Tim Sparta Amankan 7 Muda-Mudi Pesta Miras di Taman Kampus ISI Solo
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan tujuh muda-mudi yang mengonsumsi ciu sambil bernyanyi di Taman Kampus ISI Solo.
Ilustrasi mudik - Freepik
Harianjogja.com, CIANJUR—BPBD Cianjur meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama arus mudik Lebaran 2026. Sebanyak 30 petugas dan 180 relawan disiagakan untuk melakukan pengawasan serta penanganan cepat apabila terjadi bencana di jalur yang dilalui para pemudik.
Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat, menjelaskan puluhan petugas ditempatkan di pos terpadu di Jalan Raya Bandung–Cianjur. Pos tersebut diisi bersama sejumlah dinas, instansi, dan organisasi terkait sebagai bagian dari koordinasi pengamanan arus mudik dan balik Lebaran.
"Puluhan petugas mengisi pos terpadu di Jalan Raya Bandung-Cianjur bersama dengan dinas dan instansi serta organisasi lain sebagai bentuk kesiapsiagaan selama mudik dan balik," kata Asep Sudrajat di Cianjur, Sabtu.
Selain itu, ratusan relawan BPBD disebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Cianjur. Para relawan bertugas melakukan pemantauan kondisi wilayah serta melaporkan potensi bencana selama periode H-7 hingga H+7 Lebaran. Mereka juga memberikan imbauan kepada pengguna jalan, khususnya para pemudik, agar tetap berhati-hati selama perjalanan.
"Informasi BMKG memasuki musim mudik Lebaran cuaca ekstrem masih melanda sebagian besar Cianjur, sehingga perlu diwaspadai masyarakat di seluruh wilayah, termasuk pemudik yang melintas di jalur utama Cianjur," katanya.
Ia menjelaskan terdapat sejumlah titik yang perlu mendapat perhatian khusus karena berpotensi mengalami bencana alam. Wilayah rawan longsor tersebut tersebar mulai dari kawasan utara hingga selatan Cianjur.
Beberapa lokasi yang disebut rawan antara lain kawasan Puncak hingga Cugenang, jalur utama Bandung–Cianjur, serta sebagian besar jalur selatan Cianjur yang kerap dilalui kendaraan saat musim mudik.
BPBD Cianjur juga mengantisipasi kemungkinan longsor dan pohon tumbang di beberapa ruas jalan tersebut. Untuk mempercepat penanganan apabila terjadi bencana yang menutup badan jalan, BPBD telah berkoordinasi dengan berbagai instansi di tingkat kabupaten, provinsi, hingga pemerintah pusat.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk menyiagakan alat berat yang dapat segera digunakan membersihkan material longsor atau pohon tumbang sehingga jalur transportasi tetap dapat dilalui.
BPBD berharap arus mudik dan balik Lebaran 2026 di wilayah Cianjur dapat berlangsung tanpa gangguan bencana alam yang signifikan. Meski demikian, langkah kesiapsiagaan tetap dilakukan sebagai antisipasi terhadap potensi kejadian darurat di lapangan.
"Waspada tetap harus ditingkatkan karena beberapa jalur utama yang sering dilalui para pemudik rawan bencana seperti longsor dan pohon tumbang," katanya.
BPBD Cianjur juga mengimbau masyarakat di seluruh wilayah untuk lebih peka terhadap tanda-tanda alam yang berpotensi memicu bencana. Warga diminta segera mengungsi ke tempat aman apabila hujan lebat turun pada malam hari dengan durasi lebih dari dua jam, terutama di wilayah yang berada di daerah rawan longsor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan tujuh muda-mudi yang mengonsumsi ciu sambil bernyanyi di Taman Kampus ISI Solo.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.
iPhone 18 Pro 1TB dan 2TB dilaporkan memakai QLC, sedangkan 256GB dan 512GB menggunakan TLC. Simak hasil uji performanya.