Advertisement
Mlinjon Klaten: Asal Maleman Ramadan Sejak 2 Abad Lalu
Sejarah maleman Klaten berawal Sendang Bulus Mlinjon era kolonial 1895. Kyai Doedo kura-kura suci picu pesta rakyat 15 Ramadan. - Espos.
Advertisement
Harianjogja.com, KLATEN—Wilayah Mlinjon, Kelurahan Tonggalan, Kecamatan Klaten Tengah menyimpan jejak sejarah panjang tradisi maleman Ramadan yang telah berlangsung dua abad. Kawasan pusat kota Klaten ini menjadi titik awal pesta rakyat setiap pertengahan puasa hingga Syawal, terekam dalam arsip koran kolonial De Locomotief tahun 1895.
Sejarawan Airell Luthfan Ababiel mengungkap Sendang Bulus di sekitar Masjid Mlinjon menjadi pusat spiritual era Hindia Belanda. "Salah satu data yang kami temukan ada semacam mata air atau sendang di era Hindia Belanda atau kolonial di sekitar kawasan yang kini menjadi Masjid Mlinjon. Dalam arsip-arsip kolonial itu disebutkan ada semacam kura-kura besar atau bulus," ungkap pegiat Klaten Lampau tersebut.
Advertisement
Jejak Kolonial De Locomotief 1895:
- Sumur dikelilingi tembok hidup 10 ekor bulus
- Kura-kura terbesar bernama Kyai Doedo dianggap suci
- Pasangan pengantin minta doa bahagia pernikahan
- Pedagang dan petani curhat kesengsaraan hidup
- Perayaan maleman mulai 15 Ramadan hingga Syawal
BACA JUGA
Kawasan sumur kondisi menyedihkan dengan jalan berlubang minim penerangan. Komite tokoh pribumi bekerja sama Asisten Residen Tuan Couperus membangun dana sumbangan memperbaiki area sendang. Hiburan rakyat lengkap dari biliar Rusia, tombola, wayang, tandak, hingga topeng.
Tahun 1921 maleman pindah ke Alun-alun Klaten atas inisiatif Asisten Residen, tercatat koran Djawa Tengah Tionghoa Semarang. Hiburan dimodernisasi dengan bioskop gambar bergerak dan wayang. Kini tradisi digelar di GOR Gelarsena Klaten setiap pertengahan Ramadan.
Mlinjon kini pusat berburu takjil dengan Kampung Ramadan Masjid Mlinjon selama 15 tahun terakhir. Warga Eko Hari Mursanto ceritakan dua sendang berdekatan masjid hingga 1970-an. "Jadi dulu di tikungan masjid itu ada sendang kemudian di sebelah barat masjid yang sekarang ada bangunan rumah juga ada sendang. Konon ceritanya sendang itu sampai ke Sendang Jimbung," ungkapnya.
Bulus sendang muncul ke jalan saat hujan deras. Mlinjon tetap jadi magnet Ramadan Klaten dengan warung takjil berjejer Jalan Bayangkara dan Melati. Tradisi maleman dari Sendang Bulus kolonial hingga GOR modern membuktikan daya lestari budaya kerakyatan Kabupaten Bersinar sejak dua abad silam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- AHY Dorong Mrican Jadi Model Nasional Penataan Kawasan Kumuh
- Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
- Ratusan Ribu Keluarga di Gunungkidul Terima Bansos Beras dan Minyak
- Jadwal KRL Jogja Solo 25 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- AHY Tinjau Mrican, Penataan Kawasan Kumuh Tekan Risiko Banjir
Advertisement
Advertisement








