Jelang Pilkades, Kades di Magelang Diminta Transparan Kelola Dana Desa
Pemkab Magelang mengingatkan kepala desa agar transparan mengelola dana desa dan peduli terhadap kenakalan remaja menjelang Pilkades Serentak 2026.
Ilustrasi LPG 3 Kg - Antara
Harianjogja.com, PEKALONGAN—Ketersediaan elpiji bersubsidi di wilayah Kabupaten Pekalongan dipastikan dalam kondisi aman, bahkan hingga akhir tahun 2026. Pemerintah daerah mengingatkan warga untuk tidak terpancing isu kelangkaan yang justru bisa mengganggu distribusi di lapangan.
Hasil pemantauan di sejumlah pangkalan menunjukkan distribusi elpiji 3 kilogram berjalan lancar tanpa antrean maupun tanda-tanda kekurangan pasokan.
Perwakilan Bagian Perekonomian Kabupaten Pekalongan, Pujo Tiarso, menyebut kondisi stok saat ini stabil dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Hingga saat ini pasokan elpiji subsidi masih terjaga dengan baik, stok di pangkalan aman, tidak ada antrean. Kami mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir karena ketersediaan elpiji tercukupi,” katanya, Sabtu (18/4/2026).
Pasokan Jutaan Tabung per Bulan
Berdasarkan data Pertamina, alokasi elpiji 3 kilogram untuk 2026 mencapai sekitar 33.370 metrik ton.
Sementara realisasi penyaluran di awal tahun berkisar antara 950 ribu hingga 1 juta tabung setiap bulan.
Dengan angka tersebut, pemerintah menilai kebutuhan masyarakat masih dapat terpenuhi tanpa kendala berarti.
Warga Diminta Tidak Panic Buying
Pujo menegaskan isu kelangkaan yang beredar berpotensi memicu kepanikan di tengah masyarakat.
Kondisi tersebut dikhawatirkan mendorong pembelian berlebih atau panic buying yang justru mengganggu kestabilan distribusi.
“Masyarakat jangan was-was hingga melakukan panic buying karena kami sudah pastikan semuanya aman. Tidak perlu takut isu antrean sebab kondisi saat ini stok elpiji terkendali,” ujarnya.
Distribusi Terus Diawasi
Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama Pertamina dan Hiswana Migas akan terus melakukan pemantauan distribusi di tingkat agen hingga pangkalan.
Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan penyaluran elpiji bersubsidi tetap tepat sasaran dan tidak mengalami hambatan.
Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kestabilan pasokan energi rumah tangga, khususnya bagi masyarakat di wilayah Pekalongan Raya.
Selain memastikan ketersediaan stok, pemerintah juga terus mengingatkan agar distribusi elpiji bersubsidi tepat sasaran sesuai peruntukannya.
Elpiji 3 kilogram diprioritaskan bagi rumah tangga miskin, usaha mikro, serta nelayan dan petani sasaran.
Pengawasan di tingkat pangkalan diperkuat untuk mencegah penyelewengan, termasuk praktik penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET) maupun distribusi yang tidak sesuai ketentuan. Langkah ini dilakukan agar subsidi energi benar-benar dirasakan oleh kelompok yang berhak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Magelang mengingatkan kepala desa agar transparan mengelola dana desa dan peduli terhadap kenakalan remaja menjelang Pilkades Serentak 2026.
Kepala BGN Sudaryono menegaskan Program Makan Bergizi Gratis dijalankan secara transparan tanpa rapat rahasia dan konflik kepentingan.
Danantara membuka pendaftaran Lenders Panel untuk pembiayaan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik hingga 28 Juli 2026.
Dinsos Bantul memperkuat pengawasan dan pembinaan anak jalanan untuk mencegah eksploitasi anak di sejumlah titik rawan.
Pemerintah menyiapkan akses tol untuk Kawasan Industri Kendaraan Nasional di Subang guna mendukung manufaktur kendaraan listrik nasional.
BI dan pemerintah memperkuat GPIPS untuk mengendalikan inflasi pangan dan mengantisipasi dampak El Nino di berbagai wilayah Indonesia.