Pesta Miras di Permukiman Solo Digerebek, Empat Pria Ditangkap
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan empat pria dan menyita sejumlah miras usai menggerebek pesta minuman keras di kawasan Gilingan, Solo.
Supardi alias Bagong menunjukkan rumah miliknya yang didesain mirip bus di Desa Kopen, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, Kamis (23/4/2026). (Solopos/Muhammad Diky Praditia)
Harianjogja.com, WONOGIRI — Sebuah rumah dengan desain tak lazim mencuri perhatian publik di Kabupaten Wonogiri. Berdiri di tengah permukiman Desa Kopen, Kecamatan Jatipurno, bangunan ini tampak menyerupai bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang sedang terparkir. Namun, di balik tampilannya yang unik, bangunan tersebut sejatinya merupakan rumah tinggal milik warga setempat.
Adalah Supari, pria berusia 43 tahun yang akrab disapa Bagong atau BG, sosok di balik ide kreatif tersebut. Rumah yang dibangun di atas lahan sekitar 225 meter persegi itu mulai dikerjakan sejak Februari 2026, menjelang Ramadan.
Desain rumah tersebut dibuat sangat detail menyerupai bus sungguhan. BG membangun dua bagian utama, yakni satu bangunan menyerupai bus besar dan satu lagi bus ukuran medium. Tampilan depan hingga samping dibuat menyerupai armada bus AKAP, bahkan mengadopsi gaya visual dari PO Agramas yang kerap ia gunakan saat merantau.
Kesan realistis terlihat dari penggunaan kaca di sisi kanan dan kiri yang menyerupai jendela bus, lengkap dengan kaca depan serta lekukan bodi yang presisi. Tak hanya itu, ornamen seperti lampu hingga pemasangan ban asli di bagian depan turut memperkuat tampilan layaknya kendaraan sungguhan.
Untuk menjaga bentuk tetap menyerupai bus, BG memilih menggunakan atap berbahan spandek, bukan genting seperti rumah pada umumnya. Dimensi bangunan pun dibuat mendekati ukuran asli kendaraan. Bangunan utama memiliki panjang sekitar 13 meter dengan lebar 3 meter, sementara unit bus medium memiliki panjang 8,5 meter dan tinggi mencapai 4 meter.
Di bagian dalam, rumah tersebut difungsikan layaknya hunian biasa. Terdapat dua kamar tidur, dapur, serta kamar mandi. Salah satu kamar bahkan dirancang berada di lantai dua. Sementara itu, bangunan bus berukuran lebih kecil direncanakan akan difungsikan sebagai area makan.
BG mengungkapkan, ide membangun rumah berbentuk bus berawal dari kecintaannya terhadap dunia transportasi. Selama puluhan tahun merantau ke Jakarta, ia kerap menggunakan bus sebagai sarana perjalanan, yang kemudian menumbuhkan inspirasi untuk menghadirkan konsep serupa ke dalam hunian.
Sebagai seorang pemborong sekaligus tukang bangunan, BG merancang desain rumah tersebut secara mandiri. Proses pembangunan juga dikerjakan bersama lima pekerja lainnya. Hingga kini, progres pembangunan baru mencapai sekitar 60 persen dengan total biaya yang telah dikeluarkan sekitar Rp125 juta.
Pengerjaan sementara dihentikan karena keterbatasan dana. Meski demikian, BG bertekad melanjutkan pembangunan hingga rumah tersebut benar-benar menyerupai bus secara sempurna.
Keunikan desain rumah ini membuatnya cepat viral di media sosial. Banyak warga yang datang untuk sekadar melihat langsung atau mengabadikan momen di depan bangunan tersebut. Bagi BG, rumah ini bukan sekadar tempat tinggal, melainkan simbol perjalanan hidup dan kecintaannya pada dunia bus yang telah ia jalani selama bertahun-tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan empat pria dan menyita sejumlah miras usai menggerebek pesta minuman keras di kawasan Gilingan, Solo.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 1 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000.
Pemkab Bantul memastikan izin Gereja Misi Sejahtera akan diberikan setelah seluruh persyaratan administrasi terpenuhi.
Tambahan dana transfer ke daerah telah dihitung pemerintah dan kini menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto sebelum diumumkan.
Data pariwisata DIY dinilai belum utuh. Sensus Ekonomi 2026 diharapkan memperbaiki kualitas data untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Kodim 0706/Temanggung menyalurkan 5.000 liter air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Temanggung saat debit sumber air mulai menurun.