Kaspersky Temukan Situs Palsu Jual iPhone 18, Waspada Data Dicuri
Kaspersky menemukan situs palsu yang menawarkan iPhone 18 dengan harga fiktif. Pengguna diminta waspada sebelum memasukkan data pribadi.
Penggarapan konstruksi Tol Jogja-Bawen. - ist/PT Jasamarga Jogja Bawen
Harianjogja.com, SEMARANG — Jalur Tol Bawen–Yogyakarta ditargetkan mulai difungsikan secara terbatas pada H-10 Lebaran 2026. Langkah ini diharapkan mampu mengurai kepadatan kendaraan yang selama ini kerap terjadi di Simpang Bawen saat arus mudik.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah-DIY (BBPJN) Moch Iqbal Tamher mengatakan, skema fungsional akan memungkinkan pemudik yang menuju Magelang maupun jalur tengah langsung keluar melalui Ambarawa tanpa harus turun di Bawen.
“Jadi, pemudik yang menuju Magelang ataupun menuju jalur tengah bisa langsung keluarnya di Ambarawa tanpa keluar dari Bawen,” kata Iqbal, Selasa (3/3/2026).
Urai Kemacetan Simpang Bawen
Selama ini, exit Tol Bawen menjadi titik temu arus kendaraan pemudik sehingga kerap menimbulkan antrean panjang, terutama pada puncak arus mudik dan balik Lebaran. Dengan difungsikannya akses keluar Ambarawa dari ruas Tol Bawen-Yogyakarta, kepadatan di Simpang Bawen diharapkan berkurang signifikan.
Iqbal menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Korlantas Polri serta pengelola proyek tol untuk menjadikan jalur tersebut sebagai alternatif resmi bagi pemudik yang melintas di jalur tol Trans Jawa menuju wilayah selatan dan tengah Jawa.
Progres Penuh Masih Bertahap
Meski akan difungsikan sementara untuk Lebaran 2026, progres keseluruhan pembangunan Tol Bawen–Yogyakarta masih membutuhkan waktu, khususnya pada segmen wilayah Magelang hingga Seksi 4 dan Seksi 5 yang menghubungkan Magelang sampai Jambu.
Menurut Iqbal, kondisi geografis kawasan pegunungan menjadi tantangan utama pengerjaan proyek tersebut.
“Untuk progres Tol Bawen–Yogya ini memang masih lama, khususnya di segmen daerah Magelang menuju Seksi 4 ataupun Seksi 5. Itu daerah Magelang sampai Jambu karena wilayah pegunungan. Targetnya masih di 2028 ataupun 2029,” ujarnya.
Jateng Siap Sambut 17,7 Juta Pemudik
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan kesiapan provinsi dalam menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Ia menyebut Jawa Tengah sebagai simpul utama perlintasan nasional sehingga kesiapan infrastruktur jalan menjadi prioritas utama.
Berdasarkan proyeksi Kementerian Perhubungan, sekitar 17,7 juta orang diperkirakan masuk ke Jawa Tengah selama periode Lebaran 2026. Secara nasional, provinsi ini juga menjadi tujuan favorit dengan estimasi total pergerakan mencapai 38,71 juta orang.
Ahmad Luthfi menambahkan, Jawa Tengah memiliki hampir 2.200 kilometer jalan kewenangan provinsi dengan tingkat kemantapan mencapai 94 persen.
“Pada 2026 ini, fokus pada perawatan agar tetap optimal saat arus mudik dan balik,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kaspersky menemukan situs palsu yang menawarkan iPhone 18 dengan harga fiktif. Pengguna diminta waspada sebelum memasukkan data pribadi.
Kemenhut mengembangkan kasus pembalakan liar di TN Berbak dan Sembilang setelah dua orang ditetapkan sebagai tersangka.
Lima kalurahan di Sleman memilih mekanisme voting untuk Pilur PAW. Sebanyak 15 calon mengikuti pemilihan di lima kalurahan.
Suvenir pernikahan Rangga dan Nunu berupa anak ayam hidup dalam kotak mika menuai kritik warganet karena dinilai tak layak.
Industri pelumas mengubah strategi menghadapi pertumbuhan EV dengan memperkuat pasar industri dan mengembangkan produk bernilai tambah.
Aliran PDAM di Padukuhan Padem, Panggang, Gunungkidul macet lebih dari lima tahun. Warga terpaksa membeli air saat musim kemarau.