Pascagempa Sulteng, Pertamina Jamin Pasokan BBM dan LPG Tetap Lancar
Gempa M6,7 Palu tidak mengganggu distribusi BBM dan LPG. Pertamina pastikan stok aman, sementara delapan BTS terdampak telah kembali beroperasi.
Foto ilustrasi hujan di perkotaan, dibuat menggunakan Artificial Intelligence/AI.
Harianjogja.com, CILACAP—Sebagian besar wilayah di Jawa Tengah diprakirakan mengalami curah hujan kategori rendah pada awal Mei 2026. Kondisi ini terlihat dari peluang dominan hujan ringan di berbagai daerah meski sejumlah wilayah masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas menengah.
Prakiraan tersebut merujuk pada analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung di Cilacap, dengan pembaruan data hingga 30 April 2026 yang mencakup monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) dan curah hujan dasarian.
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, mengatakan sebagian besar wilayah Jawa Tengah sebenarnya masih mengalami hujan dalam beberapa hari terakhir.
“Berdasarkan monitoring HTH dengan pembaruan data hingga 30 April 2026, sebagian besar wilayah Jawa Tengah masih mengalami hujan,” katanya di Cilacap, Jumat.
Namun, periode tanpa hujan tetap terpantau di sejumlah daerah. HTH kategori pendek hingga menengah terjadi di Brebes, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Grobogan, Pati, Rembang, Blora, dan Wonogiri.
Dari sisi akumulasi hujan, analisis Dasarian III April 2026 periode 21–30 April menunjukkan mayoritas wilayah berada pada kategori rendah, yakni 0–50 milimeter per dasarian, hingga menengah sebesar 51–150 milimeter per dasarian.
Curah hujan kategori tinggi dengan kisaran 151–300 milimeter per dasarian tercatat di sebagian wilayah Banjarnegara, Pekalongan, dan Wonosobo. Kondisi serupa juga terjadi di sebagian kecil wilayah Brebes, Kendal, Grobogan, Sragen, Klaten, Wonogiri, Magelang, Purworejo, Kebumen, Purbalingga, Banyumas, dan Cilacap.
Untuk periode Dasarian I Mei 2026, BMKG memprakirakan peluang lebih dari 60 persen untuk curah hujan kategori rendah akan terjadi di sebagian besar wilayah Jawa Tengah.
Sementara itu, peluang hujan kategori menengah dengan probabilitas 60–80 persen diperkirakan terjadi di wilayah Wonosobo dan Banjarnegara, sebagian besar Purbalingga, serta sebagian wilayah Brebes, Tegal, Pemalang, Batang, Kendal, Purworejo, Kebumen, Cilacap, dan Banyumas.
Wilayah lain seperti sebagian kecil di Kota dan Kabupaten Semarang, Karanganyar, serta Magelang juga berpotensi mengalami hujan dengan intensitas menengah.
Berdasarkan analisis BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, tidak terdapat peluang curah hujan kategori tinggi maupun sangat tinggi pada periode awal Mei tersebut.
“Adapun prediksi deterministik menunjukkan pada dasarian pertama Mei 2026 seluruh wilayah Jawa Tengah berada pada kategori rendah hingga menengah,” katanya.
Kondisi ini diprakirakan berlanjut hingga Dasarian II dan III Mei, bahkan sampai Dasarian I Juni 2026 dengan pola hujan yang relatif serupa.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap dinamika cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu. Informasi prakiraan cuaca secara berkala dinilai penting untuk mengantisipasi potensi dampak yang mungkin muncul.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai dinamika cuaca serta memanfaatkan informasi prakiraan cuaca secara berkala guna mengantisipasi potensi dampak yang dapat ditimbulkan,” kata Teguh Wardoyo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gempa M6,7 Palu tidak mengganggu distribusi BBM dan LPG. Pertamina pastikan stok aman, sementara delapan BTS terdampak telah kembali beroperasi.
Dinkes Bantul menargetkan 460 ribu warga mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis 2026 melalui strategi jemput bola ke komunitas dan instansi.
Lionel Messi mencetak hattrick pertama di Piala Dunia saat Argentina mengalahkan Aljazair 3-0 dan menyamai rekor 16 gol Miroslav Klose.
Pemkot Jogja menaikkan kuota afirmasi SPMB SMP 2026 menjadi 25 persen untuk memperluas akses pendidikan bagi siswa KSJPS dan disabilitas.
Kegiatan ini meliputi Medical Check Up (MCU), dan donor darah bekerja sama dengan RSUD R.A.A Purworejo dan PMI Kulon Progo, serta seminar kesehatan bersama dr.
Baterai boros, HP lemot, hingga sering panas menjadi tanda smartphone sudah waktunya diganti demi keamanan dan produktivitas.