Advertisement
Mudik Lebaran 2026, BPBD Cianjur Siagakan 210 Personel
Ilustrasi mudik / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, CIANJUR—BPBD Cianjur meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama arus mudik Lebaran 2026. Sebanyak 30 petugas dan 180 relawan disiagakan untuk melakukan pengawasan serta penanganan cepat apabila terjadi bencana di jalur yang dilalui para pemudik.
Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat, menjelaskan puluhan petugas ditempatkan di pos terpadu di Jalan Raya Bandung–Cianjur. Pos tersebut diisi bersama sejumlah dinas, instansi, dan organisasi terkait sebagai bagian dari koordinasi pengamanan arus mudik dan balik Lebaran.
Advertisement
"Puluhan petugas mengisi pos terpadu di Jalan Raya Bandung-Cianjur bersama dengan dinas dan instansi serta organisasi lain sebagai bentuk kesiapsiagaan selama mudik dan balik," kata Asep Sudrajat di Cianjur, Sabtu.
Selain itu, ratusan relawan BPBD disebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Cianjur. Para relawan bertugas melakukan pemantauan kondisi wilayah serta melaporkan potensi bencana selama periode H-7 hingga H+7 Lebaran. Mereka juga memberikan imbauan kepada pengguna jalan, khususnya para pemudik, agar tetap berhati-hati selama perjalanan.
BACA JUGA
"Informasi BMKG memasuki musim mudik Lebaran cuaca ekstrem masih melanda sebagian besar Cianjur, sehingga perlu diwaspadai masyarakat di seluruh wilayah, termasuk pemudik yang melintas di jalur utama Cianjur," katanya.
Ia menjelaskan terdapat sejumlah titik yang perlu mendapat perhatian khusus karena berpotensi mengalami bencana alam. Wilayah rawan longsor tersebut tersebar mulai dari kawasan utara hingga selatan Cianjur.
Beberapa lokasi yang disebut rawan antara lain kawasan Puncak hingga Cugenang, jalur utama Bandung–Cianjur, serta sebagian besar jalur selatan Cianjur yang kerap dilalui kendaraan saat musim mudik.
BPBD Cianjur juga mengantisipasi kemungkinan longsor dan pohon tumbang di beberapa ruas jalan tersebut. Untuk mempercepat penanganan apabila terjadi bencana yang menutup badan jalan, BPBD telah berkoordinasi dengan berbagai instansi di tingkat kabupaten, provinsi, hingga pemerintah pusat.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk menyiagakan alat berat yang dapat segera digunakan membersihkan material longsor atau pohon tumbang sehingga jalur transportasi tetap dapat dilalui.
BPBD berharap arus mudik dan balik Lebaran 2026 di wilayah Cianjur dapat berlangsung tanpa gangguan bencana alam yang signifikan. Meski demikian, langkah kesiapsiagaan tetap dilakukan sebagai antisipasi terhadap potensi kejadian darurat di lapangan.
"Waspada tetap harus ditingkatkan karena beberapa jalur utama yang sering dilalui para pemudik rawan bencana seperti longsor dan pohon tumbang," katanya.
BPBD Cianjur juga mengimbau masyarakat di seluruh wilayah untuk lebih peka terhadap tanda-tanda alam yang berpotensi memicu bencana. Warga diminta segera mengungsi ke tempat aman apabila hujan lebat turun pada malam hari dengan durasi lebih dari dua jam, terutama di wilayah yang berada di daerah rawan longsor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Paspor Indonesia Bebas Visa ke 42 Negara, Cek Destinasinya!
Advertisement
Berita Populer
- Desakan Menguat Seusai Remaja Bantul Tewas Dikeroyok Geng Remaja
- Modus Izin Tinggal Investor Jadi Cara WNA Belama-lama di Indonesia
- Produksi Gabah Sleman Naik 21 Persen pada Awal 2026
- Terbukti Korupsi, Carik Bohol Terancam Dipecat Seusai Vonis Inkrah
- Remaja di Bantul Tewas Dikeroyok, Polisi Sebut Motif Balas Dendam
Advertisement
Advertisement







