng MinyaKita di pasaran Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) menjelang pergantian Tahun Baru 2026.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Dinkopdag) Kabupaten Temanggung Ponco Marbagyo di Temanggung, Jumat, mengatakan harga MinyaKita sesuai HET Rp15.700 per liter tetapi harga di pasaran sudah mencapai Rp18.000 per liter.
Advertisement
Menurut dia, stok MinyaKita di Bulog sementara ini telah habis digunakan untuk bantuan pangan pada masyarakat kurang mampu menjelang akhir tahun ini.
Ia mengatakan sebagai upaya stabilisasi harga di pasaran Dinkopdag Kabupaten Temanggung bersama Bulog melakukan skema penyaluran langsung ke pengecer,
BACA JUGA
upaya ini untuk memutus mata rantai penyaluran MinyaKita yang membuat biaya distribusi membengkak hingga memicu kenaikan harga.
Menurut dia, penyaluran MinyaKita nantinya dilakukan tanpa melalui distributor agar rantai distribusi lebih efisien dan harga tetap terjangkau di tingkat konsumen.
"Penyaluran HET itu nanti diutamakan melalui Bulog maupun id food, saat ini masih proses, jadi untuk stok dari produsen ke Bulog masih ada jedanya, karena stok yang kemarin itu cukup banyak sebetulnya tapi dialokasikan untuk bantuan pangan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
- Libur Lebaran Ramai, Kamar Hotel DIY Justru Banyak Kosong
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
- Pengolahan Mandiri Efektif, Sampah Residu di Demangan Jogja Berkurang
Advertisement
Advertisement








