Advertisement
Program CKG Diperluas, Warga Demak Mulai Terlayani Lebih Luas
Ilustrasi cek kesehatan. - freepik
Advertisement
Harianjogja.com, DEMAK—Layanan cek kesehatan gratis (CKG) di Demak, Jawa Tengah, terus diperluas dengan pola jemput bola, sehingga makin banyak warga bisa mengakses pemeriksaan tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan.
Hingga pertengahan April 2026, capaian layanan sudah menjangkau lebih dari 200 ribu warga dari berbagai kelompok usia, menunjukkan peningkatan akses kesehatan di tingkat masyarakat.
Advertisement
Kepala Dinas Kesehatan Demak, Ali Maimun, menyebut pendekatan ini tidak hanya mengejar jumlah peserta, tetapi juga kualitas kesehatan warga.
“Target kami tidak hanya pada tingginya angka kehadiran, tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Demak,” ujarnya.
BACA JUGA
Data hingga 14 April 2026 mencatat sebanyak 201.196 warga atau 29,17 persen dari target 689.719 jiwa telah memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Capaian tersebut terdiri atas 5.586 bayi baru lahir, 27.271 anak prasekolah, 34.269 anak usia sekolah, 109.201 orang dewasa, serta 24.269 lansia.
Menjangkau Hingga Tingkat Desa
Untuk memperluas jangkauan, tenaga kesehatan aktif mendatangi langsung masyarakat di desa, sekolah, tempat ibadah, hingga pusat keramaian.
Pendekatan ini menyasar warga dengan keterbatasan akses, seperti lansia, anak-anak, serta masyarakat dengan mobilitas terbatas.
Selain kunjungan langsung, layanan Cek Kesehatan Gratis juga dilakukan melalui pendekatan komunitas dan kunjungan rumah.
Program Cek Kesehatan Gratis turut diintegrasikan dengan kegiatan lain seperti posyandu, posbindu penyakit tidak menular (PTM), PKK, serta Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK).
Dinkes juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah desa, kecamatan, hingga dunia pendidikan.
Peran kader kesehatan di 243 desa menjadi kunci dalam menjangkau masyarakat, terutama dalam edukasi, pendataan, serta mengajak warga mengikuti layanan.
Sosialisasi dilakukan melalui berbagai kanal, baik secara langsung maupun digital seperti media sosial, spanduk, dan pengumuman di tingkat desa.
Di sisi lain, fasilitas kesehatan seperti puskesmas terus diperkuat untuk menjaga kualitas layanan di tengah meningkatnya jumlah peserta.
Persiapan dilakukan mulai dari tenaga kesehatan, peralatan, hingga sistem pencatatan dan pelaporan agar layanan tetap optimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Power Bank di Pesawat Dibatasi Jepang Larang Dipakai Saat Terbang
Advertisement
Dari Banjir Aceh ke Lonjakan Ekspor, Kafe Tanjoe Kopi Eksis di Jogja
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement







