Advertisement
Awal Mei di Jateng Cenderung Diguyur Hujan Intensitas Rendah
Foto ilustrasi hujan di perkotaan, dibuat menggunakan Artificial Intelligence - AI.
Advertisement
Harianjogja.com, CILACAP—Sebagian besar wilayah di Jawa Tengah diprakirakan mengalami curah hujan kategori rendah pada awal Mei 2026. Kondisi ini terlihat dari peluang dominan hujan ringan di berbagai daerah meski sejumlah wilayah masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas menengah.
Prakiraan tersebut merujuk pada analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung di Cilacap, dengan pembaruan data hingga 30 April 2026 yang mencakup monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) dan curah hujan dasarian.
Advertisement
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, mengatakan sebagian besar wilayah Jawa Tengah sebenarnya masih mengalami hujan dalam beberapa hari terakhir.
“Berdasarkan monitoring HTH dengan pembaruan data hingga 30 April 2026, sebagian besar wilayah Jawa Tengah masih mengalami hujan,” katanya di Cilacap, Jumat.
BACA JUGA
Namun, periode tanpa hujan tetap terpantau di sejumlah daerah. HTH kategori pendek hingga menengah terjadi di Brebes, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Grobogan, Pati, Rembang, Blora, dan Wonogiri.
Dari sisi akumulasi hujan, analisis Dasarian III April 2026 periode 21–30 April menunjukkan mayoritas wilayah berada pada kategori rendah, yakni 0–50 milimeter per dasarian, hingga menengah sebesar 51–150 milimeter per dasarian.
Curah hujan kategori tinggi dengan kisaran 151–300 milimeter per dasarian tercatat di sebagian wilayah Banjarnegara, Pekalongan, dan Wonosobo. Kondisi serupa juga terjadi di sebagian kecil wilayah Brebes, Kendal, Grobogan, Sragen, Klaten, Wonogiri, Magelang, Purworejo, Kebumen, Purbalingga, Banyumas, dan Cilacap.
Untuk periode Dasarian I Mei 2026, BMKG memprakirakan peluang lebih dari 60 persen untuk curah hujan kategori rendah akan terjadi di sebagian besar wilayah Jawa Tengah.
Sementara itu, peluang hujan kategori menengah dengan probabilitas 60–80 persen diperkirakan terjadi di wilayah Wonosobo dan Banjarnegara, sebagian besar Purbalingga, serta sebagian wilayah Brebes, Tegal, Pemalang, Batang, Kendal, Purworejo, Kebumen, Cilacap, dan Banyumas.
Wilayah lain seperti sebagian kecil di Kota dan Kabupaten Semarang, Karanganyar, serta Magelang juga berpotensi mengalami hujan dengan intensitas menengah.
Berdasarkan analisis BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, tidak terdapat peluang curah hujan kategori tinggi maupun sangat tinggi pada periode awal Mei tersebut.
“Adapun prediksi deterministik menunjukkan pada dasarian pertama Mei 2026 seluruh wilayah Jawa Tengah berada pada kategori rendah hingga menengah,” katanya.
Kondisi ini diprakirakan berlanjut hingga Dasarian II dan III Mei, bahkan sampai Dasarian I Juni 2026 dengan pola hujan yang relatif serupa.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap dinamika cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu. Informasi prakiraan cuaca secara berkala dinilai penting untuk mengantisipasi potensi dampak yang mungkin muncul.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai dinamika cuaca serta memanfaatkan informasi prakiraan cuaca secara berkala guna mengantisipasi potensi dampak yang dapat ditimbulkan,” kata Teguh Wardoyo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Daycare Disorot Seusai Kasus di Jogja, Pemerintah Siapkan Sistem Baru
Advertisement
Thailand Bakal Hapus Bebas Visa, Turis Wajib Verifikasi Saldo Keuangan
Advertisement
Berita Populer
- MayDay 2026, Bupati Sleman Gelar Dialog dengan Serikat Buruh
- Pameran Seni Sesa Bhaga Jogja, Angkat Isu Lingkungan di Ruang Unik
- Daftar KA Tambahan Jogja untuk Libur Panjang Mei, Cek di Sini
- Jadwal KRL Jogja-Solo 1 Mei 2026 Lengkap Tugu-Palur
- Aksi Celurit Berujung Kecelakaan di Moyudan, Satu Remaja Diamankan
Advertisement
Advertisement







