Mentrans Dorong Hunian Vertikal Tipe 45 di Lokasi Transmigrasi
Mentrans dorong hunian vertikal dan standar rumah tipe 45 di kawasan transmigrasi untuk solusi lahan sempit.
Foto ilustrasi kendaraan melintas di jalan tol. - Freepik
Harianjogja.com, SEMARANG— Rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan arus balik Lebaran mulai disiapkan di jalur tol wilayah Jawa Tengah. Skema satu arah atau one way sepenggal direncanakan diterapkan dari Kendal hingga Pejagan saat volume kendaraan meningkat.
Penerapan sistem ini menjadi langkah antisipasi puncak arus balik kedua yang diperkirakan terjadi pada Minggu (29/3/2026) malam di ruas tol tersebut.
Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah, M Pratama Adhyasastra, menjelaskan skema one way tahap ketiga akan dimulai dari KM 390 di Kendal hingga Pejagan.
"Untuk 'one way' tahap ketiga akan kita mulai dari KM 390 di Kendal sampai Pejagan," katanya di Semarang, Sabtu.
Pemberlakuan sistem ini akan bergantung pada kondisi lalu lintas di lapangan. Jika volume kendaraan mencapai sekitar 3.000 kendaraan per jam, rekayasa tersebut akan langsung diterapkan.
"Kalau masih 2.500 sampai 2.800 per.jam, kita masih akan menggunakan kondisi normal," ujarnya.
Polda Jawa Tengah menyatakan kesiapan untuk menerapkan kebijakan tersebut kapan saja jika kondisi arus balik mulai padat.
Pemilihan titik awal di Kendal, bukan dari Gerbang Tol Kalikangkung di Semarang, dilakukan untuk mempercepat penguraian kepadatan kendaraan dari arah timur.
Dengan skema ini, diharapkan pemudik dapat lebih cepat bergerak menuju Pejagan tanpa mengalami penumpukan panjang di wilayah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Selain itu, kepadatan di wilayah di Cikampek dan Cirebon juga diharapkan bisa ditekan melalui pengaturan arus sejak lebih awal.
Petugas juga mengingatkan pemudik untuk tetap menjaga kecepatan kendaraan saat arus balik padat, yakni berkisar antara 40 hingga 50 kilometer per jam demi keselamatan bersama.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga kelancaran perjalanan pemudik sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan di jalur tol saat volume kendaraan meningkat tajam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mentrans dorong hunian vertikal dan standar rumah tipe 45 di kawasan transmigrasi untuk solusi lahan sempit.
FWA 5G diprediksi menjadi mesin pertumbuhan baru internet rumah di Indonesia dengan kualitas mendekati FTTH dan menjangkau wilayah minim fiber.
Brajamusti siap mengawal kajian renovasi Stadion Mandala Krida jika anggaran uji tanah disetujui. DPRD DIY mengupayakan pergeseran anggaran MC-0.
Akademisi UPN Veteran Yogyakarta menilai paparan Prabowo dalam Sarasehan Kebangsaan memperjelas arah pembangunan, ideologi, dan kemandirian ekonomi.
Festival Ketoprak Kulonprogo diikuti 12 kapanewon sebagai upaya melestarikan budaya di tengah efisiensi anggaran melalui Dana Keistimewaan DIY.
Menteri Wihaji meminta Tim Pendamping Keluarga memperkuat penanganan stunting di Sleman saat Harganas ke-33 melalui pendampingan langsung masyarakat.