Advertisement

Dua Korban Lahar Hujan Merapi Ditemukan, Tim SAR Sisir Sungai Senowo

Newswire
Rabu, 04 Maret 2026 - 14:37 WIB
Maya Herawati
Dua Korban Lahar Hujan Merapi Ditemukan, Tim SAR Sisir Sungai Senowo Tim SAR gabungan evakuasi salah satu korban lahar dingin yang ditemukan telah meninggal dunia di Magelang, Rabu (4/3/2026). ANTARA - Heru Suyitno

Advertisement

Harianjogja.com, MAGELANG–Operasi kemanusiaan di lereng Gunung Merapi membuahkan hasil setelah tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi dua jenazah yang terjebak di tengah material vulkanik.

Memasuki hari kedua pencarian korban lahar hujan Merapi di aliran Sungai Senowo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, petugas menemukan jasad korban di antara bebatuan besar dengan kondisi yang memprihatinkan pada Rabu (4/3/2026).

Advertisement

Identitas kedua korban yang telah ditemukan tersebut adalah Heru Setyawan (25), warga Krinjing, dan Arif Fuad Hasan (26), pemuda asal Ngargosoko, Srumbung.

Lokasi penemuan jasad berada sekitar tiga kilometer dari titik awal kejadian, di mana arus kuat banjir lahar dingin menyeret mereka saat hujan lebat mengguyur kawasan puncak pada Selasa (3/3/2026) sore sekitar pukul 15.30 WIB.

“Dari informasi yang kami terima ada empat korban yang dilaporkan hilang. Alhamdulillah, hari ini sudah ditemukan dua korban. Pencarian terhadap dua korban lainnya masih terus dilakukan,” terang Koordinator Unit Siaga SAR Borobudur, Arif Yulianto, Rabu.

Guna mempercepat proses evakuasi, kekuatan personel dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) yang menyisir radius hingga empat kilometer, termasuk melibatkan unit anjing pelacak K9 milik Polresta Magelang untuk mendeteksi keberadaan dua korban lahar Merapi yang masih hilang.

SRU pertama fokus melakukan penyisiran bersama unit K9, sementara SRU kedua bergerak dari lokasi awal kendaraan terjerat hingga area Dam 1. Adapun SRU ketiga menyisir sektor hilir mulai dari Dam 1 menuju Dam 2 hingga berakhir di wilayah Bendo untuk memastikan tidak ada korban lahar Merapi yang tertimbun material pasir di sepanjang aliran sungai tersebut.

Selain menelan korban jiwa, terjangan arus sungai ini juga menimbulkan dampak kerusakan material yang cukup parah di lokasi penambangan.

Berdasarkan pendataan sementara, terdapat tiga unit truk yang dilaporkan hanyut terseret arus, sedangkan 12 truk lainnya terjebak di tengah aliran, serta dua alat berat jenis ekskavator yang hingga kini masih terpendam material pasir dan batu dan belum bisa dievakuasi.

Total terdapat enam warga yang mengalami luka-luka akibat kejadian ini, dengan dua di antaranya masih mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Muntilan. Operasi terpadu yang melibatkan unsur Basarnas, TNI, Polri, serta relawan lintas komunitas terus dioptimalkan untuk menemukan sisa korban lahar Merapi, sembari mengimbau para penambang dan masyarakat di sekitar bantaran sungai untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan jika cuaca di puncak kembali memburuk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Gantikan Sang Ayah, Mojtaba Jadi Calon Kuat Pemimpin Baru Iran

Gantikan Sang Ayah, Mojtaba Jadi Calon Kuat Pemimpin Baru Iran

News
| Rabu, 04 Maret 2026, 14:57 WIB

Advertisement

Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh

Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh

Wisata
| Minggu, 01 Maret 2026, 22:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement