Advertisement
10 ASN Pemkab Pekalongan Diperiksa KPK Seusai OTT Bupati
Foto ilustrasi korupsi dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Advertisement
Harianjogja.com, PEKALONGAN—Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sekitar 10 aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Pekalongan terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Selasa (3/3). Pemeriksaan dilakukan di Mapolres Kota Pekalongan sebagai bagian dari pendalaman kasus dugaan korupsi tersebut.
Proses pemeriksaan oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi berlangsung dengan meminjam dua ruangan di lantai 2 Mapolres Kota Pekalongan, yakni aula dan posko.
Advertisement
Pejabat Sementara Kasi Humas Polres Kota Pekalongan Iptu Purno Utomo di Pekalongan, Selasa, mengatakan bahwa pada pemeriksaan itu, KPK meminjam dua ruangan yakni aula dan posko yang berada di lantai 2.
"Iya, benar, di ruang aula dan posko. Akan tetapi, kami tidak tahu secara persis kegiatan ataupun pemeriksaan apa yang sedang dilakukan KPK, siapa saja yang diperiksa, berapa orang yang diperiksa, maupun materinya," katanya.
BACA JUGA
Pemeriksaan terhadap ASN Pemkab Pekalongan ini diduga berkaitan langsung dengan OTT yang menjerat Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Sebelumnya, KPK telah mengamankan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dan sejumlah pihak lainnya di Pekalongan, kemudian membawa mereka ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Selain itu, KPK juga telah menyegel sejumlah ruangan di lingkungan Pemkab Pekalongan, salah satunya ruang kerja Bupati Pekalongan.
Di halaman Mapolres Pekalongan Kota, terpantau lima mobil dinas berpelat merah milik Pemkab Pekalongan masih terparkir, memperkuat indikasi keterkaitan pemeriksaan dengan lingkungan pemerintah daerah setempat.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum-Taru Kabupaten Pekalongan Budhi Antoyo saat memimpin acara Apel Pagi mengatakan aparatur sipil negara agar tetap tenang dan bekerja sesuai time line serta tugas pokok fungsinya.
Ia juga mengingatkan agar area yang disegel oleh KPK benar-benar steril dari kegiatan para pegawai.
"Kita tidak tahu apa persoalannya. Yang penting mari kita berdoa dan meminta kekuatan kepada Yang Maha Kuasa," katanya, sembari menegaskan pentingnya menjaga situasi kerja tetap kondusif di tengah proses hukum yang sedang berjalan terkait OTT Bupati Pekalongan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
- Libur Lebaran Ramai, Kamar Hotel DIY Justru Banyak Kosong
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
Advertisement
Advertisement







