Advertisement
Cuaca Tak Menentu Panen Kopi Temanggung Diprediksi Turun
Biji Kopi / Ilustrasi Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, TEMANGGUNG—Produksi kopi di Kabupaten Temanggung diperkirakan mengalami penurunan pada musim panen tahun ini. Kondisi cuaca yang tidak menentu pada tahun sebelumnya disebut menjadi faktor utama yang memengaruhi hasil panen.
Penurunan produksi diperkirakan mencapai sekitar 15 hingga 20 persen dibandingkan tahun lalu, seiring terganggunya proses pembungaan tanaman kopi.
Advertisement
Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Temanggung, Sumarno, menjelaskan kemarau basah pada tahun lalu berdampak pada formasi bunga kopi.
“Kami melihat pembungaan tanaman kopi tahun lalu memang terpengaruh cuaca kemarau basah, sehingga mengakibatkan gangguan pada formasi bunga kopi,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
BACA JUGA
Akibatnya, sebagian bunga rontok dan berimbas langsung pada jumlah produksi yang akan dipanen tahun ini.
Sebagai perbandingan, produksi kopi di Temanggung pada tahun lalu mencapai sekitar 9.000 ton. Namun, dengan kondisi iklim yang tidak stabil, petani memperkirakan hasil panen tahun ini akan lebih rendah.
Panen kopi varietas arabika dan robusta di wilayah ini umumnya berlangsung pada periode Mei hingga Juni.
Meski menghadapi penurunan produksi, petani tetap optimistis pasokan kopi dari Temanggung mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal.
Pembeli kopi tersebar di sejumlah wilayah seperti di Candiroto, Ngadirejo, dan Kandangan, serta dari perusahaan-perusahaan pengolah kopi.
Di tengah tantangan cuaca, petani berharap produksi kopi Temanggung dapat kembali pulih melalui dukungan program pemerintah dan kerja sama dengan sektor swasta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Paspor Indonesia Bebas Visa ke 42 Negara, Cek Destinasinya!
Advertisement
Berita Populer
- Desakan Menguat Seusai Remaja Bantul Tewas Dikeroyok Geng Remaja
- Produksi Gabah Sleman Naik 21 Persen pada Awal 2026
- Modus Izin Tinggal Investor Jadi Cara WNA Belama-lama di Indonesia
- Terbukti Korupsi, Carik Bohol Terancam Dipecat Seusai Vonis Inkrah
- Jadwal Pagi hingga Tengah Malam KRL Jogja Solo Tetap Padat
Advertisement
Advertisement





