Terungkap! Dugaan Kekerasan Seksual 9 Tahun oleh Ayah di Sukoharjo
Kasus dugaan kekerasan seksual ayah terhadap anak selama 9 tahun di Sukoharjo diselidiki polisi. Korban alami trauma berat.
Foto ilustrasi anak-anak bermain petasan atau mercon, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, BLORA—Peristiwa memilukan terjadi di Kabupaten Blora saat libur Lebaran 2026. Seorang bocah berusia 10 tahun meninggal dunia setelah petasan berdaya ledak tinggi yang dinyalakan di halaman rumahnya tiba-tiba meledak.
Insiden tragis ini terjadi di Dukuh Ngapus, Desa Ketringan, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora pada Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Korban berinisial MA ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di lokasi kejadian seusai terkena ledakan petasan berukuran besar.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka bakar serius di sejumlah bagian tubuh, yakni dagu, dada sebelah kiri, serta kaki kanan. Luka parah tersebut disebabkan oleh kuatnya daya ledak petasan.
Kapolsek Jiken, AKP Sulbekti, menjelaskan bahwa peristiwa bermula sehari sebelumnya. Korban bersama seorang temannya menemukan petasan berdiameter sekitar 10 sentimeter dengan panjang 15 sentimeter di selokan bawah tower air pada Senin (23/3/2026).
Petasan tersebut kemudian dibawa dan pada keesokan harinya dinyalakan di halaman rumah korban. Saat itu, korban mengajak dua rekannya berinisial MAA (7) dan FA (9).
"Sumbu disulut, korban tetap berada di lokasi karena mengira petasan tidak meledak," kata AKP Sulbekti, Rabu (25/3/2026).
Tak lama setelah dinyalakan, petasan tiba-tiba meledak dengan kekuatan besar. Korban yang berada terlalu dekat tidak sempat menyelamatkan diri sehingga terkena dampak langsung ledakan.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi memastikan penyebab utama kematian adalah kerusakan organ dalam di bagian dada akibat tekanan ledakan.
"Saat kami tiba di lokasi, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Tim Inafis juga telah mengamankan lokasi kejadian," jelasnya.
Selain menelan korban jiwa, dua anak lain yang berada di lokasi turut mengalami luka ringan akibat serpihan dan efek ledakan. Keduanya mengalami luka di bagian kaki dan paha, dan saat ini menjalani perawatan jalan.
Petugas kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa sisa-sisa petasan di lokasi kejadian. Hingga kini, penyelidikan masih terus dilakukan dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk memastikan kronologi secara utuh.
Pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat, khususnya orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak selama masa libur Lebaran. Penggunaan petasan dengan daya ledak tinggi dinilai sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan korban jiwa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Kasus dugaan kekerasan seksual ayah terhadap anak selama 9 tahun di Sukoharjo diselidiki polisi. Korban alami trauma berat.
Prabowo menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski kurs dolar dan ekonomi global bergejolak.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.